Tampilkan postingan dengan label ORIZUKA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ORIZUKA. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Juli 2010

The Truth About Forever

Diposting oleh Eka Suzanna di 06.56 0 komentar

Seberapa berharga sih satu detik itu? Tik. Sebentar saja dia langsung berlalu. Tik. Satu detik pergi lagi. Tak ada harganya.

Tapi tunggu sampai kau sadar waktumu hampir habis.
Tik. Kau ingat selama ini jarang beramal. Kau teringat mimpi-mimpi yang nggak sempat kau wujudkan. Kau sadar nggak cukup menyayangi keluarga dan teman-temanmu. Tik. Tik. Tik. Kau panik, takut menyia-nyiakan lebih banyak waktu lagi. 

***

Komentarku:


Ini buku kedua orizuka yang bikin aq meneteskan air mata setekah summer breeze. :'(


ups bedaa...lw summer breeze aq nangis parah sampai mata bengkak! kalo TTAF aq cuma meneteskan mata.

ceritanya sama-sama mengharuskan sih, cuma mungkin emosiku di summer breeze lebih terguncang.

aku ingat banget waktu membeli buku ini aku hampir teriak kegirangan :DD

trus aq membacanya nonstop, dari jam 9 malam ampe jam 2, *tentunya dengan dipotong waktu pergi ke toilet, waktu makan, waktu nonton dll hehe*

Baca cerita pembukaannya aja udah bikin aq merasa novel TTAF orizuka ini berbeda dengan novel2nya yang biasanya seperti HSP, LU, Summer Breeze, dll. Bahkan gaya tulisannya saja berbeda. 

Aku bisa menghayati seperti apa karakter seorang Yogas. Dingin, rapuh tapi sok kuat, ingin dijauhi tapi juga nggak bisa menghancurkan kenyataan kalau dasarnya manusia memang harus berhubungan dengan satu sama lain. . 

Sementara untuk karakter tokoh perempuannya, Kana,  Seperti kebanyakan orang bilang, aku merasa karakter cewek sudah selalu jadi khasnya Orizuka. Cewek-cewek di MJ, Duuh susahnya Jatuh cinta, HSP, Reyna, rada-rada mirip semua. 

Sebuah firasat dari pembaca yang saya jiplak dari seorang pembaca TTAF,. 


Dari novel TTAF, kita menangkap beberapa pelajaran, salah satunya dari tokoh Yogas. Ketika menyalahkan seseorang atas apa yang terjadi pada kita, sebenarnya jauh dalam, kita sadar, kita turut ambil peran pada apa yang terjadi dengan kehidupan kita. Tapi, tentu saja, lebih mudah menyalahkan orang lain. Menyingkirkan resiko merasakan kesadaran diri, dan mengambil jalan termudah: membiarkan amarah tumpah dan melemparkannya pada orang lain. Pesan ini terselip di dalam pengkisahan hidup seorang Yogas dan cintanya dengan Kana yang sedikit terlalu dramatis. But it's fiction, hence I think it's quite fine.

Jumat, 15 Mei 2009

Cerpen HSP

Diposting oleh Eka Suzanna di 04.45 0 komentar
High School Paradise

Matahari bersinar cerah dan angin bertiup semilir ketika Lando mematikan rokok. Sid menatapnya polos dan Rama hanya terkekeh.
“Sial. Setengah delapan nih,” kata Cokie yang sejak tadi berbaring di atas rumput. Dia lantas bangkit dan membersihkan diri dari rumput kering. Satu alisnya naik menatap ketiga temannya yang tampaknya tak ada yang bereaksi. “Jadi? Kita sekolah?”
Sid mengerang aneh. Dengan gerakan malas, dia bangkit dan menyambar ranselnya. Rama dan Lando segera mengikuti. Mereka berjalan santai menuju sekolah.
***
Sid, Lando, Cokie, dan Rama masuk ke dalam sekolah. Tiba-tiba terdengar suara seseorang dari mikrofon, membuat mereka terbengong-bengong di tengah lapangan upacara.
“TETAP DI TEMPAT!!” seru suara itu
Gara-gara teriakan dahsyat itu, semua orang yang tadinya lagi belajar di kelas langsung melongokan kepala ke mereka.
“Huh! Ternyata siguru sableng itu lagi!” dengus Sid. “Ganggu ketenangan orang aja. Dasar Godzila!”
“Pak Godzali, Sid,” ralat Rama sambil nahan senyum.
Acara penyetrapan keempat anak itu, Rama, Lando, Sid, dan Cokie, memang sudah menjadi tradisi di Athens setiap pagi.
“Kalian!!” seru Pak Godzali menghampiri mereka dengan murka. “Berbaris!!”
Mereka berempat langsung berbaris.
“Terlambat lagi,” kata Godzali. “Memangnya kapan sih kalian tidak datang terlambat sekali saja?”
“Wah, nggak tau ya. Pas kiamat mungkin?” kata Sid cuek.
“Kenapa sih kalian terlambat?” tanya Godzali menahan geram.
“Main bola,” sahut Lando santai.
“Jadi, kalian terlambat hanya karena main bola??” sahut Godzali marah.
“Ya. Makanya, coba Bapak mengizinkan kami membentuk ekskul bola, kami pasti nggak akan terlambat lagi,” tambah Cokie.
Pak Godzali makin geram. “Dasar anak-anak bodoh!”
“Kami pintar, Pak,” ralat Cokie. “Jelasin, Fren! Peringkat satu??”
Karena Lando cuma diam, Sid yang menyahut sambil menunjuk Lando dengan angkuh. “Arlando Santiago!”
“Peringkat dua??” tanya Cokie lagi.
“Rama Ardiansyah,” jawab Rama kalem.
“Peringkat tiga, perkenalkan,” Cokie menepuk dadanya. “Cokie. Dan peringkat empat?”
Sid langsung pasang aksi dengan gayanya. “Sid.”
Pak Godzali menghela napas. “Oke…oke… daripada kita berdebat terus kayak gini, mending kita buat kesepakatan,” katanya sambil menatap empat anak itu dengan tajam. “Kalian tau kan ekskul teater? Ekskul yang sudah nggak pernah eksis itu? Bapak ada buat perjanjian dengan mereka. Kalo mereka bisa mempersembahkan penampilan terbaik pada acara perpisahan anak kelas 3 nanti, ekskul mereka tidak akan dibubarkan. Tapi kalo mereka gagal, maka sebaliknya.”
Keempat anak itu bengong. “Trus apa hubungannya sama kami?”
“Bapak mau kalian menggagalkan mereka. Kalo kalian berhasil, maka Bapak akan membuka ekskul bola. Tapi kalau nggak berhasil, maka sebaliknya juga.”
“Hah? Bapak jahat banget,” protes Rama. “Kasihan mereka dong. Kenapa Bapak pengen mereka bubar?”
“Karena mereka tuh kerjanya cuma bersantai-santai. Uang eksul mereka yang dari dana sekolah malah dibuat acara party-party. Mereka bukannya membawa nama sekolah, malah merugikan sekolah,” gerutu Pak Godzali.
Keempat anak itu mikir sejenak.
“Tapi, kasihan mereka, Pak,” kata Rama setengah hati. Dia memang ingin ada ekskul bola, tapi dia juga tidak mau berbuat curang sama ekskul lain yang tidak tahu apa-apa.
“Ah, udalah, Ram,” kata Sid semangat. “Nggak usah pake acara kasihan segala. Ini kan demi bola gitu, loh, hidup kita. Ngapain mikirin orang lain apalagi yang nggak kita kenal.” Sid beralih ke Pak Godzali. “Oke, kami setuju, Pak.”
Pak Godzali manggut-manggut. “Oke, kita deal. Tapi jangan kira kalian bebas hukuman ya. Sekarang, berbaris dan rentangkan tangan. Selama dua jam.”
Keempat anak itu cemberut. “Memangnya kita mau SKJ apa?”
“PAK!!!!” seru seorang gadis yang sedang berlari-lari ke arah mereka sambil membawa ransel. Empat anak laki-laki itu menatapnya heran.
“PAK! DENGAR DULU PENJELASAN SAYA, PAK!” seru gadis itu saat Pak Godzali siap memarahinya. “Saya punya alasan bagus, Pak. Sumpah, bagus banget.”
“Apa itu?” tanya Pak Godzali akhirnya.
“Begini, Pak. Tadi pas saya ke sekolah, saya tepat waktu, Pak! Saya perginya pukul enam! Tapi, taksi yang saya naiki tiba-tiba nabrak ibu-ibu! Terus sopirnya kabur dan taksinya ditinggal. Jadi, saya cari taksi lain. Eh, taksinya malah bocor bannya. Sumpah, Pak. Saya tuh kesel banget. Terus, pas saya lari ke sini, tau-tau ada nenek-nenek yang nggak bisa nyebrang. Jadi, saya seberangin dulu! Pokoknya kacau deh, pak! Bapak harus percaya!” serunya gadis itu heboh.
Keempat anak laki-laki itu menatap si gadis dengan tatapan tak percaya. Sementara Pak Godzali menatapnya galak-galak. Ditatap seperti itu, akhirnya si gadis nyerah.
“Oke, oke, Pak, saya jujur, saya telat bangun. Tapi Pak, boleh saya masuk ya? Saya mau ulangan Kimia,” pinta gadis itu memelas.
“Kamu tetap di sini bersama empat anak laki-laki itu selama dua jam,” kata Pak Godzali tegas. “Namamu Julia, kan? Sekarang, ucapkan HAI pada teman-teman baru seperjuanganmu.”
Julia menatap keempat laki-laki di hadapannya dengan lesu. “Hai.”
Lalu, Pak Godzali pergi.
“Huh, sia-sia gue ngarang alesan segitu indahnya,” gerutu Julia membuat Cokie dan Rama tersenyum geli.
“Lagian bikin alesan nggak logis banget sih. Siapapun juga gak bakal percaya, alesan anak TK gitu,” ledek Sid.
“Apa?” protes Julia. “Kenapa ngatain gue anak TK??” Lalu matanya menatap tubuh Sid dengan tatapan meneliti. “Elo nggak ngaca apa? Yang pantes disebut anak TK tuh elo, secara badan elo kecil banget,” bales Julia.
Sid memang paling pendek di antara temannya yang lain. Makanya dia paling anti dengar kata ‘Kecil, pendek, imut, anak TK, dll’.
“Eh, lo nggak usah mulai ya,” kata Sid tajam. Dia menatap Julia dengan bengis. Julia juga nggak mau kalah membalas tatapan bengis itu.
“Eh, sudah oi….” lerai Rama dengan cara berdiri di antara keduanya. Tapi dua orang itu masih saling menatap dengan bengisnya.
Cokie membuka dua kancing kemejanya yang teratas lalu menggoyangkan kerahnya berkali-kali seperti orang kepanasan. “Wah, kayaknya aura di sini mulai panas nih. Padahal masih pagi,” katanya tanpa maksud membuat Sid jadi menatapnya galak.
“Udah…” seru Rama lagi. “Elo juga, Sid. Uda deh. Kayak anak kecil aja lo. Ini cewek, Sid. Ngalah dikit, kenapa?”
Sid langsung pasang ekspresi mau muntah. “Cewek? Dia? Dia tuh bukan cewek, nenek lampir sih iya.”
Rama langsung menenangkan Julia yang mau menerjang Sid. “Udah, Jul. Biarin aja dia. Oh iya, kalo menurut gue alasan elo bagus kok sampe yang bagian lo nolong nenek-nenek,” kata Rama sambil garuk kepala. “Bagian itu emang…agak….nggak logis…Tapi dikit aja kok,” katanya lagi dengan ramah. “Gak usah dengerin kata Sid.”
Mau tidak mau Julia pun tersenyum ke Rama. Dia baru menyadari sesuatu. “Kalian nih bukannya empat anak terpintar yang sering dibicarakan itu ya? Yang dijulukin F4 itu kan?” tanya Julia ke Rama. “Wah, gue baru ngeh.”
“Iya,” kata Sid galak. “Makanya elo pergi aja deh dari sini. Ini nih kumpulan anak-anak jenius. Elo nggak masuk hitungan.”
“Maksud lo gue bego gitu??” teriak Julia marah. Rama langsung pasang aksi jadi perisai lagi di antara mereka. “Udah, ah. Nggak betah gue lama-lama di sini,” seru Julia mulai muak. “Nggak nyangka gue anggota F4 yang terkenal itu ternyata cuma terdiri dari anak-anak kayak kalian, apalagi elo!” Matanya melotot ke Sid. Lalu dengan satu tangan Julia mendorong Rama dari hadapannya dan mengambil langkah cepat meninggalkan neraka yang sempat bikin dia panas.
***
Sementara itu di ruangan teater dengan santainya empat anak teater, Aida sang ketuanya, Hera sang sekretaris, Eva sang bendahara, dan Sisy sang perlengkapan, duduk-duduk sambil bergosip mengenai apa saja. bahkan setelah itu Eva menyetel musik dengan keras lalu berjingkrak-jingkrak dengan hebohnya bersama Sisy. Aida dan Hera lebih memilih ngemil sambil membaca-baca majalah.
“Gawat!! Gawat!!!” seru Julia panik ketika masuk ruangan teater. Hal itu mengganggu ketenangan mereka. Eva segera mematikan musik.
“Aduh…ada apa sih, Jul!!?” tanya Aida dengan muka galak. “Elo tuh bikin kaget aja, dateng-dateng langsung bikin ribut!”
“Berisik ah,” kata Julia acuh lalu dia segera berdiri di depan semua teman-temannya. “Eh, tadi gue dikasih tahu sama Pak Godzali! Katanya perpisahan anak kelas tiga dimajuin, empat hari lagi! Kalian semua sinting ya, masih aja nyante gini! Kita tuh belum buat naskah, belum latihan dan sebagainya,” omel Julia panjang kali lebar.
Eva buru-buru mengambil sebotol aqua dingin dan memberikannya ke Julia. “Hush, minum dulu. Tenang-tenang dulu, baru ngomong.”
Dengan cepat Julai meneguk setengah botol aqua. Hari yang panas ini, belum lagi habis disetrap tadi membuatnya lelah. Tambah lagi masalah teater yang belum beres.
“Sante, Jul,” Aida mengambil sesuatu di dalam laci. “Nih, gue sudah nulis naskah untuk kita pentaskan. Judulnya ‘High School Paradise’.” Aida membaca naskah, “Ceritanya tentang berbagai tingkah lagu siswa-siswi SMA. Ceritanya nih ya, ada empat cowok yang bermusuhan dengan empat cewek. Mereka selalu bertengkar. Tapi pada akhirnya mereka semua bersahabat. Gitu. Bagaimana? Keran nggak?” tanya Aida meminta pendapat teman-temannya.
Julia terbengong-bengong mendengar sinopsis naskah itu.
“Bagus,” gumam Eva setelah mikir. “Setidaknya ceritanya nggak terlalu ribet. Cukuplah untuk latihan empat hari aja.”
Sisi mengangguk dan Hera ikut-ikutan.
“Woy!!” Dengan sadis Julia teriak di depan hidung mereka semua. “Mikir, buu…mikir!! empat cowok?? Anggota kita cuma cewek. Siapa yang mau meranin tokoh cowoknya? Kalau pun yang meranin kita, emang cukup?? Kita cuma lima anggota. Di naskah ada delapan tokoh!”
Sisy mulai jengkel dengan kepanikan Julia. “Jul, elo tuh terlalu panik tau gak? Makanya nggak bisa mikir. Kita kan bisa ambil empat anak cowok, siapa kek. Banyak.”
“Oh…gue tau!” seru Eva tiba-tiba. “Gimana kalo F4??”
Isi perut Julia langsung mau keluar dengarnya.
“Mereka kan terkenal tuh. Cakep-cakep lagi,” tambah Eva. “Kalo mereka yang main pasti drama kita jadi bagus.”
“WHAT!!? Mereka?? Ogah!!” tolak Julia segera. Dia masih eneg dengan empat cowok itu, terutama SID.
“Hah? Kenapa emangnya, Jul??” tanya Aida heran dan menyelidik. “Elo ada masalah sama mereka??”
“Bukan masalah lagi, tapi memang BERMASALAH! Pokoknya kalau sampai empat cowok itu main sama kita, mending gue nggak ikut!” ancam Julia tanpa tedeng aling-aling.
“Jangan gitu dong, Jul,” kata Sisy mulai kesal. “Elo kayak anak kecil deh. Memangnya kenapa juga kalo mereka ikut main??”
“Masalahnya ada si kecil dekil itu, goblok!”
“Hah?” Aida melongo. “Si kecil dekil? Sapa tuh?”
“Ihhhh…” Julia mulai gregetan. “Itu loh, anggota F4 yang paling kecil, paling item, paling pendek!”
Empat temannya langsung menangkap sosok itu. Sid. Siapa yang nggak tahu kalau Sid adalah anggota F4 yang paling kecil? Semuanya tahu.
Dengan pandangan menyelidik dan setengah jail, Aida berkata, “Sejak kapan lo dekat sama Sid?? Cieee…cieeee….cuit-cuit!!”
Aida, Hera, Eva, dan Sisy langsung berhamburan kemana-mana saat Julia melemparkan berbagai barang yang ada ke mereka. Terakhir, Eva berhasil menangkap kaos kaki Julia setelah akhirnya bermuntah ria di toilet.
***
“Jadi, menurut kalian gimana?” tanya Cokie saat dia dengan Sid, Lando, dan Rama berada di kantin sekolah.
“Apa?” tanya Rama sambil melahap sepotong Pizza.
“Itu loh, tugas yang diberikan sama si Godzila tadi pagi,” kata Cokie lagi membuat Sid menjentikan jari dengan hebohnya. Lando sampai mendelik galak karena kaget.
“Gue tau! Kita harus masuk ekskul teater dan berbaur dengan mereka. Kita bergerak dengan slow… Kalau kita masuk ekskul teater pasti kita dapat mudah menggagalkan penampilan mereka.”
“Teater? Wadduh… nggak merepotkan tuh? Lagian kita nggak terlalu jahat nih??” tanya Rama ragu. Dia masih bimbang.
“Ram, kali ini gue setuju sama Sid,” kata Lando angkat bicara. “Mereka kan rival utama kita. Ngapain kita peduli mereka kasihan atau nggak?”
“Iya, Ram. Demi BOLA!” tambah Cokie semangat.
“Ayolah, Ram…masa elo tega sama kami yang sudah semangat gini?? Ayolah, setuju. Ya ya yaa?” bujuk Sid.
“Oke, oke,” kata Rama sambil mengangkat tangannya, menyerah. “Gue setuju.”
Mendadak mata Lando melebar. Dia melihat lima cewek menghampiri meja mereka dengan tampang ‘DARURAT’. Sid, Cokie, dan Rama yang baru ngeh dengan kedatangan lima cewek itu langsung melongo.
Aida, Eva, Hera, dan Sisy berdiri mengitari. Karena Julia malas mencampuri urusan yang sebenarnya dia nggak setuju, maka dia lebih memilih duduk di sebelah Lando yang bangkunya kosong. Mata Sid melebar.
“Masih berani lo duduk semeja sama gue?” sahutnya.
“Emangnya kenapa?” tanya Julia jutek.
“Wow…wow…wow!” seru Rama heboh dikelilingi cewek-cewek. “Ada apa nih pada rame-rame kemari?”
“Gini…” Aida berdehem. ‘Kami berlima nih dari ekskul teater.”
Cokie dan Sid membelalak hebat. “TEATER!!??” Mereka kaget karena topik yang baru mereka sebut-sebut langsung muncul di depan mata.
Aida, Eva, Hera, dan Sisy langsung melongo nggak ngerti.
“Te…te…ater?” ulang Sid lagi.
“Dasar gagu,” kata Julia membuat tawa Rama meledak dan Lando terkekeh. Sid langsung menatap Julia dengan tatapan membunuh.
Untuk mencairkan ketegangan, Aida berkata lagi, “Gue sebagai ketua teater Athens mau rekrut kalian jadi pemain kami. Di naskah kami ada empat pemain cowok dan itu pas banget sama kalian. Jadi, gimana? Kalian mau nggak main di drama kami? Kita bakal mentas empat hari lagi di acara perpisahan anak kelas tiga.”
“Wah, setuju banget,” seru Cokie tanpa aba-aba lagi. “Ya kan, Fren?” Cokie minta dukungan teman-temannya. Rama yang memang awalnya nggak terlalu niat hanya mengangguk pasrah. Lando mengangguk-angguk. Dan Sid diam.
“Woy, elo kenapa?” tanya Cokie heran. “Elo setuju kan?”
“Nggak.” Kata-kata Sid membuat Cokie, Lando, dan Rama melongo heran. Perasaan mereka tadi yang paling semangat Sid. Kenapa sekarang malah dia yang membantah?
“Tau ada nih nenek lampir, ogah gue masuk teater,” tambahnya.
Julia langsung menggebrak meja dengan kasar. “Eh! Lo kira gue setuju rekrut elo jadi pemain?? Asal lo tau ya gue juga nggak bakal mau, walaupun elo satu-satunya cowok yang tersisa di dunia ini! Dengar tuh!”
Sis menahan geram saat menatap wajah Julia yang memasang wajah angkuh.
“Aduh, elo jangan bikin masalah baru dong, Sid. Elo jangan malah tambah merepotkan. Tinggal bilang setuju apa susahnya sih?” protes cokie karena Sid pindah haluan. Karena Sid nggak berkomentar apa-apa, Cokie beralih ke Aida. “Udah, peduli setan dengan mereka berdua. Pokoknya apapun yang terjadi kami deal!! Demi bo..” Cokie langsung mingkem sebelum keceplosan kata bola.
“Bo…?” Aida mengernyit dengarnya. “Bo..apa?”
“Bo, di kartun Shincan?” tanya Sisy asal.
Cokie buru-buru menggeleng. Lando, Sid, dan Rama melemparkan tatapan tajam ke Cokie. “Hm, bo…demi bokap gue!” ralat Cokie segera. “Bokap gue cinta sama seni teater. Jadi gue ngelakuin ini demi dia.”
***

“Romeo, di manakah kau berada? Aduuh, mual gue,” kata Julia membuat Sid mendelik. Saat itu mereka sedang berlatih membaca naskah di ruangan teater. “Kenapa sih naskahnya ganti jadi drama Romeo dan Juliet?” keluh Julia. “Bagus naskah yang pertama.”
Aida angkat bahu. “Ya, gak tau ya. waktu liat elo dan Sid, gue jadi kepikiran sama drama ini. Cocok aja gitu buat kalian.” Sukses membuat Julia dan Sid tambah mual.
“Aduh, kayaknya gue mau ngapalin di rumah aja deh, gue udah nggak sanggup,” kata Sid sambil bangkit. Setelah Sid pergi, mereka membicarakan kostum.
“Oh iya, kita kebagian tampil sore ya, sebelum pestanya,” kata Aida mengingatkan.
“O ya?” tanya Julia yang baru tahu.
“He-eh. Gue baru dikasih tau Edi. Oh iya, gue udah siapin semua kostumnya, lho,” kata Aida membuat Julia mulai mual lagi.
“Wah, gue nggak sabar liat Sid menyatakan cintanya pada sang Juliet,” kata Lando tiba-tiba membuat semua orang tertawa.
Julia menatapnya sebal.
***
pkl. 06.00
Rama berjalan gontai ke kelasnya. Pagi ini sekolah masih sepi. Cuma ada satu-dua-tiga anak saja yang berkeliaran. Begitu duduk di bangkunya, dia langsung mengeluarkan buku tulis Fisikanya. Pelajaran pertama nanti ulangan Fisika, belum lagi pelajaran berikutnya ada ulangan Matematika. Hufh, Rama bersyukur dia diberi anugrah otak berpantium tinggi.
Pintu kelas diketuk. Rama berdecak dan mendongakkan kepalanya ke pintu kelas. Tampak wajah Eva di sana.
Rama menatap Eva tak percaya, sementara Eva tersenyum santai.
“Hai,” kata Eva setelah beberapa saat. Rama masih membeku sampai akhirnya mengangguk kaku.
“Ada..apa?” tanya Rama kemudian. “Tumben ke kelas sini.” Eva tampak salah tingkah, lalu mengeluarkan sebuah buku dari tasnya dan menyerahkan pada Rama yang bingung.
“Buku Matematika lo ketinggalan kemarin di ruangan teater,” kata Eva. “Nanti kan kalian ulangan, gue takut lo nggak bisa belajar.”
“Oh,” Rama mengambil bukunya. “Makasih. Tapi lo nggak perlu repot-repot gini, dong. Gue jadi ngerepotin.”
“Ah, nggak apa-apa. Gue juga nggak ada kesibukan. Oh ya, tumben nggak telat.”
Rama tertawa. “Kami berempat punya misi baru,” katanya dan menyambung dalam hati misi menaklukan elo dan kawan-kawan elo. “Jadi untuk misi telat, kami pending dulu.”
Eva manggut-manggut. Lalu mereka berdua terdiam, membuat Eva gugup. Dia mengetuk-ngetukkan hpnya ke atas meja untuk menyamarkan kegugupannya.
“Lho!!??” seru Cokie yang baru datang. Dia kaget mendapati ada Eva dan Rama sedang bercakap-cakap berdua di kelas. Rama dan Eva juga ikutan kaget dengan kedatangan Cokie. Belum lagi ditambah kedatangan Sid, nggak alama kemudian. Sid yang dari awal sudah benci sama kelompok teater karena mereka temannya Julia, langsung membentak.
“Heh!? Ngapain lo di sini??” tanyanya sengit.
“Ah…” Eva tiba-tiba gugup. Rama sendiri jadi cengok, bingung mau jelasin apa ke Sid. “Tadi gue cuma mau antar buku Rama. Hm, uda ya. Bye..” Buru-buru Eva pergi, takut dimakan Sid.
“Elo tega bener sama cewek, Sid,” protes Rama nggak suka Sid membentak cewek.
“Gak urus,” balas Sid cuek. “Elo sendiri ngapain baek-baekin dia? Uda tau juga dia tuh musuh kita.”
“Hm,” Rama garuk-garuk kepala. “Musuh sih musuh. Tapi kan nggak perlu sampe begitu lah.”
Cokie langsung ambil alih bicara, “Betul juga kata Sid, Ram. Elo jangan kemakan cinta, dong.”
Rama terperangah sesaat lalu niat membantah, “Eh, sapa juga ya..”
“Elo harus inget sama misi awal kita,” potong Cokie.
Tepat saat itu Eva kembali masuk ke kelas mereka untuk mengambil hp yang lupa dia bawa karena gugup menghadapi Sid tadi.
“Iya, tapi gue nggak cinta sama dia,” bantah Rama. “Ngawur aja elo semua.”
“Bukan nuduh elo gitu. Gue cuma ingetin, elo jangan baekin mereka termasuk Eva. Kita kan masuk teater untuk menggagalkan rencana mereka supaya mereka nggak nampil pas perpisahan nanti. Jadi kita menang dari si Godzila itu dan dapat lapangan sepak bola.”
“Betul,” sahut Sid setuju. Rama hanya bisa terpekur diserang dua orang bersamaan.
“APA!!??” jerit Eva murka. “Ohhh….jadi dari awal niat kalian begitu?? Baguss..ya!!”
Ketiga cowok itu langsung menatap Eva panik.
“Kami merekrut kalian dengan niat baik, eh kalian malah busuk semua!” bentak Eva. “Gue nggak nyangka kalian sebusuk itu!” Eva memngambil hpnya cepat dan berbalik ke pintu. Dua langkah kemudian dia berhenti dan berbalik lagi. “Elo juga, Ram! Awalnya gue kira elo tuh baik! Nggak taunya elo tuh brengsek!!” Lalu Eva bener-bener pergi dari kelas itu dengan raut murka.
Rama ingin mengejar Eva tapi ditahan sama Sid dan Cokie.
Lando yang berpapasan dengan Eva, masuk ke kelas dengan muka heran. “Ada apa?”
Rama menatap Lando minta pertolongan.
***
Empat anggota teater lainnya menjadi murka mendengar penuturan Eva, terutama Julia. Mukanya sudah seperti api setan yang membara.
“Lo liat kan semua?? Makanya gue bilang, jangan bawa-bawa mereka ke dalam rencana kita!” seru Julia kesal. “Kalian sih, bebal semua!”
Sisy, Aida, dan Hera terdiam. Eva melamun.
“Eva…” terdengar suara Rama membuat Eva tersentak, kaget. Eva tidak menyahut, hanya menatapnya datar. Ketika Rama mau mendekati Eva, seluruh pasukan teater tanpa diperintah berdiri berjejer melindungi Eva.
“Gue cuma mau minta maaf,” kata Rama kepada pasukan teater yang berdiri dengan gagahnya. “Gue mewakilin teman-teman gue ingin minta maaf pada kalian. Tadi kami sudah rapat dan kami sudah sepakat untuk damai.”
“Kami? Gue aja tadi nggak ikut sepakat,” dumel Sid di belakang Rama. Julia menatapnya sengit.
“Gue bakal maafin kalian kalo kalian semua sepakat untuk damai,” tantang Aida.
Cokie, Lando, dan Rama menatap Sid memohon. Tapi Sid tetap ogah.
“Ayolah, Sid…demi persahabatan,” bujuk Rama.
“Persahabatan apa??” tanya Sid jengkel. “Kalian aja pada jadi penghianat. Kenapa kalian jadi mau damai sama mereka?? Cuma gara-gara elo cinta sama dia, Ram??” tanya Sid sambil menunjuk Eva. Diam-diam Eva jadi tersipu malu dan rama salah-tingkah.
“Gue nggak bakal mau damai! Apalagi ditambah ada sinenek lampir, tuh,” tunjuk Sid ke Julia.
“Eh, kuntil! Elo kira gue mau damai sama elo?? Seribu turunan gue juga ogah!” bales Julia nggak mau kalah.
“Ayolah baikan…” bujuk Rama. Tapi Sid tetap ogah, membuat Rama mengancamnya. “Sid, kalo lo nggak mau damai, gue bakal kasih liat ke mereka semua isi SMS-SMS elo.” Rama langsung membuka hpnya dan membaca salah satu SMS dari Sid. “Ram, bukannya gue benci sama Julia, tapi dia tuh suka judes dan sok nyuekin gue, jadi gue sengaja lah cari-cari masalah sama dia biar dia peduli sama gu..”
“WOOO…Wooo…WOOO!!” teriak Sid asal-asalan untuk menyamarkan suara Rama yang nyaring. Rama senyum-senyum geli melihat tingkah Sid.
Meskipun begitu Julia sudah paham sama isi SMS itu dan itu membuat pipinya bersemu merah.
“Oh iya,” kata Aida. “Elo juga, jul. Kalau elo nggak mau damai, gue..” Aida mengambil buku diary Julia yang ada di laci. “bakal baca isi yang ada di halaman 100. Tuh, saking isinya asyik banget gue sampe inget halamannya. Isinya, waah….senangnya gue bisa masuk SMA Athens. Trus tadi gue ketemu cowok cakep, imut lagi. Setelah gue cari tau, namanya Sid. Gue jadi makin semangat sekolah soalnya bisa ketemu sama di…”
“AIDA!!!” jerit Julia lantas mau merampas bukunya. Tapi Aida lebih gesit lagi dan membaca halaman 123.
“Sial, tadi gue telat. Eh, nggak sial-sial amat sih soalnya gue bisa ketemu sama Sid. Saking gugupnya gue malah jadi maki-maki dia. aduh, bodohnya gu..”
“AIDA!!!” kali ini Julia berhasil merampas bukunya. “Sialan lo.”
Aida cuma menahan tawa. Begitu juga dengan Cokie, Rama, dan Lando. “Ohhhh..ternyata…” ledek mereka.
“Adduh, kalian nih,” seru Sisy dengan nada menggoda. “Pura-pura saling benci…nggak taunya…” Dia lalu menarik tangan Julia dan menyatukannya dengan tangan Sid. Untunglah kedua makhluk itu nurut. “Nah, gini kan bagus. Damai,” kata Sisy lega.
Akhirnya, Julia dan Sid tidak dapat menahan senyumnya lagi dan mereka semua pun berdamai.
***


Keterangan:

Ini adalah keisenganku, mengubah novel kak orizuka yang berjudul HSP (High School Paradise) menjadi dalem bentuk cerpen.

WHAT DU YU THINK ABOUT IT???? ^^

Resensi Tugas

Diposting oleh Eka Suzanna di 04.43 2 komentar
Judul : Me and My Prince Charming
Penulis : Okke Rizka S.
Penerbit : Puspa Swara
Tahun Terbit : 2007
Tebal Buku : 232 halaman

Oleh : Eka Bhakti, Adi Kelvianto, Mustika Sari

Buku yang Lebih Menyegarkan daripada Sebuah Jeruk

Novel ini menceritakan tentang hidup seorang tokoh yang bernama Cherry Danisha. Dia adalah seorang murid di SMU 1 dan mempunyai seorang pacar bernama Andros.
Andros adalah The Most Wanted Male on SMU 1. Mereka bertemu pertama kali di rumah Cherry. Pada saat itu, Andros datang untuk bermain PS2 dengan Adit, kakak tiri Cherry. Saat itulah Andros meminta Cherry menjadi pacarnya. Dan Cherry setuju karena dia mencintai Andros.
Selama mereka berpacaran, Andros tidak pernah menunjukkan sikap seperti orang yang berpacaran. Dia lebih terkesan tidak peduli dengan Cherry. Hal itu membuat Cherry merasa tidak percaya diri lagi untuk menjadi pacar Andros.
Tiba-tiba di sela hubungan mereka ada Namie, mantan pacarnya Andros yang kembali dari New York ke Indonesia untuk menemui Andros. Hal itu membuat Cherry cemas dan khawatir karena dia merasa Andros masih menyayangi Namie.
Tanpa ada yang tahu, Namie merencanakan suatu hal licik untuk memisahkan Cherry dengan Andros. Cara itu berhasil membuat Andros kembali padanya dan membuat Cherry merasa dicampakkan.
Cherry yang merasa tersingkir pun meninggalkan Andros bersama Namie. Dia berencana pergi ke luar negeri agar dapat melupakan Andros. Dan dia beuntung. Pada akhirnya kelicikan Namie ketahuan oleh Andros. Dia membatalkan kepergiannya karena Andros ternyata mencintainya. Andros mengakui seluruh perasaannya bahwa selama ini dia selalu menyayangi Cherry. Dia juga menjelaskan bahwa selama ini dia bersikap tidak peduli karena dia tidak tahu bagaimana caranya menghadapi seorang cewek.
Akhirnya, Cherry dan Andros kembali berpacaran dengan syarat Cherry harus bisa menerima sikap Andros yang apa adanya.
Novel ini tidak sulit dipahami karena pengarangnya menggunakan sudut pandang orang pertama yang membuat pembacanya bisa memasuki dunia cerita si tokoh utama. Pembaca bisa merasakan perasaan tokoh utama saat sedang sedih, gembira, kesal, marah, benci, dan sebagainya. Itulah keunikannya.
Tema yang diungkap dalam novel ini adalah tentang percintaan. Percintaan antar remaja yang penuh liku dan masalah. Tapi pada akhirnya berakhir bahagia, Tema ini sangat menarik bagi para remaja karena sudah merupakan hal yang umum dan sering terjadi di lingkungan sekitar mereka. Meskipun tema ini sudah sering dibahas, para remaja tidak akan pernah bosan. Mereka dapat memahami isi cerita novel ini dengan mudah karena karakter tokohnya tidak terlalu sulit untuk dikenal. Pengarang bisa menggambarkan karakter tokoh utamanya dengan sangat jelas. Perasaan tokoh utamanya bisa dirasakan dan dipahami oleh pembacanya. Dalam novel ini, penokohan yang paling unik adalah tokoh Andros. Karena pengarang menggambarkannya sebagai sosok yang perasaan atau pemikirannya sulit untuk dipahami dan dimengerti. Tapi selain itu, pengarang juga bisa menunjukkan sisi baik dari tokoh tersebut dibalik sifatnya yang susah dipahami.
Pembaca dapat mengambil sisi nilai positif dari novel ini saat melihat kepedulian Adit terhadap adik tirinya Cherry. Meskipun hanya seorang saudara tiri, dia sangat menyayangi Cherry seperti adik kandung. Pembaca bisa memetik nilai positif dari hal itu.Meskipun keluarga mereka tidak ada hubungan sedarah tapi sangat damai dan akur. Ibu tiri Cherry juga menyayangi Cherry seperti anak kandung. Begitu juga dengan Ayah Cherry yang sangat menyayangi Adit.
Buku ini sangat menghibur. Bahasa yang digunakannya santai dan mudah dicerna. Pengarangnya bisa mengerti di bagian mana yang dapat disampaikan dengan cara humor dan di bagian mana yang bisa disampaikan dengan cara yang serius agar para pembaca tidak merasa terganggu. Tidak salah kalau buku ini banyak disukai remaja dan menjadi best seller.
Pengarang buku best seller ini adalah Okke Rizka Septania. Dia lahir di Palembang, 14 September 1986. Me and My Prince Charming adalah novel pertamanya yang diterbitkan. Dan dia kuliah di Komunikasi UGM angkatan 2004.



Keterangan:

Ini adalah tugas resensiku waktu itu. aq meresensi novelnya Kak Orizuka yang berjudul Me and My prince Charming.

Semoga bila ada yang membaca resensi ini, dapet meningkatkan minatnya pada novel-novel kak Orizuka... Oke??? ^^

Sabtu, 18 Oktober 2008

Kak ORIZUKA NoVelis...IdoLa Q!!! SeLaLu.......

Diposting oleh Eka Suzanna di 21.33 3 komentar
Seperti yG kaLyan dari daftar novel2 favoritQ....dapat Menggambarkan bahwa Eka adaLah pembaca Novel...

Dan dari daftar NoveL2 tersebut, kaLyan dapat meLihat ada beberapa juduL noveL karya dari kak Orizuka...!,,yaitu Me n My Prince CharmiNg (yG teLah meraih juara 2....dalam Lomba Puspa Swara! hebat,,padahaL ini noveL pertama) , Summer Breeze ( NoveL yG saNgat menggugah...Akh!! Eka sampe nangis...) High SchooL Paradise! ( NoveL yang Lucu baNget dan cocok buat peMbaca seperti Q yaNg masih SMA).. , Love United (SambunGan Novel High School Paradise,, kisah2 Nya tambah seru aja....) , 17 years of Love soNg ( NoveL yG bagus and berbeda deNgan NoveL Orizuka yG sebeLumNya)..

Itu baru Yang Eka baca....sebeNarNya NoveL Kak Orizuka tuch masih ada Lagi beberapa.

Eka ciNta ma karya Orizuka sejak membaca novelnya yang pertama "Me n My Prince CharMing"

Kalau ada yNg ngatain ceritaNya jeLek...b'arti tuh oRang ga taw seni noveL....Kalau masaLah masih ada kuRangnya....ya...wajar aja La. Ini noveL kan yg pertama bwat Orizuka. Ada yg bLum tw bentuk NoveLnya gimana? Ni....gambarNya

Ni noveL meraih juara dua waktu itu.... Kisahnya bagus.... Eka suka. Tp pada novel ini Kak Orizuka meNggunakan Nama Okke. Rizka. Oleh karena itu waktu itu Eka bLum sadar kaLo ini adaLah noveL Orizuka.


Judul : Me and My Prince Charming
Penulis : Okke Rizka S.
Penerbit : Puspa Swara
Tahun Terbit : 2007
Tebal buku : 234 halaman


Novel ini menceritakan tentang hidup seorang tokoh yg bernama Cherry Danisha. Dy adalah seorang siswi di SMU 1 dan punya pacar bernama Andros.
Andros adalah The Most wanted Male on SMU 1. Mereka bertemu pertama kali di rumah Cherry. Pada saat itu, Andros datang untuk bermainkan PS2 dengan Adit, kakak tiri Cherry. Saat itu lah Andros meminta Cherry jd pacarnya. Dan Cherry setuju karena dia mencintai Andros.
Selama mereka berpacaran, Andros ga pernah menunjukkan sikap seperti orang yang berpacaran. Dia lebih terkesan ga peduli dengan Cherry. Hal itu membuat Cherry merasa ga percaya diri lagi u/ menjadi pa car Andros.
Tiba-tiba di sela hubungan mereka ada Namie, mantan pacar Andros yang baru kembli dr New York ke Indonesia u/ menemui Andros. Hal itu membuat Cherry cemas dan khwatir krena dy merasa Andros masih menyayangi Namie.
Tanpa ada yg tau, Namie merencanakan suatu hal licik u/ memisahkan Cherry dengan Andros. Cara itu berhasil membuat Andros kembali padanya dan membuat Cherry merasa dicampakkan.
Cherry yang merasa tersingkir pun meninggalkan Andros bersama Namie. Dy berencana pergi ke luar negeri agar dpat melupakan Andros. Dan syukurlah....pada akhirnya kelicikan Namie ketahuan oleh Andros. Dy pun membatalkan kepergiannya karena ternyata andros mencintainya. Andros mengakui seluruh perasaannya ke Cherry bahwa selama ni dy selalu menyayangi Cherry. Dy juga menjelaskan bahwa sikap cueknya selama ini krena dy ga tau harus bersikap kyk mana ke cewek karena dy ga bisa romantis.
Akhirnya, Cherry dan Andros kembali pacaran dengan syarat, Cherry bisa menerima sifat Andros dengan apa adanya.

"Novel ini ga sulit dipahami karena pengarangnya menggunakan sudut pandang orang pertama yang membuat pembacanya bisa memasuki dunia cerita si tokoh utama. Pembaca bisa merasakan perasaan tokoh utama saat sedang sedih, gembira, kesel, marah, benci, dan sebagainya. Itu lah keunikannya."
"Tema yang diungkap dalam noel ini adlah tentang percintaan. Percintaan antar remaja yg penuh liku dan masalah. Tp pada akhirnya berakhir bahagia. Tema ini sangt menarik










Ini adaLah novel keduanya kak Orizuka!Novel yG sukses bikiN aq naNgis daraaahhhhh!!!!! Akh...kakak!!! Napa sih Kakak bikin Ares mati.....Uhhh......kakak keZaaammmm........

CeritaNya nie....tentang dua saudara kembar bernama Ares dan Orion...mereka sejak kecil berteman akrab dengan seorang gadis bernama Reyna. Ternyata terlibat suatu kisah cinta antara mereka. Orion suka sama Reyna, pi Reyna suka sama Ares. awaLnya kalian pasti heran. Napa Reyna suka sama Ares yang ga pintar.... orangnya diNgin, ga care sama Reyna, Suka berkelahi, d:: bukannya sama Orion yang menjadi idola cewek,,cuakep ( ares juga,,karena kembar), Pinterrrr,,jago Basket banget,, Jadi kebanggan temen, sekolah, dan orang tua sejak keciL.

Itu Lah perbedaan antara Orion dan Ares. Orion selalu disayangi orang-orang..termasuk orang tua mereka. Dan itu Lah yang bikin Ares iri sama Orion. Ares sering ingat bahwa sampai dya dewasa dya belum pernah ke dufan. Tapi Orion uda sering ke dufan bareng orang tua mereka...Napa Ares ga pernah ikut?? Karena Ares disyaratkan untuk membaca buku dulu hingga selesai baru bole ikut. Orion dapat menyelesaikan bacaannya dengan mudah hingga bisa ikut. Tapi Ares?? dya sampai termuntah-muntah untuk berusaha membaca huruf demi huruf. Tidak ada yang tahu bahwa Ares tersiksa. Bahkan Ortunya ga peduli. Yang mereka Tahu, Ares adalah anak yang bodoh, nakal, pembangkang dan nggak bisa membahagiakan orang tua.
Padahal dibalik semua itu,, diam2 Ares menyimpan kenyataan. Kenapa dia gak bisa membahagiakan ortunya? Karena dia bodoh... padahaL Ares ga bodoh. Hanya saja dya terkena penyakit "suLit membaca" dan itu bukan kesalahannya. Parahnya Lagi, Orangtuanya ga taw keadaan Ares, karena mereka ga peduli pada Ares. Hanya peduli pada Orion yang Pintaarrr ( Wek).

Saat itu, Eka sangat jengkel seteNgah mati sama Orangtua Ares dan Orion. Masa mereka baru menyadari semua yang terjadi pada Ares dan segala kebaikan Ares yang berniat dan berusaha membanggakan Ortunya....seteLah Ares pergi meninggalkan mereka! Dan kalian akan sangat marah pastinya kalau tw apa sebab Ares meninggal???? Karena menolong Orion yang dikeroyok PREMAN!? puas kan Orion....setelah apa yang dilakukannya sama Ares selama ini...Sekarang demi Orion, Ares rela mati....

Pokoknya ini cerita sedih banget dech....Kalyan coba aja baca noveLnya....

Atau kalau mau,, coba dech nonton....karena uda ada versi fiLmnya... Meskipun Eka sendiri saat ini Lum nonton tuh Film....Coz tw Lah...Tarakan kalau mw nonton FiLm barue...susah.............!!!

Tapi yakin dan sumpah dexh...pasti Lebih menarik baca noveLnya ketimbang nonton filmnya. Coz Lw novel kan Lebih asLi...trus Qta juga bisa berimajinasi. BiasaNya Lebih bagus yang imajinasi Qta daripada FiLmnya....Iya kan???

Eka yakin banget sih siapapun yang udah baca novel Summer Breeze, pasti pengen tau gimana novel ini dijadikan FILM.Meskipun Eka sendiri belum pernah nonton FILMnya, tapi Eka yakin ni Film ga bisa ngebandingin novel aslinya. Kalah telak! Apalagi Eka mendapat dari berbagai sumber yang sudah nonton ni Film, banyak yang cukup kecewa. Katanya ada sesuatu yang hilang dari novelnya di film itu. Sebenarnya bukan pengaruh dari akting pemainnya. Pemain-pemainnya uda sangat pas kok meraninnya. Eka juga setuju dengan para pemainnya seperti Mischa Chandrawinata yang sebagai Ares. Melihat gimana karakter-karakter Mischa diberbagai Sinetron, Eka uda tahu dan bisa ngebayangin gimana saat dia jadi Ares. Yach Mischa memang sesuai dengan tokoh Ares yang penampilannya agak sedikit seperti anak-anak nakal atau preman. Marcell sebagai Orion juga sudah cocok. Orion yang rajin, pintar tapi sepertinya sering menyombongin diri di depan Ares, sesuai dengan Marcell. Eka tahu hal ini karena pernah menonton Mischa dan Marcell dalam Sinetron "Gara-Gara Cinta". Disitu karakter mereka terlihat pas.

Jadi, apa yang hilang dari novel ya? Menurut beberapa sumber, banyak perubahan ada Film yang menyebabkan ceritanya jadi kurang menarik lagi dan membuat yang menonton tidak merasakan perasaan sedih dan terharu pada kisahnya. Kalau di novel:
- Ares menghadapi penyakit disleksianya sendiri tanpa ada yang tahu bahkan orang tuanya sekalipun (versi film, ibunya ngebantu Ares)-
Ares kuliah Sastra Inggris dan disepelekan sama dosennya (versi film, Ares kuliah jurusan musik dan dosennya biasa2 aja)
- Ares dianak tirikan banget sama bokapnya dan sering digebukin (versi film, Ares cuma dicuekin, disindir dan digampar 1 kali)
- Ares pengen ke Dufan karena waktu kecil dia nggak dibolehin ke dufan sebelum dia berhasil habisin bacaan yang dikasih bokapnya (versi film, Ares ke dufan diajak Reina setelah dia denger isi dikertas permohonan Ares)
- Ares jago banget berantem dan mati2an belain Orion sampe dia sendiri yang celaka (versi film, berantemnya gitu aja, biasa)
- Ares mengalami kemunduran perilaku sebelum akhirnya meninggal (versi film, masalah ini nggak tergambar jelas).
- Ares meninggal disaat dia udah keterima di sekolah penerbangan (versi film, enggak ada diceritakan)
- Keluarga Ares tau penyakit Ares dari dokter disaat2 terakhir (versi film, keluarganya memang sudah tahu penyakit Ares dan cuma Orion yang belum tau penyakit Ares)

Mungkin masih ada lagi yang ilang dari novel tapi cuma ini yang Eka tahu, maklum, Eka belum nonton filmnya, baru baca novelnya.Tapi Eka sudah sangat kecewa dengan versi filmnya. Mengetahui banyaknya perubahan itu membuat Eka jadi malas nonton filmnya, padahal dulu Eka sangat menggebu-gebu ingin menontonnya. Tapi sekarang Eka jadi takut nonton, Eka takut citra perasaan Eka yang sudah terukir pada novel Summer Breez akan dirusak oleh filmnya.

Sampai detik ini Eka bertanya-tanya, kenapa Filmnya yang harusnya menambah citra yang baik malah membuat ceritanya menjadi kurang berkesan. Tapi Eka nggak menyalahkan Filmnya kok, Eka tahu, perFILMan melakukan banyak perubahan ini karena ingin ceritanya dapat diterima logika penonton, maka film Summer Breeze dibikin dengan perubahan disana sini, berbeda dari cerita aslinya. Tapi kalo menurut Eka, detail2 perubahan yang dilakukan kurang tepat. Kenapa harus merubah bagian-bagian cerita yang justru sebenarnya itulah bagian yang sangat berkesan bagi pembaca atau penontonnya, contohnya yang Eka sebutkan diatas. Bukankah itu adalah bagian yang justru membangkitkan emosi dan gairah yang membacanya? (Bagi yang sudah membacanya pasti merasakan apa yang Eka rasakan dan mengakui bahwa hal ini benar!) Sangat sayang kalau bagian cerita itu dihapus dan diubah. Membuat ceritanya menjadi kehilangan sesuatu yang menarik.Lelucon di novel juga terasa lebih manis, misalnya pas Ares ngeluarin dompet buluknya dari jaman kapan tau karena saking cueknya dia sama dirinya sendiri. Tapi di film ini nggak ada, malah leluconnya di tampilin sama temen Ares yang kadang kemunculannya rada ganggu proses penarikan emosi penonton ke suasana yang lebih sedih.Pengurangan2 yang ada di film juga bikin penonton jadi nggak tau gimana menderitanya Ares. Padahal Ares di versi novelnya bener2 ngundang simpati semua orang yang baca termasuk saya sendiri. Saya ingat bagaimana waktu pertama kali membacanya, saya selalu nangis bombay. Apalagi waktu tahu kisah tragisnya Ares semasa hidup. Novel ini membuat saya merasa benci pada Ayahnya yang menghakimi Ares seenaknya dan memukulnya sampai babak belur tanpa tahu bahwa Ares menderita disleksia. Orang tua macam apa itu??? Bagian inilah yang bikin novel ini jadi "greget" istilaghnya! Tapi di versi film hal ini tidak diperlihatkan dengan detail. Ini yang bikin gregetnya Summer Breeze ilang. Harusnya pas liat Ares mati, kita akan mikir nggak rela dia pergi. Seperti saya yang menangis habis-habisan saat membaca endingnya! Disitu saya sangat marah pada orangtuanya yang baru menyadari dan menyesali apa yang terjadi, dan penyesalan mereka datang saat ARES UDA MATI. Tapi kalo liat di versi film yang udah jadi ini, kita pasti bakal ikhlas gitu aja liat dia mati. Mati-mati deh kau Ares, kata hati kita begitu. Tidak ada tertinggal perasaan sedih dan sakit hati kita saat melihat ending filmnya.Kalo baca novel Summer Breezenya Orizuka, kita pasti bakal tenggelam pada kesedihan dan perasaan sakit hati, marah, benci, dan mungkin juga kagum pada Ares yang bisa tegar menjalani hidup. Perasaan kita akan tercampur aduk. Seru banget!Tapi kalo nonton filmnya, mungkin kita cuma kayak lagi habis nonton wayang dan begitu selesai ya selesai, tak tertinggal suatu kesan.

Tapi Eka sangat senang kok karena novel kesayangan Eka dimainkan jadi film.
Ow ya, maafin Eka ya.........tadi bukannya bermaksud menjelek-jelekan versi Filmnya. Eka cuma emosi aja....
Sejujurnya Eka yakin kok Film ini secara garis besar dan logika sudah bagus.
Tapi lebih jujur lagi, Eka tetep lebih suka versi novelnya. Lebih berkesan dan Lebih menarik. Eka yakin semua yang sudah membaca novel Summer Breez pasti mengatakan hal yang sama.
Tapi Eka gak bermaksud menghakimi Film Summer Breez Lo...... Sebenarnya memang sudah umumnya dimana-mana, kalau novel dijadikan fil pasti tetep saja bagusan novelnya. Karena apa? Karena Di novel imajinasi kita lebih dimainkan. Dan penyampaian cerita secara tertulis itu bisa menuangkan atau menyampaikan hal-hal yg nggak masuk logika tapi dapat diterima. Kalau di film, tentu saja nggak mungkin banget menyampaikan semua kejadian yang terlalu jauh dari logika.

So, Film ini uda sangat baik kok! Thanks ya fiLm "Summer breez" uda mau menjadikan kisah novel ini sebagai sesuatu yang seolah-olah nyata dan ada!

(Tapi jujur nih ^-^, Eka ga pernah selama membaca novel ini membayangkan kalau misalnya di jadikan FILM yang memainkannya adalah "MISCHA dan MARCELL"...Tapi mereka uda sangat pas kok memerankannya~!~!!)

Nah trus noveL ketiga Kak Orizuka...ini!



Hiks,,,,,,,,,,,,,,,tapi Eka blum punya nic noveLLL..... Baca aja lum...
Minta ma Kak Orizuka tapi gak juga dipeduliin...........
Di Tarakan kayakna bLum ada ya......atau Eka aja yang Lum lyat di toko???
Pokokna Eka Yakin ini bagus...Novel pertama dan kedua aja bagus..apaLagi ini...Iya gak???

Kak Orizuka...bagi2 La novelmu yang Ini,,,





Uhm...ni noveL ke empat na Kak Orizuka....


Novel ini menceritakan tentang tokoh perempuan bernama Azalea Mariska. Azalea ini adalah cewek yang mempunyai banyak jerawat di wajahnya dan dia sangat menyukai seorang cowok bernama Dimas.Oleh karena itu, demi mendapatkan cintanya, dia berjuang keras. Tapi Barbie,ketua osis di sekolahnya yang cantik tapi sombong banget, menjadi salah satu penghalang Azalea untuk mendapatkan Dimas.Oleh Barbie, Azalea dijulukin dengan Nama Miss J yang artinya Miss Jerawatan. So, nggak salah judul novel ini Miss J! :-)
Trus, makin memperparah keadaan, muncul tokoh baru seorang cowok cakep!bernama Raya. Karena dialah, Azalea menjadi ikut pemilihan ketua OSIS! Wush, dan itu memperparah hubungan Azalea dengan Barbie.
......................................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................................

Selebihnya baca sendiri ya. ...:)
Nggak punya?? Silahkan, cari di toko buku terdekat.

Hah? Kehabisan Stoknya??
Kasihan........!!!! Hehehehehehe

Yang ke Lima,,noveLnya...


Naahhh!! Lw ini Eka puNya.....!!! CeritaNya seru,,dan penuh kekocakan. Cerita Remajanya bener2 beda La dari yang lain...Pokoe ini Novel keren!

Menceritakan bout persahabatan empat pemuda yang sekolah di SMA "ATHENS"...huhuy...sekolah yang keren dalam imajinasi Q! Mereka berempat di juluki F4!" Fantastic Four" karena mereka berempat adalah cowok2 keren dan pinter!! Mereka berempat adalah orang2 yang menduduki "Empat PeriNgkat ParaLeL Teratas" yang artinya adalah empat orang paling cerdas seantero ATHENS! keren dan pintar,,banyak cewek2 yang menggebet mereka.

Mereka berempat juga adalah murid yang suka bikin ulah dengan "GodziLLa" julukan yang mereka berikan untuk guru yang mereka benci "Pak Godzali". Kenapa benci? Itu karena, Pak Godzali tak mengizinkan mereka mendirikan ekskul sepakbola yang mereka impikan dengan tanpa alasan. Mereka berempat kukuh mendesak Godzila untuk memberitahukan alasannya melarang,,tapi Pak Godzali menolak memberitahu. Dan hal itu membuat F4 jengkel. Dan mereka memutuskan untuk bikin ulah agar Pak Godzila jengkel dan mengizinkan mereka mendirikan ekskul. Ulah mereka adalah dengan "Terlambat tiap hari ke sekolah" dengan alasan bermain sepakbola dulu di Lapangan sebelum sekolah".... Tapi sayang, pak godzali sama sekali tak tergugah dengan demo yang mereka lakukan! F4 tersebut dihukum...dan sapa saja F4 tersebut???

Ada Lando,, yang menempati periNgkat paraLel pertama (Paling pintar maksud Nya),, Orangnya keren, cool,. Makanya meski banyak yang menggebetnya..tapi sedikit yang berani mendekatinya...soalnya takut digonggongin. Masalahnya Lando ini terkesan kayak preman...(Mantan preman sih...sebelum dya mengenal 3 sahabatnya yang sekarang). Satu2nya cewek yang berhasil menarik perhatian Lando akhirnya hanya seorang...yaitu....
Aida,,,, Cewek yang kata di noveLnya...sih...putih,manis, dan agak pemalu gitu. Kalem, Lemah Lembut, feminim dan..........pahlawan perempuan yang berhasil naklukin "MONSTER" Lando...hahaha...... Aida juga termasuk cerdas karena dia menduduki peringkat Lima paraLeL,,tepatnya di bawah Sid yang peringkat empat. Awal pertemuannya dengan F4 itu pun diluar kesengajaan. Bahkan nggak disangka dya malah dekat ma F4 itu termasuk Lando. Awal kedekatan ini berkat adanya cewek, temen Aida...yaitu...

Julia...
Cewek yang selalu telat datang ke skul belakangan itu,,gara-garanya belajar tiap malam demi masuk kelas khusus. Katanya, Yang masuk kelas khusus akan mendapatkan beasiswa dan Julia butuh itu soalnya Ayahnya bangkrut dan nggak sanggup membiayai Lagi. Cewek ini sering bertengkar dengan SID! Dan asal tw saja, dibalik pertengkaran itu adala kisah percintaan yang cukup manisss...!!!

Ada Rama yang menduduki peringkat 2 ParaLel. Rama ini adalah orang yang paling ramah diantara f4 Lainnya. Tapi cewek2 yang menggebetnya harus patah hati karena dy diam2 uda punya cewek bernama Lara. Eka aja baru tw seteLah baca NoveL yang ke dua "Love United" soalnya di high school paradise, mereka ga terkesan seperti pacaran tapi seperti majikan dan bawahan.

Ada Choky,,siperingkat 3!!! Paling playboy dan otaknya agak "mesum". Suka gonta-ganti cewek karena pernah disakiti cewek..hingga ingin balas dendam. Tapi pada akhirnya Choky menemukan cinta sejatinya yaitu anak penjual kantin. Kisah cinta mereka juga gak kalah seru.

Ada Sid....nama Lengkapnya siDharta! Paling jengkel sama Julia dan ga pernah akur...tapi ujung2nya dya menyadari kalau dya sayang sama Julia. Sid ini anaknya Lucu dan sepertinya imut...soalNya dya dijulukin "Cowok imut"....dya pernah mengalami kisah paling tragis dalam hidupnya. Ibunya pernah suka gonta-ganti cowok...karena papanya sudah gak ada. Dan saat itu Sid merasa jijik sama Ibunya. Dya berharap ibunya menemukan satu orang saja untuk dinikahi. Dan saat ibunya menemukan satu sosok yang akan dicintai seumurhidup, Sid justru merasa sangat jijik dan mau muntah...Lho??soalnya,,, sosok yang dicintai ibunya itu dan mencintai ibunya itu adalah......GODZILA!!! Saat itu Sid bener2 frustasi! Tapi untunglah semuanya berakhir dengan baik.....Fiuuuhhhh!!!!


Diantara orang2 itu,,,yang menarik perhatian Eka adalah Sid dan Julia..... Kenapa? Mw tw??? Baca aja NoveLnya...pasti nti u tw ndiri alasan Eka...

Coz,,dua orang itu menarik!!!







Nah.....kaLo yang inie adaLah noveL ke lima Kak Orizuka...





Ugh...ini juga Eka beLum baca tw!!










Ni novel ke enam Kak Orizuka!! Nah Lw inie Eka punya!! Novel ini adalah lanjutan dari "High SchooL Paradise!" Ceritanya makin seru Loh...apaLagi di sini terungkap Lah perasaan Sid ke Julia...Lando ke Aida,,Rama dan Choky...dLL.


Bahkan di sini ada beberapa kisah seru yang Lainnya. Pokoknya baca aja dech! Dijamin seruuuuuuuu banget ceritanya! Beda jauh ama Summer Breeze yg uda bikin Eka nangies.....abies.......!!!








Inie noveLnya yang ke delapan!! juga Eka ga PUNYAAAAAAAA! Hiks...beLikan eka duNg kawanD!!!!




















Nah ini nooveL Kak Orizuka yang ke sembiLan....Eka PUNYA! Ceritanya buagus........!! Berbeda ma novel2nya yang sebeLumnya itu Loh!!
Hum....Ini kisah tentaNg Leo dan Nana.


















Nah...ini noveLnya yang ke sepuLuh!
Kalau gak salah sinopsis ceritanya tuh begini.

Ryan Ardiansyah datang ke Desa Sungai Duri, Kalimantan untuk mejalani PTT-nya sebagai dokter muda yang baru saja diwisuda. Entah mengapa, sejak pesawat yang Rian tumpangi mendarat, ia sudah merasakan sesuatu yang tidak enak. Sesosok perempuan gaib menampakkan wujudnya di hadapan Rian.
Keanehan ini diperkuat dengan pernyataan Anwar, orang yang menjemput Rian di bandara yang mengatakan bahwa di sana banyak orang hilang secara tiba-tiba. Mulai dari seorang dokter yang tiba-tiba hilang setelah dituntut pertanggungjawabannya karena menghamili salah seorang gadis desa, hingga sekumpulan tim SAR yang sedang mencari korban hilang.
Mendengar hal seperti itu, pikiran Rian tambah kacau. Belum lagi persoalan cintanya dengan Santi yang kandas setelah beberapa tahun pacaran. Semua itu jelas membuatnya tidak bisa tidur dengan nyenyak. Rian sadar betul, tidak semua orang di desa tersebut bisa menerimanya. Terutama jika melihat sikap Pak Tambul, Kepala Desa Sungai Duri yang sangat ketus dan tidak bersahabat terhadapnya.
Setelah beristirahat, Rian—dibantu Raka, asistennya di klinik—membereskan perlengkapan medisnya. Masih sangat jarang ada orang yang datang ke klinik itu. Mereka lebih percaya dukun ketimbang dokter. Kalaupun mereka datang ke klinik, itu karena sang dukun sedang tidak ada.
Namun ada satu hal yang menjadi pikiran Rian, saat ia menemukan beberapa orang dengan jahitan-jahitan panjang di tubuhnya. Jahitan yang begitu rapi dan nyaris sempurna. Tidak mungkin orang awam mampu melakukannya. Puncaknya adalah saat Rian dan kedua sahabatnya yang sedang berlibur—Deni dan Hasan, serta Lila anak kepala desa, menemukan tenda-tenda berantakan di tengah hutan yang ditinggalkan begitu saja oleh pemiliknya.
Setelah penemuan tenda-tenda itu, satu per satu teman-teman Rian menghilang. Anwar, Lila, Hasan, bahkan Pak Tambul pun ikutan menghilang. Apa yang sebenarnya terjadi dengan mereka? Benarkah hutan Kalimantan sebegitu mistisnya hingga banyak orang yang hilang di sana? Bahaya apa yang sedang Rian hadapi? Yang jelas, sudah saatnya Rian melakukan sesuatu, sebelum ia sendiri menjadi korban.
The Shaman yang diterbitkan oleh GagasMedia merupakan novel adaptasi pertama yang ditulis oleh Orizuka. Novel adaptasi bergenre thriller-horor ini memang cukup menegangkan saat dibaca. Apalagi ditambah dengan nuansa hutan Kalimantan yang notabene masih dianggap angker oleh kebanyakan orang. Namun, apa yang diceritakan dalam novel ini nyatanya lebih mengerikan ketimbang mahluk halus. Sesuatu yang tidak hanya meminta nyawa, melainkan bagian lain dalam diri setiap korbannya.

(Gimana?) apa kah sinopsisnya uda cukup menarik anda untuk menjadi pembacanya? Bagi aku ini sudah cukup menarik. Eka salut dengan niat kak Orizuka untuk menerobos dunia cerita baru. Tapi jujur aja, Eka Lebih suka kalau kak Orizuka menulis cerita kayak Summer Breeze or Gigh School Paradise. Jauh lebih cocok dengan karakter kak Okke or Orizuka. Dan ceritanya juga Lebih fresh buat ukuran anak seusia Eka ini.


Eka Lum Punya novel ini. Ga tw sie. Ini uda terbit apa belum?? Kayaknya sie beLum, maksud Eka belum ada di Tarakan. Cos masih barue! Eka aja tw ni novel dari kak Orizuka, soaLnya Eka ma Kak Orizuka temenan di FS.......! Seneng uy! Kak Orizuka add Eka jadi teman! Kirain oraNgnya sombong....eh ternyata baik banget!!!!








KaLau kaLyan juga mau berteman denGan kak Orizuka....gampaNg...add aja dya!
Nie...eka kasih aLamat FSnya!!!

"mrsraikkonen_rulez@yahoo.com"

ato kaLo mw jadi penggemarnya, add aja.....

mailto:chazrel21@yahoo.com


ABOUT ORIZUKA :

Orizuka atau Okke Rizka Septiana adalah seorang mahasiswi jurusan Ilmu Komunikasi UGM. Setelah menyelesaikan novel pertamanya di GagasMedia yang berjudul The Truth About Forever beberapa waktu lalu, Orizuka mencoba peruntungannya dengan menulis novel adaptasi bergenre thriller-horor. Cewek yang satu ini sebenarnya bukan orang baru di dunia penulisan, karena sejak tahun 2005 ia sudah berada di dunia ini. Sampai sekarang, ia sudah memiliki sembilan judul novel.



Terima kasih kunjungannya~ :)

 

bOLLywood-giRL.coM © 2010 Web Design by Ipietoon Blogger Template and Home Design and Decor