Tampilkan postingan dengan label me and friends. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label me and friends. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 Februari 2015

Muslim Women di mata seorang Bule ^^;

Diposting oleh Eka Suzanna di 01.30 1 komentar






Aduh... setiap hari itu kadang ada aja ya sesuatu yang bikin syok atau bahkan lucu.. ^^;

Hari ini aku terkaget-kaget mendapati bahwa ternyata ada non muslim (bule) yang berpikir kalau muslim itu sama aja kayak mereka yang lain (agama selain islam), dan bahkan ia berpikir kalau negaraku, Indonesia, sama saja dengan negaranya (dia tinggal di UK) dalam hal kulture atau apa..

Berawal dari ceritaku juga sih sebenarnya. Jadi, dia ini, bule dari UK, namanya Simon. Kita saling tahu atau berkawan sebenarnya sudah dari lama, dari tahun kemarin lah sekitar bulan Juni 2014. Cuma aku kan orangnya emang cuekkan, apalagi sama cowok, bule pula. Jadi ya sekalipun dia coba berkawan lebih dekat denganku, aku cuekkin aja, kadang cuma say hi gitu doang. (juga karena bahasa inggrisku terbatas, sih wkwkwk ^^; #akhirnyangaku).

Sampai sebulan ini aku jadi lumayan dekat sama dia, itupun dekatnya cuma sebatas sering saling chat aja di facebook messenger, berawal say hi doang, tanya kabar, lalu cerita-cerita gitu atau ngobrol-ngobrol lucu. Kenapa ya kita jadi dekat? Oh iyaaaa... karena aku ada bikin status tentang teroris waktu itu (tragedi prancis). panjang sih aku bikin status, cuma intinya sih/kesimpulannya adalah aku pengin bilang bahwa teroris itu bukan ajaran Islam. Islam tak pernah mengajarkan kita membunuh atau jadi teroris. Islam cuma mengizinkan membunuh di masa perperangangan. Ya iya lah, masa kalau berperang trus muslim diserang non muslim, kita diam aja pasrah dibunuh? ya tak mungkin lah.. Maka itu dalam Al-Qur'an, kalau terlibat perperangan kita boleh membunuh para kafir. Tak pernah kita diajarkan membunuh di luar perperangan, apalagi jadi teroris. Makanya, aku sakit hati kalau ada tragedia kayak kemarin, karena jadi mencoreng nama Islam, agama Allah. Apalagi itu langsung dijadikan bahan para kafir untuk menghina agama islam sebagai agama 'membunuh'. Sakit hati dengarnya!

Apalagi salah satu temanku yang non muslim, langsung bertanya padaku tentang tragedi prancis itu 'Kenapa islam melakukan itu??', itu tuh kesannya langsung menuduh bahwa Islam adalah agama yang mengajarkan / menganjurkan untuk membunuh. Aku jadi kesal, makanya aku bikin status yang kesimpulannya sih aku pengin menyampaikan kalau Islam tidak pernah mengajarkan membunuh (di luar perperangan)/menjadi teroris. Teroris bukan ajaran Islam. Kalaupun para teroris itu membawa nama Islam atas tindakan mereka, itu urusan mereka dengan Tuhan-Nya. Tapi yang aku harap, bisa nggak sih, nggak langsung ngejudge Islam itu agama teroris yang cuma tahunya membunuh?? paling sakit hati itu kalau ada yang bilang bahwa Tuhannya Islam mengajarkan untuk membunuh. -_-

Maka di akhir statusku waktu itu aku bilang "Kalau memang islam itu diperintahkan untuk membunuh dan jadi teroris, sudah pasti kalian semua (non muslim) mati dari kapan tahu". Mengingat umat Islam itu jumlahnya juga mencapai miliaran.

Sebenarnya itu berupa sindiran, karena mereka terus-terusan mengatakan Islam adalah agama teroris dan agama yang memerintahkan untuk  membunuh orang, jadi aku pengin membuka mata mereka: 'Heeiii... kamu bilang kami ini agama yang cuma membunuh orang? kalau memang kami itu 'begitu', harusnya kalian sudah pasti mati dari kapan tahu! Tapi nyatanya? Sampai sekarang kalian masih hidup dengan aman sentosa kan?? Apa ada kami melakukan tindakan kriminal pada kalian?'

Aku bersahabat 5 orang. Dan tahu nggak? Dari kami berlima, satu-satunya umat Islam itu cuma aku, yang lainnya Kristen. Tapi aku tak pernah ada niat membunuh mereka -_- #kesal.


Nah.. Simon yang baca statusku itu langsung nge-chat aku, dan bicara panjang lebar dalam bahasa inggris, yang kesimpulannya sih dia bilang bahwa dia bukan memihak siapa-siapa (antara non muslim dan muslim), dia juga tak mau ngejudge siapa yang salah siapa yang benar. Di matanya, semua agama sama saja, sama-sama merasa paling benar, ada sisi jelek dan bagusnya. Semua agama sama di mata dia, karena itu dia memilih jadi atheist. Dia bilang, Islam ada sisi positif dan negatifnya (ya itu, suka buat kekacauan termasuk teroris), Kristen pun begitu. Jadi, di mata Simon, tak ada agama yang benar-benar bagus. Tapi dia menambahkan "Tapi itu juga karena aku mungkin tak mendalami agama itu, jadi apa yang aku bilang tadi juga bisa jadi salah. Mau bagaimana lagi? Sekalipun agama Islam tak seperti yang dipikirkan aku/non muslim lainnya, faktanya apa yang ditunjukkan adalah seperti itu. Aku menanti pembuktian. Aku percaya islam itu agama yang baik, dan mungkin semua agama pun baik. Tapi kalian (para penganutnya) harus bisa membuktikan itu."

Panjang sih Simon ngomongnya, yang aku cantumkan cuma kesimpulannya aja. Dan aku akuin, Simon ada benarnya. Faktanya memang sebagian besar oknum membawa nama Islam untuk tindakan yang tak baik -_- Nama Islam rusak karena orang seperti mereka. Jadi, sekalipun kita mau berusaha merubah pandangan orang tentang Islam... hmmm... is difficult... is hard... Sebaik-baiknya yang bisa kita lakukan adalah menjadi umat yang lebih baik, menjadi hamba Allah yang bertakwa, sehingga orang bisa melihat bahwa Islam ada agama yang mengajarkan banyak kebaikan (bukan hanya membunuh, yang mana itupun cuma diperintahkan pada saat perperangan, bukan di luar itu!).

Sejak itu aku dan Simon lumayan dekat. Walau awalnya aku sempat jengkel dengan kata-katanya tentang agamaku, tapi setelah saling bicara, ternyata dia tidak seperti itu. Dia orangnya open minded, sangat enak diajak bicara hal yang serius maupun non serius. Dia tidak memandang islam itu jelek, tidak pandang bulu. Ya buktinya, dia mau berkawan sama saya, padahal saya muslim, berjilbab pula.. ^^; Bukan aku loh yang mendekati dia, dia yang duluan, padahal sudah jelas-jelas aku berjilbab. Tapi itu berarti ia tak alergi pada Islam maupun perempuan berjilbab.

TAPII...

Ini dia. LOL

Setelah berteman, baru tadi pagi aku tercengang dibuatnya, sekaligus merasa lucu... ^^; Syok juga.

Aku tak menyangka, ternyata dia selama ini berpikir kalau semua manusia itu sama aja dengan bangsa di negara dia (UK). Maksudku, apa yang lazim bagi mereka, dipikirnya lazim juga bagi semua negara dan agama.

Ini berawal saat aku curhat ke dia (oke, ini cerita lain lagi), tentang seorang kenalan yang naksir temanku. Kenalan itu seorang cowok, duda, orang Indonesia tulen tapi besar di Australi. Sudah punya anak juga, ada dua. Dulu dia nikah dengan bule, tapi sudah cerai, jadi sekarang single. Dan dia naksir temanku yang adalah perempuan berjilbab. Awalnya aku pun terbingung-bingung sendiri saat ia mengaku naksir temanku dan selalu nanyain kabar temanku (soalnya temanku itu memang tipe ice princess, apalagi sama lelaki gak jelas, yang dia gak kenal-kenal banget, apalagi duda, apalagi... beda keyakinan ^^;). Iya, dia ini Kristen. makanya aku terkaget-kaget, ngapain dia naksir temanku? Kan temanku itu perempuan alim. Yang aku lihat, dia ini adalah tipe cowok yang mestinya sih wanita idamannya itu 'liar', bukannya yang alim berjilbab. makanya, aku tanya dia: "kenapa sih kamu suka (sebut saja namanya) Vivi? Nanyain Vivi mulu."

Dia bilang, karena Vivi cantik, pintar, dan juga dia dipesan ibunya agar mencari wanita baik-baik.

Hmmm..... Dalam hati aku menggumam, ya nyari wanita baik-baik, tapi kok ekstrem banget ngincarnya yang muslim? Berjilbab pula. Kan beda keyakinan.... Sudah jelas tak mungkin bersama.  Tapi aku tak/belum mau bertanya alasan dia ngejar wanita yang beda keyakinan. Lagipula Vivi juga gak akan pernah mau sama dia ^^;


Sejauh yang selama ini aku lihat dari dia, masih tetap pada kesan pertamaku, dia tipe yang 'nakal'. Sifatnya ala bule (mungkin karena besar di Australi). Jadi, aku tak tahu, apakah dia 'nakal', atau karena aku saja yang gak biasa? Lol. Karena kan kayaknya bule-bule yang aku tahu emang sifatnya begitu. Supelnya medekati 'naughty'. Emang gaya bule. Sama macam Simon, 'naughty' lol ^^;

Sampai aku agak syok kemarin, waktu tahu kenyataan bahwa dia 'having sex' 3 days ago. Aku langsung yang... ????

Aku sih tak komentar apa-apa atau beri tanggapan apapun. Kan itu urusan dia. Mau ngeseks kek, mau jungkir balik kek, ya masa bodo sebenarnya. Hanya saja aku jadi bingung, kenapa dia ngejar-ngejar perempuan berjilbab yang alim? Kalau dipikir sampai sekarang tuh aneh tau nggak. Pertama, dia Kristen. Kedua, kelakuannya aja begono kok ya ngincar yang alim?? Kenapa nggak pacaran aja sama perempuan yang ngeseks sama dia beberapa hari lalu itu? :/

Aku sih gak masalah sebenarnya. Aku maklum. Namanya 'bule', bagi mereka itu hal biasa, gak aneh. Cuma ya bingungnya, kenapa mereka naksir perempuan Muslim berjilbab? Itu semacam kayak... bahasa kasarnya 'nggak ngaca'. ^^; Namanya orang kan biasanya pasti nyari partner/kekasih yang.. yah pasti kita tahulah yang kita layak/nggak. Macam aku, aku kan tahu aku siapa dan kayak apa.. jadi aku tahu diri gak naksir sama cowok non muslim. Atau, aku yang lahir di kultur macam Indonesia dengan balutan didikan agama Islam, sudah pasti nggak bakal ngelirik cowok 'naughty'. Bukan karena pilih-pilih, tapi ya itu sudah semacam insting, karena sudah tahu, itu bukan 'lingkungan'ku. Nah, sama.. cowok yang 'naughty', pergaulan seks bebas, beda keyakinan pula, kok ya ngejarnya malah perempuan alim berjilbab... kan aku jadi bingung. Tapi aku belum/tak tanya apa-apa, sih sama dia. Cuma, aku jadinya curhat sama Simon, karena Simon kan bule, trus pergaulan seks bebas juga, dan non muslim, jadi mungkin dia bisa tahu jawabannya, lol.

Dan jawaban Simon.... bikin aku pijat-pijat kening.. ^^;

Simon:  If two people fall for each other over long distance, it's not about religion or looks, they have found something which slot of people miss, it's their personality if you can fall in love with that, then nothing else matters you be with each other No matter what.

Me: Bukan itu maksudku. Ini tak hanya sekadar agama. Tapi prilaku juga. Dia pelaku sex bebas.dia bahkan behubungan seks 3 hari yang lalu entah dengan siapa. Katanya suka sama temanku, tertarik, something like that.. kenapa berhubungan seks bebas dengan berbagai wanita?

Simon: Oh I see. Sex with different people is OK if your single.That don't matter for him if he wants sex then hey he will ask any woman. If they say No. Then they be onto the next woman.

Di sini aku sempat tercengang sebentar, tapi kemudian langsung maklum 'oh iyaaa... aku kan sekarang sedang bicara sama bule -,-'


Oh iyaa, sempat ada kejadian lucu. Ada miss communication, karena aku sempat kelepasan cerita dengan bahasa Indonesia, lol. Biasanya Simon mengerti apa yang aku katakan even in indonesian language, jadi aku pikir tak masalah. Iseng, aku tanya, apakah ia mengerti ceritaku? Karena bila melihat jawabannya, kok agaknya ada sedikit aneh.. karena dia ada mengatakan ini:


 Fall in love and put everything aside, when you get together, it's just two people, different cultures and religion, but does that go through your head when your both naked, and making love? It's down to each other to make each other happy and both of you to make a happy life together, No matter what: )

 You can be Muslim, an alien, a banana if I like you then that's it I like you.


So, aku bertanya padanya, apa dia benar-benar paham akan ceritaku?


Simon:  I understood that story

Me:   Oh, really? What's the story that i told you? Repeat, please :p

Simon:  There's this man who wants to have sex with you, but he is Christian and your Muslim, because you said No. He moves onto your friend, he has sex 3 days ago,



*di sini aku nyaris spanneng di tempat*

 You don't like it, as he is sex freek,


Me: Nooooooooooooooooo *fainting*



Serius... aku mau pingsan benaran begitu tahu bahwa itu yang dia tangkap dari ceritaku -_-



Simon: You don't understand why he could be interested in Muslim women.

Me:  Not like that *crying* *emotikon nangis bandang*
Simon: Oh sorry

Me:  sebagian ada yang benar ^^;
 Yang salah adalah, he is not trying to have sex with me ^^;
 He never asked me to have sex

Simon:  Why not is he gay?


Asliiii... aku nyaris garuk-garuk kepala baca pertanyaan polos Simon itu.. -_- 
^^;



Me:  Because im muslim

Aku sengaja menjawab singkat. Karena aku pikir itu sudah merupakan kalimat pamungkas,  dan bisa langsung dipahami. Walau bodohnya, aku tak sadar kalau Simon dari awal juga sudah tahu kalau aku muslim ^^; Kenapa aku malah menjelaskan apa yang ia sudah tahu ya? ^^; Yaa... itu karena aku pikir 'im Muslim' adalah kalimat pamungkas, yang AKU PIKIR semua orang akan tahu hal itu.


Tapi ternyata... tak seperti yang aku pikirkan. Ternyata... tak semua orang tahu apa Muslim itu sebenarnya... selain hanya sekadar bermakna 'orang yang beragama Islam'.


Simon: So? Can you not have sex with other cultures?  Can you only see Muslim boys/men And only have sex with Muslim men? Sorry, I'm dumb here

Okee... next pertanyaan polos Simon keluar ^^;, bikin aku kali ini benar-benar garuk kening. 
Sebenarnya ini hal yang simpel, tapi tak tahu kenapa aku jadi kesulitan menjelaskan padanya. Mungkin karena aku syok, karena ternyata Bule seperti Simon berpikir bahwa sekalipun Muslim, tetap hal yang lazim kalau mau having free sex ^^; Dia malah salah paham, salah mengartikan maksudku, berpikir kalau 'apa seorang Muslim hanya boleh ngeseks dengan sesama Muslim? Tak boleh dengan yang agama lain?' Lol... haduuhh... *garuk-garuk dinding*

Me:  Not a problem of culture. But having sex only when already married. He is not my husband (so i can't have sex with him. IMPOSSIBLE).

Simon: Ok


Aku pikir itu jawaban sudah sangat jelas, sampai ada pernyataan baru dari Simon lagi yang bikin aku pengin guling-guling di aspal.



Simon: OK, because couldn't have sex with you, he turned to your friend, 

 Me: No. He never asking me to have sex..

Itu aku menjawabnya dengan sudah sangat lelah, lemas, dan nyaris despresi.. ^^;



Simon:  OK yeah coz couldn't have sex with you, so he didnt ask you.

Me:  having sex itu wajib? hh -_-


Di titik ini aku sudah sangat kesal. Bete aja gitu, kenapa sih di otaknya mesti 'have sex' mulu?? Padahal dah dibilang berkali-kali, kalau lelaki itu gak pernah ngajak aku nge-sex or something like that -_-
Makanya, aku jadi berpikir.. ini bule ya saking di negaranya seks itu hal yang normal dan biasa aja, jadinya mikir semua umat cuma mikirnya having sex doang -_-



Simon:  No, you can male friends even if you didn't want sex with anyone? That right ?

Me:  though I was not married yet, he would never take me in sex


Ini kalau diverbalkan sebenarnya aku sedang bernada ketus menjawabnya ^^; hee~



Simon: Oh I see.

Tak tahu deh dia beneran ngerti apa kagak, udah masa bodo saya.. ^^; lol



Me:  he is interested not in sexual way

Simon: Yeah: ) to be friends

Me: Do not like that too. Arguably looking for partner.
more than friends. In a special relationship.

Simon:   OK: ) friends with benefits?


Di sini aku sudah benar-benar sangat lelah dan ngusap keringat... beneran, deh.... ^^;


Me: Courtship. In your country knows courtship?

Simon: Dating. Yes. Courtships is dating or wooing someone else to get them to fall in love with you. That's what it means here.


Me:  Nah, ya.. So, if like that, you dating with someone, should be having sex?


*kalau divisualisasikan, di sini aku sudah super datar dengan muka bener-bener straight face*

Dan jawabannya bener-bener bikin eike spanneng...lol.. Bule oh Bule..


Simon: If you want to have sex and your not married of course it's fine.

Me: Not like that here.

Simon:  Here you can have sex even if your not married.


Di sini eike benar-benar siap angkat barbel.. Huh..hah..Huh..hah..!

^^;

Me: Thats why I said, different. Differences in culture and religion. ^^;

 Simon: I see now. OK: )


Aku gak tahu ini bule paham beneran apa cuma I see I see aja ^^;


Kesimpulannya adalah, aku syok.... karena ternyata bagi Bule, orang Indonesia ya sama aja macam di negara mereka. Dan agama Islam ya sama aja dengan mereka. Beda agama dan negara tak membuat mereka berpikir bahwa ada aturan yang berbeda. Mereka pikir,kita, orang Indonesia, terlebih yang Muslim, sama aja macam mereka, kalau mau have sex ya have sex aja, gak mesti nunggu married. haduuh... kacau nih ^^;

Aku tuh masih syok karena dia dengan santai bilang 'kenapa dia gak ngajak kamu sex? Dia gay?' huhuhu... dipikir eike perempuan gimana?? :( Padahal dia tahu loh aku Muslim, bahkan dia sangat tahu aku pakai hijab. Tapi ternyata itu tak membuat dia berpikir bahwa aku tak mungkin tak melakukan hal semacam having sex dengan siapa saja itu huhuhu... aku syok... berarti kan selama ini bule tak berpikir bahwa Muslim itu beda, dan mereka tak tahu bahwa dalam agama Islam ada banyak aturan ketat, tak sebebas mereka..

Tapi ada sisi positifnya. Dengan ini, aku makin yakin kalau Islam itu agama yang benar. Karena apa? Walau Islam banyak aturannya, tapi bisa dilihat aturan itu untuk kebaikan. Aku rasa, orang paling bodoh pun bisa bedakan mana agama yang benar dan salah. Simpelnya: Kalau Agama A membolehkan kamu seks bebas, tak ada aturan harus menutup aurat, jadi kamu mau pakai seksi-seksi atau telanjang sekalipun sah-sah aja, sementara Agama B super ketat aturannya, harus menutup aurat! dll, aku rasa semestinya orang bodoh tahu, yang benar itu Agama A atau B :)

Hasil perbincanganku dengan Simon ini bikin aku miris dan sangat bersyukur aku mengenal ajaran agama Islam dan berada di dalamnya. Dalam agamaku, ada anjuran untuk menutup aurat, dan mengharamkan seks selain dengan suami/istri. Sementara mereka, karena tak ada aturan dalam agamanya, mereka bebas-sebebas-bebasnya. Mereka mau nyungsep, jungkir balik, telanjang, having sex sana-sini, tak ada larangan. Justru hal ini yang bikin semakin jelas bahwa agama Islam adalah satu-satunya kebenaran. Hanya orang yang tak buta hatinya yang bisa melihat. Padahal ini kalau dianalogikan, sangat mudah. 

Bila kamu ada di asuh dua orang tua berbeda:

Orang Tua A: Sangat ketat aturannya. Anaknya tak boleh pakai baju seksi/di luar batas. Ada jam malamnya, paling lama pulang harus jam 8, tak boleh lewat. Semua serba aturan, makan harus begini, prilaku harus begitu, sikap harus santun, pokoknya orang tuanya sangat keras. Anaknya harus bangun pagi setiap hari, harus menghormati orang yang lebih tua, dll.. semuanya diajarkan dengan sangat keras tapi tujuannya satu: untuk mendidik kedisiplinan n si anak.

Sementara orang tua B: Anaknya sangat dimanja. orang tuanya cuma tau kerja, pergi pagi, pulang malam, tak tahu menahu dengan anaknya, karena mereka memberikan kebebasan pada anaknya. Mereka hanya menyediakan uang untuk anaknya di rumah. Anaknya mau pulang jam berapa, terserah. Anaknya mau pakai baju apa juga terserah. Anaknya mau tak pulang sekalipun juga terserah. Anaknya mau bergaul sama siapa juga terserah, orang Tuanya tambil pusing. Pokoknya semua bebas! Anaknya boleh melakukan apa saja. Tak ada peraturan apapun di rumahnya sehingga anak itu jadi bangun sesukanya, lalu pergi main seharian, dan pulang malam.



See? Dengan analogi seperti itu, rasanya tak mungkin ya kalau masih belum jelas sangat :)























Selasa, 06 Maret 2012

Minjem atau Manfaatin!?

Diposting oleh Eka Suzanna di 08.17 0 komentar
Sepertinya selama hidup saya, lebih banyak orang yang 'meminjam' sesuatu pada saya dibandingkan saya yg meminjam sesuatu pada orang lain.

Dari jaman TK sampai sekarang.

Tidak banyak sih yang saya ingat detailnya.

Ketika SD, yang paling saya ingat adalah teman saya bernama Lia. Waktu itu kami kelas 1-2 SD. Dua tahun se kelas. Dan selama itu, sering pula setiap istirahat dia pinjam uang saya karena dia jarang dapat uang jajan, dan kalau pun jajan, terkadang lebih sedikit dari saya. *atau jangan2 sebenarnya dia jajannya banyak, tapi dia bohongin saya? Maybe..*

Dan tahu? Waktu itu saya masih kecil...tidak begitu mengerti utang-mengutang. Ditambah dengan sifat pelupa saya, dan ditambah sifat 'tidak tegaan' dan 'tidak enak hati' saya...jadilah...dia terus2an pinjam uang, dan tidak pernah mengembalikannya..

Kalau saya nagih, ada saja alasannya, yang uangnya belum ada lah.. apa lah.. sampai akhirnya saya melupakannya dan mengikhlaskannya..

Begitu juga dengan barang. Saya sering kehilangan penghapus, penggaris, pensil,... tapi hilang bukan karena teledor, melainkan hilang karena tidak dikembalikan oleh yang meminjam...yang saya pun lupa siapa saja yang pinjam hingga tidak bisa menagihnya T__T

Tragis.

Jadinya, saya dulu memang paling tidak betah punya barang. Baru beli, beberapa hari kemudian sudah hilang. Dalam setahun ada kali berpuluh kali saya beli pensil, penghapus, dan penggaris *lebay*

sampai mama saya suka mengomel, "Kenapa sih barang suka hilang? Coba barang itu dijaga baik2. Lihat saja..dulu waktu mama sekolah tuh penggaris dari kelas 1 sampai kelas 6, utuh. Nggak hilang dan nggak patah..."

Dan kalau sudah begini saya cuma speechless hehe. Untung selalu ada papa saya yang senang membela saya hehe.

Nah, nasib saya ini terus berlangsung ...

Kelas 3, 4, 5, dan 6 , SMP, dan SMA...selalu saja jadi tempat teman2 minta bantuan, apalagi kalau sudah uang..pasti lari ke saya T__T


Saya jadi bingung, apakah di kening saya ini tertulis 'bank berjalan'?

Nah... saya pikir di kampus, tidak akan terjadi hal seperti itu-itu lagi.

Eh...ternyata tetap saja ada ya... saya benar-benar tidak bisa lepas dari masalah ini kayaknya.. heheh *meringis*. Seolah-olah ini memang sudah garisan nasib..

Sekarang ini, saya malah punya banyak (beberapa teman)yang bolak balik minjam uang ke saya.

Salah satunya adalah teman dekat saya *lagi*.

 Yang satu, katakan lah, R. Dia teman satu jurusan, tapi tidak terlalu dekat dengan saya. Hm, dekat sih.. sering ngumpul bareng, tapi saya rasa kami tidak sedekat itu. (menurut saya dia bukan sahabat/teman dekat saya walau kami sering ngumpul bareng)

Kalau masalah curhat dan masalah2 berbau pribadi, dia lebih sering ngobrol ke temannya, tidak ke saya. Begitu juga saya, saya tidak pernah cerita2 masalah pribadi ke dia, paling hanya sebatas hal-hal umum saja yang saya dan dia bicarakan.

Tapi, anehnya.... suatu kali dia mendekati saya untuk curhat. Dia curhat masalah keluarga dan apa saja , membuat saya dalam hati terheran2. Tumben dia cerita ke saya?

Sampai pada akhirnya diai minjam uang 50.000, dengan alasan dia belum dikasih uang jajan, dan dia mau beli sesuatu barang 'penting' yang saya tidak tahu apakah itu. Saya tidak terlalu suka menanya2 hal-hal seperti itu, karena takut mengganggu privacynya. Jadi saya berikan saja tanpa banyak tanya.

Setiap saat dia selalu bilang akan ganti 'bulan depan'. Tapi begitu 'bulan depan' dia akan katakan lagi 'saya belum ada uang, ka. Bulan depan ya, saya janji.'

'bulan depan' kemudian ada lagi alasannya, sampai saya sendiri mulai malas menagih dan memutuskan untuk melupakannya saja.

Dan kemudian suatu kali dia cerita papanya kena PHK. Sudah 3 bulan tidak kerja, katanya. Dan dia butuh uang. 300.000.


Saya prihatin. Kasian sekali. Akhirnya saya pinjamkan, karena dia janji kalau 'pacarnya' gajian, dia akan ganti. Yang mana belum juga sampai sekarang diganti..

  Teman dekat saya, katakan lah E, lebih parah lagi dari R. Setiap kali selalu dan selalu lari ke saya kalau butuh uang. Memangg minjamnya sedikit2, kadang 10000 saja, kadang 5000 saja, kadang malah cuma 2000 saja. Paling tinggi adalah 20000. Tapiiiii....kalau begitu terus hampir setiap hari, kalau dikumpul2 itu berapaaa totalnya??

Mungkin karena E ini bisa dibilang teman dekat saya, jadi dia tak segan2 sama saya. Terlebih saya orangnya juga tidak bisa tegas kali ya?

Teman2 yang lain pun senang sekali  'meminjam' pulsa handphone. Terlebih beberapa diantara mereka tahu kalau saya pakai kartu prabayar. Makin getol saja mereka minjam tiap hari untuk nelpon.

Tapi memang kadang saya juga sih yang menyuruh mereka untuk nelpon. Kalau mereka minta pinjam untuk SMS,  Saya izinkan mereka pakai hp saya. "Telpon aja sekalian, susah nanti kalo SMS," kata saya.


Maksud hati karena saya mau cepat selesai urusannya. Kalau SMS kan nanti bolak balik mulu pinjam hp untuk balas-balasan -__-". Jadi mendingan langsung telpon.

 Saya sih bukannya nggak ikhlas...cuma heran saja.. sering banget mereka yang minjam2 itu (barang, uang, atau pulsa) adalah orang2 yg tidak begitu dekat dengan saya. Misalnya, kalau urusan jalan, shopping, atau menggosip, mereka lebih senang sama teman2 mereka. Tapi giliran minjam2, uang, barang, dan pulsa.. larinya ke saya. Why???

Ini memang bukan kali pertama teman2 saya meminjam uang saya. Sebelumnya, memang banyak yang meminjam sejumlah uang yang nominalnya cukup besar. walau sampai sekarang, yang bisa mereka kembalikan baru setengah dari jumlah yang mereka pinjam. Beberapa kali sempat saya tanyakan, tapi melihat keadaan, kadang saya jadi ga tega. Sampai akhirnya seperti biasa  saya belajar mengikhlaskan saja dan berpikir, "Alhamdulillah kalo dia bisa bayar, tapi jangan berharap terlalu banyak, deh. Ikhlaskan saja. Insya Allah nanti ada gantinya yang lebih baik.."

Saya bukan orang yang bisa bilang TIDAK. Dalam banyak hal, rasa iba lebih sering mengalahkan logika & keputusan saya. Hanya saja, belakangan ini saya merasa 'sedikit' dimanfaatkan. Entahlah, mungkin saya suuzon *astaghfirullah*, hanya saja melihat dari betapa seringnya mereka meminta tolong pada saya, sementara saya tau, kalau mereka sedang senang mereka tidak dengan saya dan lebih dekat dengan teman2nya yg lain, tapi giliran sedang susah malah saya yang didekatin. Mungkin karena 'mereka' tau, kalo saya paling ga bisa menolak.

hm...

Dan kata2 yang paling menohok adalah kata2 dari teman saya bernama M. M ini adalah teman dekat saya, dan juga teman dekat beberapa orang yang di atas (yang saya bilang sering minjam2 ke saya). Kemarin ketika kami sedang ngobrol berdua di rumah saya, sampailah kami pada pembicaraan soal 'pinjam'.

Karena kemarin, ketika kami asyik ngobrol..mendadak ada SMS masuk dari R *lagi*. Dan kebetulan M membaca SMS itu dan M kaget. "Ka, si R mau pinjam uang 500.000???"

Saya yang sudah biasa dengan R ini sih hanya santai. Sementara M tak percaya. "Banyak betul?? Kenapa?"

Akhirnya kami jadi bicara ngalor ngidul, dan saya curhat kalau saya agak kesal juga sama R karena senang minjam tapi tidak pernah kembalikan. Saya juga curhat tentang teman2 yg lain. Sampai akhirnya M nyeletuk.. "Kamu sadar nggak sih? Kalau mereka itu cuma memanfaatkan fasilitasmu?"

Saya diam.

Saya diam karena sebenarnya selama ini saya juga tahu itu, tapi tidak mau menyadari. Dan kini ada orang yang mengatakan itu di depan saya, membuat saya jadi sadar kalau...ah..ternyata benar. Ini nyata. Saya cuma dimanfaatin.

M: "aku bukannya mau fitnah atau apa... tapi aku kasih tau gini juga..karena aku bisa liat sendiri. Kamu liat kan? Kalau mereka sedang susah aja apa2 larinya ke kamu. Itu karena  mereka lihat kamu punya fasilitas lebih dari mereka. Dan kamu juga...terlalu baik *?*, Ka... makanya mereka jadi tidak segan2.."

Lalu pembicaraan kami tiba2 berubah haluan ke seorang teman. Sebut saja namanya Dilla. Dulu dia adalah teman kami juga, hanya saja dia keluar dari kampus, karena tidak kuat di farmasi *tidak kuat bergadang mengerjain laporan hehe*. Dilla ini anaknya tajir . keliatan banget memang. Sepertinya sih paling tajir di kelas kami waktu itu. Anaknya juga modis banget. Make upnya menor hehe. Tapi dia baiikkk banget :)

Dia seorang model.


Tapi entah kenapa sejak pertama kali dia masuk kuliah, tidak ada yang berteman dekat dengannya. Tidak menjauhi sih, tapi tidak juga berteman dekat. Setiap hari di kampus saya selalu lihat dia duduk sendirian. Tidak ada yang mengajaknya mengobrol. Kadang dia coba nimbrung..tapi teman2 cenderung ngomongin sesuatu yang tidak dia mengerti. Pokoknya kelihatan banget deh tidak ada yang niat jadi teman dekat dengannya. Akhirnya karena tidak enak, kadang saya selalu ngajak dia gabung dengan teman2 saya.

Tapi sepertinya sayangerti sih kenapa banyak yang tidak bisa dekat dengan dia.. karena saya sendiri pun tidak bisa dekat dengannya ^^;

Habisnya kadang kalau saya ajak bicara, pembicaraan kami suka tidak nyambung hehe. Maklum lah...saya kan anaknya rada2 katro..hehe..sedangkan dia modis banget. Aku jadi merasa kebanting setiap dekat dengannya heheh, jadi rada2 canggung juga ngobrol dengan dia. Tapi dia anaknya baiikkkk banget, dan sangat ramah .

Yang saya suka kasihan.. teman2 ngedeketin Dilla cuma kalau dia lagi bawa barang2 bagus, misalnya HP keren, laptop, atau apa lah.. Kelihatan banget dia cuma dimanfaatkan..karena dia dideketin cuma kalau lagi dibutuhin barangnya saja. Kalau sedang nggak dibutuhin, ya dilupakan..

Sekarang Dilla sudah tidak ada. :'(


Nah..sekarang, mengingat kasus Dilla dan juga kata2 Mia.. saya jadi berpikiran yang macam2.
Mungkin saya memang suuzon, tapi kalo bolak balik pinjem apa2 selalu ke saya, wajar ga ya kalo saya merasa dimanfaatkan?

Sabtu, 25 Februari 2012

Hamil dan aborsi, jadi TREND (di kampusku)!

Diposting oleh Eka Suzanna di 01.35 0 komentar
Hm...sampai sekarang aku masih speechless..

Ingat nggak, kenapa kemarin aku bilang 'sepertinya sudah jadi trend, hamil di luar nikah'. Itu karena hal itu terjadi di kampusku. Tiga orang!

*masih shock*

Aku baru tau dari teman, kalau salah satu temanku sebut saja N, melakukan aborsi. -__-"
Aduh, sumpah waktu dengar itu aku kaget setengah mati. Mana ngasih taunya pas lagi mau turun angkot, sampai aku hampir kepeleset -__-"

Saat diberitahu begitu aku tidak bisa langsung percaya. Sangat susah sekali rasanya mau percaya. Berkali-kali aku pertegas pertanyaan ku, "kamu tidak bohong kan?" "INi nggak beneran kan?" "Masa sih?"

dan temanku itu juga berkali2 mempertegas jawabannya "Betul!"

....

Dan temanku cerita panjang lebar dan aku cuma bisa melongo.

Jadi kejadiannya itu (dia aborsi) waktu bulan Desember.
Hm, pantas saja waktu itu facebooknya statusnya rada aneh. Pertama waktu bulan Oktober, dia bikin status "stresss! bagaimana ini???"

Dan status-status lain yang isinya selalu stress.

Tapi pas bulan Desember, dia bikin status "Aahh...bisa kembali bernapas lega". dan seterus-seterusnya statusnya selalu berbunyi bahagia, nggak pernah stress lagi.

Nah, aku baru tahu kemarin! Kalau ternyata dia ketahuan hamil pas bulan Oktoberr, karena gejala-gejalanya, menstruasi nggak datang, suka muntah-muntah begitu..dll.

Temanku, si I lama-lama curiga (karena kebetulan mereka satu kost) ngeliat N sellu mual dan sering buang ludah, dan akhirnya desak-desak N untuk cerita. N pun lama-lama jujur bilang kalau dia hamil sudah mau 2 bulan -__-"

Kenapa aku bisa tidak tahu? Karena waktu bulan Oktober itu aku masih di luar kota, hehe.

Waktu itu sempat N sakit perut, dan dia akhirnya periksa ke bidan dengan ditemani I. N sempat dimarahin sama bidan karena bidan tahu dia pasti hamil di luar nikah. Tapi N berbohong, mengaku ke bidan itu kalau dia sudah punya suami. Dan waktu itu sama sekali nggak ada gangguan sama kehamilannya, dia pun diberi obat.

N dan D (pacarnya) karena stress tidak tahu harus bagaimana, memutuskan untuk aborsi. *aku nggak tau mereka aborsinya dimana* pada bulan Desember.

D mengaku kalau mereka melakukannya 3 kali (yang akhirnya memperoleh hasil).

3 kali?? *syok*, Di rumah D pula!

Dan tau nggak? Setelah aborsi, muka mereka seperti tidak berdosa... HAPPY!

Padahal waktu belum digugurkan, setiap hari muka stress dan berkali-kali bilang, "Ampun Tuhan...cobaan apa ini" dengan nada penuh sesal.

Heran.. Kok ya masih yebut nama Tuhan mohon ampun, dan masih juga tanya 'cobaan apa ini' , memangnya nggak nyadar kenapa dia dikasih cobaan begitu? -_-
 
Berkali-kali dia ngucap nama Tuhan.. dan setelah aborsi...HAPPY, deh..trus lupa dengan ucapan-ucapan itu.

Huft...aku sampai sekarang tidak habis pikir.

Jujur, yang bikin aku syok dan benar-benar kecewa, bukan N. Tapi, D!

Dulu aku sangat kagum pada D, karena D itu anaknya alim *yang aku lihat*, rajin beribadah, pintar baca al quran...dan aku lihat dia dari keluarga baik-baik.

Dan...sekarang jadi seperti ini?? Oh Tuhan...aku benar-benar sampai sekarang tidak bisa percaya ini -__-"

Kalau N sih aku tidak merasa aneh lagi, dari dulu aku juga sudah tahu dia tipe cewek seperti apa. Yang aku sayangkan dulu adalah waktu D mencintai  N. D itu cinta mati banget sama N. Dan mereka berpacaran. Dulu aku sudah merasa...bisa-bisa bukan D yang membawa N ke jalan kebaikan, tapi N yang menjerumuskan D. Nah..terbuktkan....jadinya begini...

Sebenarnya sejak awal mereka pacaran aku merasa sudah bisa menduga kalau ujung-ujungnya akan seperti ini.. karena aku bisa lihat mereka terlalu sering melakukan KNP selama pacaran.

Dalam hatiku waktu itu "kalau sering2 KNP sih, pasti nih...pasti nih ujung-ujungnya ntar I juga."

Dan..ternyata benar dugaanku -__-"

Hhh...aku benar-benar kecewa rasanya.

Rasanya aku jadi turut merasa bersalah. Aku takut kalau aku adalah salah satu pemicu faktor hingga mereka sampai melakukan 'itu'.

Benaran deh...terkadang aku jadi merasa bersalah kalau ingat...

Belum lagi shockku hilang, Eh.. si B, temanku, dan dia sahabat N, juga hamil. Bulan ini sudah 2 bulan! Belum digugurkan..tapi ada rencana (semoga dia berubah pikiran, deh)... karena pacarnya belum bisa bertanggung jawab untuk saat ini karena pacarnya anak IPDN, jadi B memutuskan untuk menggugurkan..

hhh.... *terduduk syok*

Kemudian teman ku yang satu lagi, A, juga sudah menggugurkan kandungannya tanpa sepengetahuanku.  Dia mengakunya sih keguguran.. tapi entahlah...aku tak percaya.

hh...

Itu lah kenapa aku sangat senang tinggal sendiri. Dulu N, B, dan A selalu mengajak aku untuk ngekost bareng..tapi aku menolak dan memutuskan untuk tinggal sendiri. Alasanku ke mereka karena aku dilarang mamaku ngekost. Tapi sebenarnya alasanku adalah, aku tidak mau ngekost campur, karena rasanya tidak nyaman. Terlebih kalau anak-anak kostnya seperti mereka.

Bukannya aku takut terjerumus juga.. *aku percaya kalau kita masih beriman, hal itu tidak akan terjadi walau di sekeliling banyak setan*, yang aku tidak suka adalah... gaya hidup mereka.

Malam-malam masih bawa cowok ke kamar (karena tempat tinggalnya bebas)... terus nggak tidur sampai laruuut malam,

Aku juga sih suka tidur larut malam..tapi itu paling karena baca buku (novel), main internet sendiri, nulis.. atau apa... bukannya nongkrong ngarol-ngidul, sambil merokok, sambil makan dan minum (apalagi kalau sudah minum alkohol)...

Belum lagi, kalau tinggal bersama..biasanya akan terjadi perampokan...

Terbukti, seminggu yang lalu, temanku yang si I itu, uangnya dicuri sama N! Lalu di bawa kabur!

Temanku yang namanya E, juga pernah atm-nya dirampok N, dan uangnya ludes!

Itu..makanya aku tidak senang ngekost.

Itu lah kenapa...walau di sekitar tempat tinggalku banyak cowok aneh, tapi aku tetap bertahan tinggal hehehehe *lirik postingan sebelumnya*

Rasanya lebih aman sendiri, daripada tinggal bareng teman kampus tapi kelakuan mereka seperti itu.

Huhf.. *masih shock dan kecewa*. Aku saja ingin punya bayi.. mereka malah menggugurkan -calon- bayi tak berdosa itu.

Terima kasih kunjungannya~ :)

 

bOLLywood-giRL.coM © 2010 Web Design by Ipietoon Blogger Template and Home Design and Decor