Senin, 04 Mei 2015

Menjadi Mahasiswi UT :)

Diposting oleh Eka Suzanna di 00.00 8 komentar

Hm.... aku menimbang-nimbang, apakah sudah saatnya aku menulis tentang ini?

Yah... sebenarnya sudah lama sih aku ingin membagi hal ini ke blog, cuma aku selalu berpikir 'ah, ini bukan atau belum saatnya' hehe.

Ya, to the point aja ya,.. saya sekarang resmi menjadi mahasiswi UT (Universitas Terbuka) angkatan 2015.1 jurusan Sastra Inggris. :)

Eh... sebetulnya, semestinya sih saya mahasiswi UT angkatan 2014.1 ^^; Karena aku daftar ke UT nya waktu tahun 2014 bulan Februari. Tapi waktu itu aku hanya mendaftar dan melakukan registrasi aja, tapi sama sekali tak ikut OSMB (semacam pembinaan mahasiswa baru), tidak mengikuti kuliah sama sekali, apalagi ujian. Blas, saya cuma mendaftar saja, tapi tak mengikuti apa-apa. Bisa dibilang, uang semester hangus gitu aja. Waktu itu aku bayar registrasi 800ribuan. Dan saat itu aku ambil jurusan ilmu Komunikasi fakultas FISIP. Hm.. cuma karena waktu itu.. entah ya.. aku tak tahu kenapa, mungkin aku belum dapat hidayah  jadi aku nggak ngikutin kuliah sama sekali. Ada dapat info kapan ujian.. tapi lah kuliah aja aku nggak pernah ikut, bagaimana mau ujian? Apa yang mau diisi coba? ^^;


Jadi, selama setahun aku nganggur. Aku baru dapat hidayah sedikiittt mengenai kuliah.. saat bulan Oktober-November. Cuma ternyata waktu registrasi semester berikutnya sudah lewat, yaitu bulan Agustus. Tapi aku sih gak ada perasaan menyesal sama sekali, karena waktu itu aku memang belum tahu juga mau kuliah apa dan gimana, apakah akan tetap ambil Komunikasi atau tidak.. Jadi aku nggak menyesal walau ketinggalan satu semester lagi. KArena seperti yang kubilan kan.. aku masih dapat hidayah sedikitttt... jadi aku memang belum tahu waktu itu aku mau kuliah apa. Kalau saja saat itu aku bisa registrasi semester 2 aku rasa nasibnya akan tetap sama dengan semster satu, uang hangus gitu aja tanpa berarti apa-apa. Itu sebabnya aku sama sekali tak menyesal.


Lalu apa yang kulakukan selama waktu itu sebelum akhirnya mantap mendaftar ulang lagi pada bulan Januari 2015?


Aku ya bertapa di kamar. :p

Memikirkan dan merenung sebenarnya apa yang kuinginkan dalam hidup ini, sampai-sampai kok hidupku kayaknya bobrok gini?  Aku mantap melepaskan Komunikasi, karena aku cukup yakin, bahkan SANGAT yakin, untuk saat ini jurusan Komunikasi bukan lah minatku. Percuma kalau aku memaksakan diri, bisa jadi akan berakhir seperti sebelum-sebelumnya. Aku tak bilang aku tak tertarik blas sama jurusan Komunikasi. Bisa dibilang sih aku ada kecenderungan sedikiitttt.... tapi untuk saat ini aku sama sekali tidak berminat. Pokoknya jurusan Komunikasi bukan yang aku mau, untuk saat ini!

KArena itu aku jadi berpikir keras... aku harus ambil jurusan apa? Yang penting aku harus kuliah secepatnya, itu yang terpenting saat ini. Hanya saja masalahnya aku tak tahu mau ambil jurusan apa. Bukannya tak tahu sih... sebenarnya aku memilih jurusan sastra Indonesia. Hanya saja di kotaku tak ada jurusan tersebut. Bukan tak ada, ada, tapi hanya di dua kampus elite. Hanya di dua kampus itu saja yang menyediakan jurusan tersebut dari sekian banyaknya kampus di kota ini. Dan aku sangat tak mungkin masuk kampus tersebut. Pertama, harus ikut SNMPTN. Aku sudah gak bisa ikutt, sudah lewat masa-nya. Mungkin ujian reguler bisa ya? Yah.. mungkin saja. Tapi, ini sebenarnya alasan utamanya, aku gak suka dua kampus tersebut. Dan aku memang gak berminat untuk kuliah di sana dari dulu. Untuk saat ini aku sama sekali gak minat kuliah di kampus umum dengan sistem umum, yang masuk kelas pagi, pulang siang atau sore, kerjakan tugas ini-itu. Kampus swasta saja aku tak minat, apalagi kampus Negeri nan Elite -,- Aku sama sekali tak kepingin kembali ke masa itu! (Yak, ini jawabannya kenapa aku memilih UT). Jadi, ya sudah.. Sastra Indonesia aku coret dari jurusan pilihan. Aku kembali melanjutkan bertapa, bersemedi siang-malam.. *halah*..


Sebenarnya nggak begitu sulit menetukan jurusan kuliah... karena kan aku sudah pasti memilih UT, jadi jurusan yang bisa kuambil hanyalah jurusan yang disediakan di UT, yakni:


FMIPA (Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam)

-Jurusan Matematika (S1)

Untuk sementara ini dicoret. Aku memang (kata orang) jago Matematika. Tapi kalau untuk dijadikan jurusan Kuliah... oh, no, no, no... aku tak mau menghabiskan separuh hidupku dengan hitung-hitungan dan rumus setiap hari -_- Dan lagi aku berpikir, untuk apa aku ambil jurusan Matematika? Apa gunanya buat hidupku?

Maksudku, aku tak bilang bahwa jurusan Matematika itu tak ada gunanya. Aku percaya semua ilmu itu berguna dan bermanfaat. Tapi aku sama sekali gaka da bayangan bahwa mengambil jruusan Matematika itu akan bermanfaat buat hidupku ke depan. Aku sama sekali gak tertarik menghabiskan waktuku dengan kuliah yang penuh hitung-hitungan dan dilanjutkan berkerja dengan 'hitung-hitungan' (entah jadi guru Matematika atau apa). Memang sih kata orang tak mesti kita akan berkerja sesuai dengan jrusan yang kita ambil saat kuliah (bahkan itu fakta, banyak yang profesinya tak sesuai dengan jurusan kuliah mereka). Tapi, justru itu yang membuatku semakin mantap dan ebrhati-hati dalam memilih jurusan. logikanya, buat apa kita mengambil jurusan tertentu kalau pada ujungnya kita berkerja di bidang yang tak ada hubungannya dengan kuliah yang kita ambil itu?

Sama kayak gini, buat apa aku mengambil jurusan Matematika hanya karena kata orang aku jago di bidang Matematika? Toh aku sama sekali nggak mau kerja di bidang 'eksak'. Jadi, jurusan ini kucoret dari jurusan pilihan.


-Jurusan Statistika


Coret! Sama aja kayak sebelumnya.


-Jurusan Biologi

Beuh.. lebih-lebih ini! -_- CORET!


Aku sama sekali nggak suka biologi, dan juga nggak ada ketertarikan untuk kerja di bidang ini. Bahkan kalau disuruh memilih andai hanya ada 2 jurusan di dunia ini, yakni Matematika dan Biologi, aku lebih memilih Matematika!


-Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan


Ada ketertarikan, tapi tidak untuk saat ini.


-Program Studi Perencanaan Wilayah dan kota Bidang Minat Pengelolaan Sumber Daya Alam dan lingkunagn (S1)

Ada ketertarikan, tapi tidak untuk saat ini.





FEKON (Fakultas Ekonomi)


Aduh, dari nama Fakultasnya saja sudah pasti tak ada jurusan yang aku minati sih -_- Aku tak suka Ekonomi, apalagi tertarik. Tak ada minat bakat sama sekali di sini.

-Jurusan Ekonomi Pembangunan (S1)
-Jurusan Manajemen (s1)
-Akuntansi (S1)



Lewat semua!




FISIP (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik)


-Jurusan Ilmu Administrasi Negara (S1)
-Ilmu Administrasi Niaga (S1)
-Ilmu Hukum (S1)
-Kearsipan (D4)
-Perpajakan (D3)



Haduh... jurusan yang model beginian sama sekali bukan aku banget. So, lewat!


-Jurusan Ilmu Komunikasi (S1)

Aku sudah coba ambil kemarin kan, tapi gagal. Gagal dalam arti tak berhasil membangkitkan minatku untuk kuliah. Memang ada ketertarikan pada jurusan ini, tapi kayaknya saat ini tidak begitu besar.


-Program Studi Perpustakaan (D2)
-Ilmu Perpustakaan (S1)


Nah, yang jurusan Perpustakaan S1 ini aku tertarik. Tapi aku rasa sekarang ini belum saatnya. Mungkin nanti, 3-4 tahun lagi.



-Jurusan Sosiologi (S1)


Tak berminat.


-Jurusan Sastra Inggris (S1)


Hm... aku rasa ini juga boleh lah. Aku memang cocok di sastra, dan aku memang ada ketertarikan pada bahasa inggris walaupun nggak jago. Selama ini orang lihat aku bodoh banget bahasa inggris, tapi sebenarnya aku sangat suka bahasa inggris dan tertarik untuk mempelajarinya.



FKIP (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan)

Duh, sebenarnya dari nama Fakultasnya saja sudah dipastikan dicoret dari daftar pilihanku. Karena aku sama sekali nggak tertarik menjadi guru, jadi buat apa aku menyelami jurusan Fkip?


-PAUD (S1)
-PGSD (S1)
-Pendidikan Bahasa dan sastra Indonesia (S1)
-Pendidikan Bahasa Inggris (S1)
-Matematika (S1)
-Biologi (S1)
-Kimia (S1)
-Fisika (S1)
-Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (S1)
-Ekonomi (S1)

Coret semuanya! Kecuali....
Untuk PAUD, belakangan aku tertarik. Tapi tidak untuk saat ini. Mungkin nanti, kalau aku sudah S1.




Jadi, kesimpulannya... (setelah sepanjang ini baru mencapai kesimpulan???)

Aku dilema antara Komunikasi, Sastra Inggris, Ilmu Perpustakaan, PAUD, atau Sastra Indonesia (kalau Sastra Indonesia, berarti dengan catatan aku harus ambil kuliah di kampus umum, karena jurusan ini tak ada di UT).

Aku sama sekali tak mau kuliah di tempat lain dengan sistem umum (masuk kelas, pagi ke kampus, sore baru pulang ke rumah). Keputusan ini bulat! Itu sebabnya kan aku memilih UT! So, sastra Indonesia fik dicoret dari daftar pilihan.


Tinggal Sastra Inggris, Ilmu Komunikasi, Ilmu peprustakaan, dan PAUD.

Hm.. aku kemarin sudah registrasi jurusan ilmu Komunikasi, tapi nyatanya sama sekali tak bisa mengangkat minatku untuk kuliah. Berarti jurusan ini gagal. Dan lagi, setelah aku lihat, duh... mata kuliahnya bukan aku banget. Memang ada beberapa yang aku suka, seperti komunikasi antar pribadi, Psikologi komunikasi, Opini Publik, Filsafat dan etika Komunikasi TERUTAMA Teknik Mencari dan Menulis Berita. Tapi lebih banyak lagi MK nya yang tak sesuai denganku. Seperti sosial politik, hukum, dll segala tetek bengeknya, haduuh.... Jadi akhirnya aku coret jurusan ini.


Nah, tinggal Sastra Inggris, Ilmu Perpustakaan, dan PAUD.


PAUD aku putuskan untuk dicoret dan akan mengambilnya nanti sebagai S2.

Karena aku tertarik pada PAUD... karena kupikir akan berguna buatku kelak. Kita sedikit membicarakan impian dan masa depan ya.. ^^; *jadi malu sendiri*. InshaAllah aku akan menjadi seorang istri dan seorang ibu. Jadi aku tertarik pada ilmu yang berhubungan dengan anak usia dini  ^^;

Selain itu, aku punya impian mendirikan taman bacaan anak-anak. Jadi aku rasa pendidikan di PAUD akan sangat membantu untuk impianku yang satu itu.

Tapi aku pikir ini nanti saja, bukan saatnya. Makanya aku pikir PAUD akan kuambil sebagai S2 saja.


Tinggal dilema antara dua jurusan: Sastra Inggris dan Ilmu Perpustakaan.

Setlah berpikir keras... aku memutuskan untuk mengambil Ilmu Perpustakaan. Karena mata kuliahnya cukup mengasyikkan dan tentu sangat membantu untuk cita-citaku yakni 'mendirikan taman bacaan anak-anak.'


Aku mantap memilih jurusan ini sambil menunggu untuk mendaftar ke UT yang omong-omong dibuka tanggal 15 Desember kalau tak salah. Tapi, semakin mendekati waktu pendaftaran, semakin aku kok kembali galau ya.. Apa iya aku harus memilih Ilmu Perpustakaan? Kalau iya, berarti paling lambat 4 tahun akan menggeluti pendidikan ini. Untuk apa aku 4 tahun belajar demi mendapatkan gelar S1 Ilmu Perpustakaan? Untuk mendirikan taman bacaan?

Ah, entah lah... ada banyak pertanyaan di benakku. Aku tak bilang kuliah di jurusan Ilmu Perpustakaan itu tak penting. Aku sangat tertarik dengan jurusan ini, kok. Cuma entah kenapa aku merasa ini bukan saatnya. Belum saatnya aku mengambil jruusan ini. Aku pengin mengambil jruusan yang benar-benar berarti dan berguna untukku dari sekarang. Yang bisa langsung kurasakan manfaatnya. Dan lagi aku juga harus berhati-hati kan.. kalau sembarangan memilih jurusan bisa-bisa aku nanti tak semnagat kuliah lagi.. 


Setelah berpikir matang, aku memutuskan beralih ke Sastra Inggris.  Menurutku jurusan ini sangat akan berguna sejak sekarang, sejak aku mulai mempelajarinya. Dan insyaAllah jurusan ini akan membangkitkan minatku untuk belajar bahasa inggris dan juga kuliah. kenapa? Karena aku suka belajar bahasa inggris, jadi itu pasti akan memacuku untuk rajin kuliah dan belajar. Dan ini tentunya akan sangat bermanfaat memajukan kemampuanku dalam berbahasa inggris. Kenapa?

Banyak yang bilang 'kalau cuma mau belajar bahasa inggris mah mending kursus aja, ngapain kuliah 4 tahun'. Mungkin memang ada benarnya. Tapi entah kenapa aku pikir lebih baik aku ambil kuliahnya saja daripada kursus. Karena, kalau kuliah ototmatis aku harus mengikuti semua mata kuliahnya dan belajar. Otomatis juga itu jadi membuatku terus menerus belaar. Kalau kursus, aku rasa tidak akan begitu memacuku untuk belajar. Misal aku kursus, mungkin aku akan belajar pas kursus aja, selebihnya tidak, karena tak ada keharusan dapat nilai seperti kalau kuliah kan mau tak mau aku mesti belajar supaya IPK-ku bagus ^^;


Jadi, kini keputusanku benar-benar bulat. Aku akan mengambil jurusan Sastra Inggris aja.

Dan taraaaa... aku dengan mantap melakukan registrasi ulang pada bulan Januari kemarin, dan kini aku resmi jadi Mahasiswi UT jurusan Sastra Inggris, bahkan kemarin kami sudah UAS hehe. 


Dan seperti dugaanku, kuliah di UT dengan mengambuil jurusan Sastra Inggris ini benar-benar memacu keinginanku untuk belajar dan kuliah. Mungkin karena aku suka bahasa inggris kali ya, jadi aku tertantang untuk belajar dan mengerjakan tugas-tugasnya. Jadi, walau bodoh bahasa inggris, aku tetap suka belajarnya. Karena ada rasa keingintahuan yang cukup besar. Walau sempat surut semangat di minggu ke 2-4 karena jaringan internet yang betul-betul jelek (aku lupa bilang ya kalau kuliah di UT itu kita kuliahnya online? Jadi internet adalah senjata utama kuliah di sini selain modul. Ah, tentang ini aku ceritakan di postingan berikutnya aja ya:) ), untungnya aku langsung cepat bangkit lagi dan kembali waras di minggu ke 5. Jadi, minggu pertama aku sangat rajin kuliah dan mengerjakan semua tugas. Pada minggu ke 2-4 aku bolos sama sekali tak pernah kuliah, apalagi mengerjakan tugas. Minggu ke 5 aku kembali waras, dan kembali rajin masuk kuliah dan mengerjakan tugas, sampaaaiiiii... UAS kemarin. Sampai hari ini dans eteusnya insyaAllah, akan terus tetap semanagat belajar! ;)


Lagipula prinsipku sudah mulai agak lain. Aku berprinsip nilai tak penting, ilmu adalah yang terpenting. Kadi aku kuliah dan belajar sekarang bukan semata-mata ingin dapat nilai dan segera lulus sarjana, tapi yang terpenting adalah ilmunya. Buat apa dapat IP tinggi kalau padahal masih sama sekali nggak paham dengan apa yang dipelajari?? Ya kan?

Prinsip ini yang bikin aku jadi semangat belajar dan sedikit mengurangi rasa was-wasku pada IPK nanti. Aku emmang juga tak bisa sepenuhnya munafik kalau aku pun sebenarnya sangat peduli pada nilai dan sangat berharap dapat IP bagus. Karena walau aku sekarang lebih mementingkan ilmu.. tapi tidak dengan orang tua dan orang-orang di sekelilingku. Mereka cuma mikirin kapan aku lulus kuliah dan jadi sarjana... hal ini menjadi beban tersendiri buatku. Tapi, tak apa... Aku akan berusaha untuk itu. Aku memang tak janji IP semster pertama ini akan bagus (karena aku merasa aku masih sangat kurang belajar), tapi aku janji aku akan terus berusaha menjadi lebih baik ke depannya. Bukan untuk orang-orang, karena aku tak peduli apapun kata mereka. Ini cuma demi orang tuaku. demi mereka lah aku kuliah sekarang. Demi mereka aku mengejar IPK tinggi. demi mereka aku mengejar sarjana. Hanya demi mereka semua yang kulakukan sekarang.









Minggu, 19 April 2015

Berhijab itu susah..

Diposting oleh Eka Suzanna di 17.09 0 komentar
Eits.. jangan salah. Bukan berhijabnya yang susah.. hahaha. Aku suka berhijab, dan itu memang pilihanku.

Hanya saja yang membuatku 'merasa' susah adalah untuk betul betul behijab sesuai syariat. Aku berhijab karena aku memang ingin memenuhi anjuran Allah SWT dalam Al-Qur'an agar sebaiknya wanita muslim menutup aurat. Aku berhijab dengan penuh kesungguhan hati dan niat. Tapi... kadang aku jadi banyak bertanya-tanya, bagaimana cara mempertahankan hijabku tanpa aku harus merasa 'kesusahan hati'? ^^; Bukan berarti aku mau melepaskan hijab, demi Tuhan, inshaAllah aku tak akan pernah melepaskan hijabku. Terpikir pun tak pernah. Dan bukan juga aku tak nyaman. Bukan! Sungguh, aku sangat nyaman dengan hijabku! Sampai-sampai.. ini kedengarannya klise, yang mana kata orang setelah mengenakan hijab itu kita jadi tenang dan lebih tenteram, yang dulunya kupikir itu 'standar' banget.. ^^; karena setiap orang ditanya bagaimana rasanya berhijab, mereka selalu menjawab hal yang sama seperti itu, jadi kupikir dulunya itu mengada-nada. Tapi ternyata setelah aku merasakan sendiri... walau sebal mengakuinya (karena kok ya kesannya standar banget sih jawabannya), tapi memang benar, aku merasa jauh lebih aman, nyaman dan merasa jauh lebih tenteram. Itu sama sekali tak mengada-ada. So, sebenarnya tak ada masalah dengan hijabku. Lalu kenapa aku bilang tadi 'kesusahan'? Ya, yang kumaksud itu bukan hijabnya, tapi 'mempertahankan'nya. Dan bukan berarti aku imannya nyaris goyah ya, bukan! Jangan salah tangkap! Yang kumaksud dari 'mempertahankan' adalah mempertahankan bagaimana hijab itu seharusnya, yakni kita tak boleh melepaskan hijab di hadapan beberapa orang yang bukan mahram. Seperti sepupu lelaki, kerabat lelaki lain, dll.

Sejak aku berhijab, itu menjadi suatu kerepotan bagiku karena 'lingkungan'. Aku tinggal ngekos, tapi selalu saja ada orang ngetuk pintu kamarku, memintaku keluar (yang jengkelnya, tak ada kepentingan sama sekali, mereka cuma mau saya keluar dari kos -_-). Aku bukan tak mau, hanya saja entah kenapa kadang berasa sport jantung gitu tiap ada yang ngetuk. Belum lagi mereka gak pernah sabaran, penginnya sekali diketuk atau dipanggil aku langsung buka pintu -_- Padahal kan aku butuh pakai baju panjang dan jilbab dan itu kan gak lama sebenarnya, tapi gak tau kenapa kok ya gak sabaran banget :/


Aku sedih rasanya... dan capek batin.

Sekali lagi, ini bukan masalah hijabku. Tak ada masalah pada hijab yang kini selalu bertengger di kepalaku menutup hingga ke dadaku kala keluar rumah. Tak ada. Yang bermasalah adalah 'lingkungan'. Mungkin bagi orang lain ini lucu dan aneh ya.. padahal cuma masalah sepele tapi kesannya dibesar-besarkan. Jangan heran, aku aja sendiri heran.. kenapa aku kok merasa segitu 'kesusahan'nya pada keadaan ini. Aku sampai membayangkan, ini ngekos aja begini... bagaimana kalau nanti aku pulang kampung dan kembali tinggal di rumah (orang tuaku) ya? Hhm.... gak kebayang susahnya gimana.. :(


Aku nggak bercanda, aku merasa capek batin. Capek batin kalau orang mengeluh 'ih.. kok lama sih buka pintunya??' 'Ih, lamanya Eka nih..' setiap mereka mengetuk pintu kamarku atau kalau mau ada urusan dan aku tak langsung membukakan pintu. Ugh, mendengarnya itu bikin capek batin. Rasanya pengin marah-marah 'gak bisa sabar bentar ya?? Aku kan butuh waktu untuk mengenakan hijab dan pakaianku!' Tapi marah-marah begitu juga bukan hal yang baik (dan memang bukan gayaku juga sih marah-marah walau lagi kesal).


Aku sampai benci ngekos. Rasanya pengin ngontrak rumah aja sendiri.. :( Biar tinggal sendiri, gak ada yang ngacau. Kalau tinggal sendiri kan, misalkan ada tamu, mereka tak masalah sama sekali kalau si punya rumah butuh jeda untuk membuka pintu (hanya 1-2 menit), karena itu wajar. Coba deh kalian bertamu ke rumah orang, pasti kan orangnya bilang 'bentar..', nggak langsung kayak pesulap gitu 'tring' muncul depan pintu untuk membukakan kita dan mempersilahkan masuk. Ya kan?? Nah, mestinya itu berlaku juga buat saya! Walau saya ngekos, kan kos itu sama dengan rumah sebenarnya. Wajar dong kalau aku butuh jeda (yang padahal itu cuma sebentar banget loh, karena aku cuma memakai kerudung dan baju panjang, paling lama juga cuma 1 menit). Tapi anehnya, mereka semua mengeluh aku lama keluar kamar kalau dipanggil (padahal 1 menit itu kan gak lama, dasar aja mereka hiperbola) -_- .

Mereka maunya begitu diketuk atau dipanggil, langsung dibuka pintunya. Kan nggak mungkin -_-

Berkali-kali aku menjelaskan kalau aku butuh untuk memakai hijab dan pakaian, tapi masih gak ngerti juga.

'Kan tinggal pakai jilbab, kok lama banget? Emangnya kamu nggak pakai baju di kamar?' begitu sahutan mereka setiap aku menjelaskan dan meminta mereka untuk sabar sedikit kalau memanggilku.

I was like... -_-

'Ya pakai lah! Tapi kan kalau di kamar aku nggak pakai kerudung dan baju panjang. Aku pakainya baju pendek atau baju daleman santai (you know lah gaya perempuan kalau di kamar gimana). Ya nggak mungkin kan aku pakai kerundung dan baju panjang seharian di kamar??' -_-

Ya iyakan, cuma orang gila aja kayaknya yang kalau di kamar sendiri masih pakai kerundung dan baju panjang tertutup. Panas!

Rasanya pengin gelus dada aja bawaannya sama mereka-mereka ini. Pengin jadi orang baik yang gak marah-marah, tapi ya gimana... ada saja rasanya yang bikin jengkel.. huhu... Cuma bisa berdoa sama Tuhan supaya aku bisa jadi orang yang ikhlas, dalam arti gak gampang marah-marah pada apapun. Karena sebenarnya ini masalah sepele... Tapi ya gimana, capek batin aja gitu ngehadapin orang-orang ini.


Apalagi manggil keluar kosnya itu bukan hal-hal yang penting banget :/ Seringnya hal-hal yang bukan urusanku sebenarnya.. tapi tak tahu kenapa aku selalu dilibatkan.  'Eka.. Eka.. ada di dalam? Nggak keluar?' 'Eka, keluar.. sini duduk duduk di luar.' 'Eka, apa kau bikin di kamar? Keluar oii.. bicara-bicara.' 'Eka. kau nggak makan?' 'Eka, jalan-jalan yuk..' 'Eka, mau beli bubur?? Pergi beli bubur, yuk.'



Hufh... oke, sebenarnya mungkin itu bagus ya.. karena berarti kita dipedulikan. Nggak baik sebenarnya kalau aku mengeluh orang menggangguku. Aku sih nggak apa-apa sebenarnya dipanggil atau diminta keluar.. Tapi satu deh yang kuminta.. Hargai privacyku. Atau bersabarlah sedikit! Kalau aku butuh waktu untuk pakai kerudung dan berpakaian (yang cuma 1 menit itu!), bersabarlah... jangan mengeluh... :( Aku kan sedih kalau diprotes 'ih, lamanya si Eka nih!' 'ih, lamanya buka pintu!'. Sedih tahu digituin.. karena kesannya aku itu orang yang nggak menerima tamu dengan baik, atau malas buka pintu... padahal aku hanya butuh waktu 1 menit untuk berpakaian menutup seluruh auratku..



Minggu, 01 Maret 2015

Chelsea Islan..

Diposting oleh Eka Suzanna di 01.08 0 komentar
Lagi marak berita video bugil Chelsea Islan yang tersebar di internet..

Nggak kaget-kaget amat sih pas tahu tentang hal ini. Aku tahunya sudah dari dua-tiga hari yang lalu dan itu pun tak sengaja pas lagi browsing-brwosing nyasar ke situs gosip yang isinya berita Chelsea Islan yang terkena skandal video 'bugil'. Waktu itu belum ramai-ramai amat yang tahu, masih 1-2-3 orang aja yang bicarakan di twitter.


Bukan nggak kaget sebenarnya, cuma aku lebih ke yang... 'Ya ampun, artis yang macam Chelsea Islan aja bisa tersandung kasus Video bugil??' :O




 I mean, Chelsea Islan itu bisa dibilang artis yang 'clean' banget dan sangat profesional dalam bidangnya. Dia benar-benar artis yang agak langka. Selama ini kan banyak artis yang penuh 'berita' entah apa lah, sedangkan Chelsea itu benar-benar 'clean'. Tak usah kasus, pacaran saja dia tak pernah kedengaran jalan sama siapa, karena memang kayaknya dia benar-benar fokus di karir, belum mau pacaran. Paling selama ini wartawan gosip aja yang bikin berita dia cinlok lah ini lah itu lah.. tapi yang aku lihat Chelsea itu benar-benar fokus dalam kerjaannya, dalam bidang seni perannya. Dia benar-benar total terjun ke industri perfilman (bisa dilihat juga sih dia mempunyai tekad ingin bikin film Indonesia itu maju).

Jadinya aku syok.. kok ada yang bisa tega-teganya ngerekamin dia lagi bugil dan nyebarin.. :/ (walau aku pikir teganya pelaku penyebar video ini tuh nanggung amat, karena video yang ia sebar di blur -,,-)


Ketika aku nonton berulang-ulang videonya, ada suara tiga cowok di sana... Hmm... Nggak aneh memang kalau yang ngerekam dan nyebarin video itu cowok. Cuma, yang anehnya... caranya mereka nyebarin itu aku gak tau maksudnya apa. Niatnya mereka apa, dan tujuan mereka apa? Kalau orang pengin nyebarin video/aib orang, kayaknya gak bakal ninggalin jejak macam suaranya sendiri. Sedangkan di video itu, sangat jelas 3 cowok itu macam santai-santai aja ngobrol (entah ngobrolin apa).

Dan aku bukan suudzon ya... Beneran sama sekali nggak (karena aku juga nggak mau ini beneran kejadian). Salah satu suara 3 cowok itu (tepatnya suara orang kedua yang berbicara), itu macam suara Deva :/ Aku sendiri kaget, kok bisa mirip banget sama suara Deva ya??? Semoga cuma mirip aja sih... :/

Secara aku penggemar berat Tetangga Masa Gitu dan suka nonton tiap hari (aku punya semua episodenya di laptop), jadi aku hapal mati sama suara Deva..

Ya, mungkin memang suara cowok satu sama lain mirip kali ya.

Entah, tak tahu lah siapa 3 cowok ini.. Aku juga bingung kenapa gak ada yang mencari tahu ya? malah pada fokus sama Chelsea yang katanya sekarang 'depresi'..


Aku percaya ini bukan salah Chelsea. Kalau dilihat dari videonya, itu kemungkinan diambil sembunyi-sembunyi, jadi mungkin Chelsea tak tahu apa-apa.

Tapi ada yang aneh sama keterangan Manajernya Chelsea. Bukan aneh, cuma aku saja yang bingung bacanya. Kata manajernya: "Ya aku juga sudah tahu (video) itu sih. Itu kejadiannya sudah lama itu video lama. Belum gabung sama kita (management), sudah lama kita juga sudah belum bisa konfirmasi apa-apa."


Sudah tahu dari lama? Ya gak heran, emang video itu kayaknya sudah lama, penampakan Chelsea (terutama model rambutnya) itu kayaknya bukan waktu sekarang. Cuma anehnya, berarti mereka, termasuk Chelsea, sudah tahu tentang video itu kan? Berarti mereka tahu siapa pelakunya. Secara baru tersebar di internet kan sekarang ini, tapi mereka sudah tahu dari lama berarti tahunya bukan dari internet..).  Tapi managernya bilang lagi: "Aku belum konfirmasi, belum tahu. Karena belum berhubungan dengan Chelsea-nya" saat ditanya apakah itu benar Chelsea atau bukan.

Lha, piye toh??? :/
Kan sudah tahu dari lama katanya tentang video itu :/ Kok masih bingung juga belum tahu itu Chelsea atau bukan? Emang waktu pertama dulu tahu, gak diusut? Gak dicaritahu? Apa gimana, sih? Membingungkan.. ^^;


Ada yang bilang video itu editan.. Hm.. kalau apa yang aku lihat dari nonton berulang kali, itu nggak editan sih. Itu asli terpampang nyata ^^; Jadi aku yakin itu asli, hanya saja mengenai itu Chelsea atau bukan, nah itu dia.. bisa saja itu orang yang mirip kan? (Aku malah sempat bingung, itu perawakan dan mukanya kok mirip juga sama Tatjana Saphira ya? ^^;). Tapi melihat dari kasus keseluruhan... kayaknya sih itu yang di video memang Chelsea Islan. Karena kalau bukan, pasti si manager gak akan terbata-bata menjawab tiap pertanyaan wartawan dan Chelsea Islan tak akan depresi hingga ngumpet dari pemberitaan. Ya kan? Kalau nggak asli, kenapa juga mesti gak ada klarifikasi? Kalau misalnya kita yang begitu dan video itu nggak asli, kita pasti akan tertawa-tawa dan bilang 'itu bukan aku hahaha', ya kan? minimal kalaupun syok, ya akan tetap klarifikasi 'itu bukan aku'. Tapi berita ini sudah berlarut-larut dan Chelsea Islan masih tak nampak batang hidungnya... sudah pasti ini video asli dan itu memang dia ^^;


Yah... apapun itu, aku tetap support Chelsea Islan. Karena artis yang tipe macam dia ini patut dilestarikan.. Tega amat itu tiga cowok yang menyebarkan rekaman video itu :/


Menurutku sebaiknya Chelsea segera memberikan klarifikasi, apapun itu, sejujurnya. Toh, apapun itu, aku yakin semua orang akan tetap support Chelsea :)

Video amatiran gitu mah sama sekali gak bakal bikin orang jadi salah menilai seorang Chelsea Islan. It couldn't change anything~












gambar bersumber dari: http://instagram.com/chelseaislan

Senin, 09 Februari 2015

Muslim Women di mata seorang Bule ^^;

Diposting oleh Eka Suzanna di 01.30 1 komentar






Aduh... setiap hari itu kadang ada aja ya sesuatu yang bikin syok atau bahkan lucu.. ^^;

Hari ini aku terkaget-kaget mendapati bahwa ternyata ada non muslim (bule) yang berpikir kalau muslim itu sama aja kayak mereka yang lain (agama selain islam), dan bahkan ia berpikir kalau negaraku, Indonesia, sama saja dengan negaranya (dia tinggal di UK) dalam hal kulture atau apa..

Berawal dari ceritaku juga sih sebenarnya. Jadi, dia ini, bule dari UK, namanya Simon. Kita saling tahu atau berkawan sebenarnya sudah dari lama, dari tahun kemarin lah sekitar bulan Juni 2014. Cuma aku kan orangnya emang cuekkan, apalagi sama cowok, bule pula. Jadi ya sekalipun dia coba berkawan lebih dekat denganku, aku cuekkin aja, kadang cuma say hi gitu doang. (juga karena bahasa inggrisku terbatas, sih wkwkwk ^^; #akhirnyangaku).

Sampai sebulan ini aku jadi lumayan dekat sama dia, itupun dekatnya cuma sebatas sering saling chat aja di facebook messenger, berawal say hi doang, tanya kabar, lalu cerita-cerita gitu atau ngobrol-ngobrol lucu. Kenapa ya kita jadi dekat? Oh iyaaaa... karena aku ada bikin status tentang teroris waktu itu (tragedi prancis). panjang sih aku bikin status, cuma intinya sih/kesimpulannya adalah aku pengin bilang bahwa teroris itu bukan ajaran Islam. Islam tak pernah mengajarkan kita membunuh atau jadi teroris. Islam cuma mengizinkan membunuh di masa perperangangan. Ya iya lah, masa kalau berperang trus muslim diserang non muslim, kita diam aja pasrah dibunuh? ya tak mungkin lah.. Maka itu dalam Al-Qur'an, kalau terlibat perperangan kita boleh membunuh para kafir. Tak pernah kita diajarkan membunuh di luar perperangan, apalagi jadi teroris. Makanya, aku sakit hati kalau ada tragedia kayak kemarin, karena jadi mencoreng nama Islam, agama Allah. Apalagi itu langsung dijadikan bahan para kafir untuk menghina agama islam sebagai agama 'membunuh'. Sakit hati dengarnya!

Apalagi salah satu temanku yang non muslim, langsung bertanya padaku tentang tragedi prancis itu 'Kenapa islam melakukan itu??', itu tuh kesannya langsung menuduh bahwa Islam adalah agama yang mengajarkan / menganjurkan untuk membunuh. Aku jadi kesal, makanya aku bikin status yang kesimpulannya sih aku pengin menyampaikan kalau Islam tidak pernah mengajarkan membunuh (di luar perperangan)/menjadi teroris. Teroris bukan ajaran Islam. Kalaupun para teroris itu membawa nama Islam atas tindakan mereka, itu urusan mereka dengan Tuhan-Nya. Tapi yang aku harap, bisa nggak sih, nggak langsung ngejudge Islam itu agama teroris yang cuma tahunya membunuh?? paling sakit hati itu kalau ada yang bilang bahwa Tuhannya Islam mengajarkan untuk membunuh. -_-

Maka di akhir statusku waktu itu aku bilang "Kalau memang islam itu diperintahkan untuk membunuh dan jadi teroris, sudah pasti kalian semua (non muslim) mati dari kapan tahu". Mengingat umat Islam itu jumlahnya juga mencapai miliaran.

Sebenarnya itu berupa sindiran, karena mereka terus-terusan mengatakan Islam adalah agama teroris dan agama yang memerintahkan untuk  membunuh orang, jadi aku pengin membuka mata mereka: 'Heeiii... kamu bilang kami ini agama yang cuma membunuh orang? kalau memang kami itu 'begitu', harusnya kalian sudah pasti mati dari kapan tahu! Tapi nyatanya? Sampai sekarang kalian masih hidup dengan aman sentosa kan?? Apa ada kami melakukan tindakan kriminal pada kalian?'

Aku bersahabat 5 orang. Dan tahu nggak? Dari kami berlima, satu-satunya umat Islam itu cuma aku, yang lainnya Kristen. Tapi aku tak pernah ada niat membunuh mereka -_- #kesal.


Nah.. Simon yang baca statusku itu langsung nge-chat aku, dan bicara panjang lebar dalam bahasa inggris, yang kesimpulannya sih dia bilang bahwa dia bukan memihak siapa-siapa (antara non muslim dan muslim), dia juga tak mau ngejudge siapa yang salah siapa yang benar. Di matanya, semua agama sama saja, sama-sama merasa paling benar, ada sisi jelek dan bagusnya. Semua agama sama di mata dia, karena itu dia memilih jadi atheist. Dia bilang, Islam ada sisi positif dan negatifnya (ya itu, suka buat kekacauan termasuk teroris), Kristen pun begitu. Jadi, di mata Simon, tak ada agama yang benar-benar bagus. Tapi dia menambahkan "Tapi itu juga karena aku mungkin tak mendalami agama itu, jadi apa yang aku bilang tadi juga bisa jadi salah. Mau bagaimana lagi? Sekalipun agama Islam tak seperti yang dipikirkan aku/non muslim lainnya, faktanya apa yang ditunjukkan adalah seperti itu. Aku menanti pembuktian. Aku percaya islam itu agama yang baik, dan mungkin semua agama pun baik. Tapi kalian (para penganutnya) harus bisa membuktikan itu."

Panjang sih Simon ngomongnya, yang aku cantumkan cuma kesimpulannya aja. Dan aku akuin, Simon ada benarnya. Faktanya memang sebagian besar oknum membawa nama Islam untuk tindakan yang tak baik -_- Nama Islam rusak karena orang seperti mereka. Jadi, sekalipun kita mau berusaha merubah pandangan orang tentang Islam... hmmm... is difficult... is hard... Sebaik-baiknya yang bisa kita lakukan adalah menjadi umat yang lebih baik, menjadi hamba Allah yang bertakwa, sehingga orang bisa melihat bahwa Islam ada agama yang mengajarkan banyak kebaikan (bukan hanya membunuh, yang mana itupun cuma diperintahkan pada saat perperangan, bukan di luar itu!).

Sejak itu aku dan Simon lumayan dekat. Walau awalnya aku sempat jengkel dengan kata-katanya tentang agamaku, tapi setelah saling bicara, ternyata dia tidak seperti itu. Dia orangnya open minded, sangat enak diajak bicara hal yang serius maupun non serius. Dia tidak memandang islam itu jelek, tidak pandang bulu. Ya buktinya, dia mau berkawan sama saya, padahal saya muslim, berjilbab pula.. ^^; Bukan aku loh yang mendekati dia, dia yang duluan, padahal sudah jelas-jelas aku berjilbab. Tapi itu berarti ia tak alergi pada Islam maupun perempuan berjilbab.

TAPII...

Ini dia. LOL

Setelah berteman, baru tadi pagi aku tercengang dibuatnya, sekaligus merasa lucu... ^^; Syok juga.

Aku tak menyangka, ternyata dia selama ini berpikir kalau semua manusia itu sama aja dengan bangsa di negara dia (UK). Maksudku, apa yang lazim bagi mereka, dipikirnya lazim juga bagi semua negara dan agama.

Ini berawal saat aku curhat ke dia (oke, ini cerita lain lagi), tentang seorang kenalan yang naksir temanku. Kenalan itu seorang cowok, duda, orang Indonesia tulen tapi besar di Australi. Sudah punya anak juga, ada dua. Dulu dia nikah dengan bule, tapi sudah cerai, jadi sekarang single. Dan dia naksir temanku yang adalah perempuan berjilbab. Awalnya aku pun terbingung-bingung sendiri saat ia mengaku naksir temanku dan selalu nanyain kabar temanku (soalnya temanku itu memang tipe ice princess, apalagi sama lelaki gak jelas, yang dia gak kenal-kenal banget, apalagi duda, apalagi... beda keyakinan ^^;). Iya, dia ini Kristen. makanya aku terkaget-kaget, ngapain dia naksir temanku? Kan temanku itu perempuan alim. Yang aku lihat, dia ini adalah tipe cowok yang mestinya sih wanita idamannya itu 'liar', bukannya yang alim berjilbab. makanya, aku tanya dia: "kenapa sih kamu suka (sebut saja namanya) Vivi? Nanyain Vivi mulu."

Dia bilang, karena Vivi cantik, pintar, dan juga dia dipesan ibunya agar mencari wanita baik-baik.

Hmmm..... Dalam hati aku menggumam, ya nyari wanita baik-baik, tapi kok ekstrem banget ngincarnya yang muslim? Berjilbab pula. Kan beda keyakinan.... Sudah jelas tak mungkin bersama.  Tapi aku tak/belum mau bertanya alasan dia ngejar wanita yang beda keyakinan. Lagipula Vivi juga gak akan pernah mau sama dia ^^;


Sejauh yang selama ini aku lihat dari dia, masih tetap pada kesan pertamaku, dia tipe yang 'nakal'. Sifatnya ala bule (mungkin karena besar di Australi). Jadi, aku tak tahu, apakah dia 'nakal', atau karena aku saja yang gak biasa? Lol. Karena kan kayaknya bule-bule yang aku tahu emang sifatnya begitu. Supelnya medekati 'naughty'. Emang gaya bule. Sama macam Simon, 'naughty' lol ^^;

Sampai aku agak syok kemarin, waktu tahu kenyataan bahwa dia 'having sex' 3 days ago. Aku langsung yang... ????

Aku sih tak komentar apa-apa atau beri tanggapan apapun. Kan itu urusan dia. Mau ngeseks kek, mau jungkir balik kek, ya masa bodo sebenarnya. Hanya saja aku jadi bingung, kenapa dia ngejar-ngejar perempuan berjilbab yang alim? Kalau dipikir sampai sekarang tuh aneh tau nggak. Pertama, dia Kristen. Kedua, kelakuannya aja begono kok ya ngincar yang alim?? Kenapa nggak pacaran aja sama perempuan yang ngeseks sama dia beberapa hari lalu itu? :/

Aku sih gak masalah sebenarnya. Aku maklum. Namanya 'bule', bagi mereka itu hal biasa, gak aneh. Cuma ya bingungnya, kenapa mereka naksir perempuan Muslim berjilbab? Itu semacam kayak... bahasa kasarnya 'nggak ngaca'. ^^; Namanya orang kan biasanya pasti nyari partner/kekasih yang.. yah pasti kita tahulah yang kita layak/nggak. Macam aku, aku kan tahu aku siapa dan kayak apa.. jadi aku tahu diri gak naksir sama cowok non muslim. Atau, aku yang lahir di kultur macam Indonesia dengan balutan didikan agama Islam, sudah pasti nggak bakal ngelirik cowok 'naughty'. Bukan karena pilih-pilih, tapi ya itu sudah semacam insting, karena sudah tahu, itu bukan 'lingkungan'ku. Nah, sama.. cowok yang 'naughty', pergaulan seks bebas, beda keyakinan pula, kok ya ngejarnya malah perempuan alim berjilbab... kan aku jadi bingung. Tapi aku belum/tak tanya apa-apa, sih sama dia. Cuma, aku jadinya curhat sama Simon, karena Simon kan bule, trus pergaulan seks bebas juga, dan non muslim, jadi mungkin dia bisa tahu jawabannya, lol.

Dan jawaban Simon.... bikin aku pijat-pijat kening.. ^^;

Simon:  If two people fall for each other over long distance, it's not about religion or looks, they have found something which slot of people miss, it's their personality if you can fall in love with that, then nothing else matters you be with each other No matter what.

Me: Bukan itu maksudku. Ini tak hanya sekadar agama. Tapi prilaku juga. Dia pelaku sex bebas.dia bahkan behubungan seks 3 hari yang lalu entah dengan siapa. Katanya suka sama temanku, tertarik, something like that.. kenapa berhubungan seks bebas dengan berbagai wanita?

Simon: Oh I see. Sex with different people is OK if your single.That don't matter for him if he wants sex then hey he will ask any woman. If they say No. Then they be onto the next woman.

Di sini aku sempat tercengang sebentar, tapi kemudian langsung maklum 'oh iyaaa... aku kan sekarang sedang bicara sama bule -,-'


Oh iyaa, sempat ada kejadian lucu. Ada miss communication, karena aku sempat kelepasan cerita dengan bahasa Indonesia, lol. Biasanya Simon mengerti apa yang aku katakan even in indonesian language, jadi aku pikir tak masalah. Iseng, aku tanya, apakah ia mengerti ceritaku? Karena bila melihat jawabannya, kok agaknya ada sedikit aneh.. karena dia ada mengatakan ini:


 Fall in love and put everything aside, when you get together, it's just two people, different cultures and religion, but does that go through your head when your both naked, and making love? It's down to each other to make each other happy and both of you to make a happy life together, No matter what: )

 You can be Muslim, an alien, a banana if I like you then that's it I like you.


So, aku bertanya padanya, apa dia benar-benar paham akan ceritaku?


Simon:  I understood that story

Me:   Oh, really? What's the story that i told you? Repeat, please :p

Simon:  There's this man who wants to have sex with you, but he is Christian and your Muslim, because you said No. He moves onto your friend, he has sex 3 days ago,



*di sini aku nyaris spanneng di tempat*

 You don't like it, as he is sex freek,


Me: Nooooooooooooooooo *fainting*



Serius... aku mau pingsan benaran begitu tahu bahwa itu yang dia tangkap dari ceritaku -_-



Simon: You don't understand why he could be interested in Muslim women.

Me:  Not like that *crying* *emotikon nangis bandang*
Simon: Oh sorry

Me:  sebagian ada yang benar ^^;
 Yang salah adalah, he is not trying to have sex with me ^^;
 He never asked me to have sex

Simon:  Why not is he gay?


Asliiii... aku nyaris garuk-garuk kepala baca pertanyaan polos Simon itu.. -_- 
^^;



Me:  Because im muslim

Aku sengaja menjawab singkat. Karena aku pikir itu sudah merupakan kalimat pamungkas,  dan bisa langsung dipahami. Walau bodohnya, aku tak sadar kalau Simon dari awal juga sudah tahu kalau aku muslim ^^; Kenapa aku malah menjelaskan apa yang ia sudah tahu ya? ^^; Yaa... itu karena aku pikir 'im Muslim' adalah kalimat pamungkas, yang AKU PIKIR semua orang akan tahu hal itu.


Tapi ternyata... tak seperti yang aku pikirkan. Ternyata... tak semua orang tahu apa Muslim itu sebenarnya... selain hanya sekadar bermakna 'orang yang beragama Islam'.


Simon: So? Can you not have sex with other cultures?  Can you only see Muslim boys/men And only have sex with Muslim men? Sorry, I'm dumb here

Okee... next pertanyaan polos Simon keluar ^^;, bikin aku kali ini benar-benar garuk kening. 
Sebenarnya ini hal yang simpel, tapi tak tahu kenapa aku jadi kesulitan menjelaskan padanya. Mungkin karena aku syok, karena ternyata Bule seperti Simon berpikir bahwa sekalipun Muslim, tetap hal yang lazim kalau mau having free sex ^^; Dia malah salah paham, salah mengartikan maksudku, berpikir kalau 'apa seorang Muslim hanya boleh ngeseks dengan sesama Muslim? Tak boleh dengan yang agama lain?' Lol... haduuhh... *garuk-garuk dinding*

Me:  Not a problem of culture. But having sex only when already married. He is not my husband (so i can't have sex with him. IMPOSSIBLE).

Simon: Ok


Aku pikir itu jawaban sudah sangat jelas, sampai ada pernyataan baru dari Simon lagi yang bikin aku pengin guling-guling di aspal.



Simon: OK, because couldn't have sex with you, he turned to your friend, 

 Me: No. He never asking me to have sex..

Itu aku menjawabnya dengan sudah sangat lelah, lemas, dan nyaris despresi.. ^^;



Simon:  OK yeah coz couldn't have sex with you, so he didnt ask you.

Me:  having sex itu wajib? hh -_-


Di titik ini aku sudah sangat kesal. Bete aja gitu, kenapa sih di otaknya mesti 'have sex' mulu?? Padahal dah dibilang berkali-kali, kalau lelaki itu gak pernah ngajak aku nge-sex or something like that -_-
Makanya, aku jadi berpikir.. ini bule ya saking di negaranya seks itu hal yang normal dan biasa aja, jadinya mikir semua umat cuma mikirnya having sex doang -_-



Simon:  No, you can male friends even if you didn't want sex with anyone? That right ?

Me:  though I was not married yet, he would never take me in sex


Ini kalau diverbalkan sebenarnya aku sedang bernada ketus menjawabnya ^^; hee~



Simon: Oh I see.

Tak tahu deh dia beneran ngerti apa kagak, udah masa bodo saya.. ^^; lol



Me:  he is interested not in sexual way

Simon: Yeah: ) to be friends

Me: Do not like that too. Arguably looking for partner.
more than friends. In a special relationship.

Simon:   OK: ) friends with benefits?


Di sini aku sudah benar-benar sangat lelah dan ngusap keringat... beneran, deh.... ^^;


Me: Courtship. In your country knows courtship?

Simon: Dating. Yes. Courtships is dating or wooing someone else to get them to fall in love with you. That's what it means here.


Me:  Nah, ya.. So, if like that, you dating with someone, should be having sex?


*kalau divisualisasikan, di sini aku sudah super datar dengan muka bener-bener straight face*

Dan jawabannya bener-bener bikin eike spanneng...lol.. Bule oh Bule..


Simon: If you want to have sex and your not married of course it's fine.

Me: Not like that here.

Simon:  Here you can have sex even if your not married.


Di sini eike benar-benar siap angkat barbel.. Huh..hah..Huh..hah..!

^^;

Me: Thats why I said, different. Differences in culture and religion. ^^;

 Simon: I see now. OK: )


Aku gak tahu ini bule paham beneran apa cuma I see I see aja ^^;


Kesimpulannya adalah, aku syok.... karena ternyata bagi Bule, orang Indonesia ya sama aja macam di negara mereka. Dan agama Islam ya sama aja dengan mereka. Beda agama dan negara tak membuat mereka berpikir bahwa ada aturan yang berbeda. Mereka pikir,kita, orang Indonesia, terlebih yang Muslim, sama aja macam mereka, kalau mau have sex ya have sex aja, gak mesti nunggu married. haduuh... kacau nih ^^;

Aku tuh masih syok karena dia dengan santai bilang 'kenapa dia gak ngajak kamu sex? Dia gay?' huhuhu... dipikir eike perempuan gimana?? :( Padahal dia tahu loh aku Muslim, bahkan dia sangat tahu aku pakai hijab. Tapi ternyata itu tak membuat dia berpikir bahwa aku tak mungkin tak melakukan hal semacam having sex dengan siapa saja itu huhuhu... aku syok... berarti kan selama ini bule tak berpikir bahwa Muslim itu beda, dan mereka tak tahu bahwa dalam agama Islam ada banyak aturan ketat, tak sebebas mereka..

Tapi ada sisi positifnya. Dengan ini, aku makin yakin kalau Islam itu agama yang benar. Karena apa? Walau Islam banyak aturannya, tapi bisa dilihat aturan itu untuk kebaikan. Aku rasa, orang paling bodoh pun bisa bedakan mana agama yang benar dan salah. Simpelnya: Kalau Agama A membolehkan kamu seks bebas, tak ada aturan harus menutup aurat, jadi kamu mau pakai seksi-seksi atau telanjang sekalipun sah-sah aja, sementara Agama B super ketat aturannya, harus menutup aurat! dll, aku rasa semestinya orang bodoh tahu, yang benar itu Agama A atau B :)

Hasil perbincanganku dengan Simon ini bikin aku miris dan sangat bersyukur aku mengenal ajaran agama Islam dan berada di dalamnya. Dalam agamaku, ada anjuran untuk menutup aurat, dan mengharamkan seks selain dengan suami/istri. Sementara mereka, karena tak ada aturan dalam agamanya, mereka bebas-sebebas-bebasnya. Mereka mau nyungsep, jungkir balik, telanjang, having sex sana-sini, tak ada larangan. Justru hal ini yang bikin semakin jelas bahwa agama Islam adalah satu-satunya kebenaran. Hanya orang yang tak buta hatinya yang bisa melihat. Padahal ini kalau dianalogikan, sangat mudah. 

Bila kamu ada di asuh dua orang tua berbeda:

Orang Tua A: Sangat ketat aturannya. Anaknya tak boleh pakai baju seksi/di luar batas. Ada jam malamnya, paling lama pulang harus jam 8, tak boleh lewat. Semua serba aturan, makan harus begini, prilaku harus begitu, sikap harus santun, pokoknya orang tuanya sangat keras. Anaknya harus bangun pagi setiap hari, harus menghormati orang yang lebih tua, dll.. semuanya diajarkan dengan sangat keras tapi tujuannya satu: untuk mendidik kedisiplinan n si anak.

Sementara orang tua B: Anaknya sangat dimanja. orang tuanya cuma tau kerja, pergi pagi, pulang malam, tak tahu menahu dengan anaknya, karena mereka memberikan kebebasan pada anaknya. Mereka hanya menyediakan uang untuk anaknya di rumah. Anaknya mau pulang jam berapa, terserah. Anaknya mau pakai baju apa juga terserah. Anaknya mau tak pulang sekalipun juga terserah. Anaknya mau bergaul sama siapa juga terserah, orang Tuanya tambil pusing. Pokoknya semua bebas! Anaknya boleh melakukan apa saja. Tak ada peraturan apapun di rumahnya sehingga anak itu jadi bangun sesukanya, lalu pergi main seharian, dan pulang malam.



See? Dengan analogi seperti itu, rasanya tak mungkin ya kalau masih belum jelas sangat :)























Minggu, 01 Februari 2015

Saling Melindungi..

Diposting oleh Eka Suzanna di 15.16 0 komentar

 




Beberapa waktu kemarin (beberapa hari lalu lah), aku baca tafsir al-Qur'an, dan ketemu dengan surah Al-Anfal ayat 72. Yang bunyinya begini:

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada Muhajirin), mereka itu satu sama lain saling melindungi. Dan (terhadap) orang-orang yang beriman tetapi belum berhijrah, maka tidak ada kewajiban sedikit pun bagimu melindungi mereka, sampai mereka berhijrah. (Tetapi) jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan kecuali terhadap kaum yang telah terikat perjanjian antara kamu dengan mereka.


Aku langsung JLEB! Terpaku membacanya...

Beberapa saat aku terdiam sejenak mengulang membaca ayat itu... dan kemudian mencatatnya dalam notes (aku punya kebiasaan selalu menulis terjemahan ayat yang 'memberikan suatu pengajaran' untukku). Aku langsung teringat pada salah satu komentar 'menohok' di salah satu postingan Pak Edy yang kubaca beberapa hari sebelumnya, sebelum aku menemukan tafsiran ayat ini.



Benar..... 
Ayat yang aku baca itu langsung menghubungkan ingatanku pada komentar yang satu itu.
Benar-benar jleb...

Tahu nggak apa hubungannya?

Sebelum itu mari kita coba simpulkan apa maksud dari surah Al-Anfal 72 itu.
  • Hendaklah kita (kaum mukmim) saling melindungi satu sama lain 
  • Kita wajib memberikan pertolongan kepada seseorang atau suatu kaum yang membutuhkan pertolongan terkait dengan pembelaan agama 

Kalau dijelaskan secara lebih luas lagi, lebih gaul lagi, itu sudah sangat jelas maksudnya bahwa kita mesti saling melindungi, apalagi kalau berurusan dengan pembelaan agama! Sedangkan, apa yang dilakukan oleh kebanyakan orang (yang mengaku) mukmin, ialah ya..seperti pak Edy itu. Mencela, menghujat, sekalipun ada yang niatnya mungkin benar bermaksud mengkoreksi, mengkritik, atau apalah itu... tapi seringkali penyampaiannya salah. Ya seperti cara Pak Edy itu. Menggunakan media terbuka untuk 'menyerang'. Padahal dia muslim, yang dia 'serang' juga muslim, dan topik yang didebatkan adalah termasuk dalam 'pembelaan agama'. Kan Felix itu bisa dibilang termasuk golongan muslim yang inshaAllah berusaha berdakwah dengan tujuan 'menolong' agama di jalan Allah, yang sebenarnya itu bagus kan. Sangat bagus. (Kalau masalahapa yang disampaikannya ada yang salah atau tidak, yang penting kan niatnya dulu). Jadi itu termasuk 'pembelaan agama'. Dan jelas-jelas dalam ayat di atas Allah menyatakan langsung, bahwa muslim harus saling tolong menolong, terutama dalam kasus 'pembelaan agama'. Sedangkan apa yang dilakukan Pak Edy dan muslim kebanyakan (termasuk saya)? Menghujat terang-terangan, mengkritik dengan kata-kata kasar, menegur dengan cara terbuka dan tak beradab, bersikap pongah.. masing-masing merasa dirinya paling benar, paling betul, paling beriman, paling baik akhlaknya dll. Yah, begitulah....

Dan di sini aku menyadari, kenapa kita, penganut agama islam masih sering kalah dengan non muslim.. atau bisa dibilang para kafir (yang suka terang-terangan merendahkan islam dan mencari-cari cela untuk menghujat). Ya itu, sudah jelas, karena kita itu tak pernah saling menolong. Kita malah saling menjatuhkan dengan argumen masing-masing, dengan perasaan merasa paling benar. Nggak malu ditertawakan sama para kafir? Kalau saya jadi mereka, saya pasti akan bilang.. 'hahahahaha... sendirinya aja sesama muslim suka saling menyalahkan, saling menuduh, saling menghujat, masih merasa kalau islam itu agama yang paling benar? hahahahah!'. Ya, bisa dibayangkan.

Sedangkan, para kafir itu selalu saling 'tolong-menolong' loh. Mereka bersatu padu untuk menjatuhkan islam. Bisa dilihat kan, kalau ada perdebatan antara muslim dan non muslim, itu mereka pada kompakan semua, nggak peduli si A ngomongnya bener apa kagak, selama masih di jalur mereka, yaitu sama-sama bertujuan mencela islam, mereka akan iya-iya saja kompak menyoraki. Salah atau benar, pokoknya selama itu berbunyi celaan untuk islam,mereka pasti OKE, senang-senang aja! Gitu, tuh.

Nggak percaya? Coba aja sesekali jadi abg labil, ikut terjun debat agama sama para kafir di twitter, .. coba.

Saya sudah pernah. Dulu, waktu tahun 2012, masih abg labil nggak jelas jadi suka ngikut-ngikut hal-hal nggak jelas macam tu. Bukan karena ikut-ikut sih sebenarnya, tapi emang aku emosi beneran kalau Agama, Tuhan, dan Rasulku dihina-hina itu sakitnya di SINI!! *nunjuk dada*, terus akhirnya aku kebawa emosi deh naik pitam dan ikut komentar, yang pada akhirnya aku sadari itu perbuatan yang sia-sia karena hanya bikin mereka kesenangan, karena sebenarnya apapun pembelaan kita, bagi mereka itu hanyalah hiburan. Mereka pokoknya emang senang aja ngehina-hina. Mereka debat bukan karena cari pembenaran, tapi cuma untuk ngata-ngatain aja.Apapun kata kita, mereka akan tetap kafir sampai kapanpun. Tapi, bukan di situ poinnya.. Poin yang aku maksud di sini, bahwa.. coba lihat. Kalau kita debat, itu mereka kompak banget. Benar-benar kompak! Beda dengan kita yang saling menjatuhkan bila ada perbedaan pendapat. Nah, di sinilah yang membuktikan apa maksud dari surah al-Anfal ayat 73.


Dan orang-orang yang kafir, sebagian mereka melindungi sebagian yang lain. Jika kamu tidak melaksanakan apa yang diperintahkan Allah (saling melindungi), niscaya akan terjadi kekacauan di bumi dan kerusakan yang besar. (QS. Al-Anfal, 8:73)

 
Nah, nangkap maksudnya?

Itu emang sudah jelas. Terbukti. Ayat itu terbukti! Subhanallah... dan itu firman Allah, langsung dari-Nya.

Allah bahkan sudah menyatakan dengan sejelas-jelasnya, bahwa sebagian orang kafir itu saling melindungi sebagian yang lain. Dan itu terbukti, terpampang nyata! Kita bisa lihat. Dan, jika kita (para muslim) tidak saling melindungi juga seperti apa yang dilakukan para kafir itu, maka seperti firman Allah tersebut, Niscaya akan terjadi kekacauan di bumi dan kerusakan yang besar. Dan itu pun sudah terbukti! Bahkan nggak perlu nunggu bukti pun sebenarnya itu sudah bisa kita bayangkan,.. bahwa untuk melawan sekelompok kaum besar yang saling gotong royong itu, kita juga harus bersatu padu untuk bisa mengalahkan mereka. Teori itu juga anak SD pasti tahu! Tapi yang ada, mereka bersatu, kita terpecah belah. Ya kan? Kebayang kan apa jadinya kalau sudah begitu.....

Aku jadi miris sendiri. Tapi apa mau dikata... sepertinya emang sudah begitu takdirnya. Sampai zaman kapanpun, para muslim, para kaum mukmin.. takkan pernah bisa bersatu padu seperti para kafir. Akan terus terpecah belah dengan keegoan masing-masing, prinsip masing-masing, merasa diri paling benar, paling lebih tinggi ilmunya, dll..

Sangat miris.

Andai semua kaum muslim mau membaca al-Qur'an dan mengamalkannya..  jangan hanya ilmu agama saja yang ditinggikan, tapi mengamalkannya NOL.

Harusnya, kalau diantara para mukmin ada perselisihan, tegurlah baik-baik.. bukankah kita bersaudara? Bersaudara itu adalah saling menasehati, bukan saling mencela..

Bahkan menasehati saja ada aturannya dalam Al-Qur'an, jangan menasehati di depan publik, karena itu sama saja dengan membuka aib saudara kita yang sesama muslim. Kalau sudah begitu, hilanglah amalan 'saling melindungi' itu.. :) How, Pak Edy?










Terima kasih kunjungannya~ :)

 

bOLLywood-giRL.coM © 2010 Web Design by Ipietoon Blogger Template and Home Design and Decor