Minggu, 28 Januari 2018
Selasa, 28 November 2017
Kata Indonesian mengenai Lofattzura (Neelofa, Fattah, and Fazura)
Haaa... Akhirnya... i update blog juga setelah sekian laamaaa 😂
Dan mengejutkan! I ingat tadi postingan pertama i setelah sekian lama tu akan bahas soal UT (Universitas Terbuka) lagi. (Sebab baru habis ujian...
Rrr.... hampir sebulan yang lalu 😁)
Tapi ternyata.... postingan pertama i malah akan membahas soal... FATTZURA 😱😱😱😱
Ye lah, you you ni mungkin (yg dari Indonesia) tak akan paham apa itu Fattzura. Tapi kalau u ni Malaysian kan, mestilah u paham apa itu Fattzura 😂 Ramai satu malaysia tergila2 sama mereka tauuu (ye ke?).
Makanya jangan heran postingan i kali ni bahasanya agak termelayu2 sikit 😂😂 sebab i lagi kena demam euforia di malaysia juga nih 😂 Fattzura! Hahhaaha
Apa sih itu Fattzura? Fattzura nama gabungan couple dari Fattah dan Fazura yang dibuat oleh fans yg ngeShip mereka sejak mereka bermain di drama HSC pada bulan April silam.
To be honest, i boleh dibilang termasuk haters Fattzura sebelum ni (sebetulnya bukan haters lahh, sebab i tak pernah pun komen negatif pasal mereka. Tapi because i ni #lofattah, dah pasti lah i tak suka #fattzura 😅)
Dan i before ni tak suka Fazura. Sebab ye... wajarlah. Karena saya pada masa tu suka Neelofa, dah pasti tak akan lah suka Fazura (tak kan pernah u temukan orang yg suka Neelofa lalu suka Fazura juga agaknya 😅 mesti bila u suka Neelofa, u takkan suka Fazura dan juga sebaliknya. Kan?)
Tapi jangan salah paham dulu. I pun bukan juga fans Neelofa 😂😂
So i ni sebenarnya bukan fans mana2 pihak ataupun haters mana2 pihak. I netral sesungguhnya. HANYA SAJA i selalu terbawa euforia mereka 😂
Begini, i kena cerita dulu la ye, macam mana awalnya i yang orang indon ni boleh tahu lofattzura (Neelofa, Fattah, dan Fazura).
So.. sebelum niiii, i sama sekali tak tahu siapa Fattah Amin maupun Fazura. At all. I baru tahu Fazura pas dia main HSC sama Fattah.
Walaupun Fazura ni katanya dah sering main film dan nyanyi di indonesia, but tbh i tak pernah tahu dia. Dia tak popular di indonesia (untuk saat ini. Tak tahu kalau di masa depan nanti, apa2 boleh terjadi)
So sebelum ni i tak pernah kenal Fattah maupun Fazura. Tak pernah dengar nama mereka pun. Tak pernah tengok muka mereka juga (kalau Fazura mungkin pernah, tapi karena i tak pay attention jadi mungkin tak membekas di ingatan).
I cuma tahu Neelofa je.
I tahu Neelofa sejak tahun 2012.
Macam mana i boleh tahu Neelofa?
Nah, ni ceritanya juga rada pelik ni 😂😂
So.. pada tahun 2012 tu i tergila2 main twitter 😂 (too late)
I follow banyak selebtwit yg suka twit kalimat bijak. Salah satunya yg terfollow adalah Selebtwit Nurul Husna dari Malaysia atau yg popular dengan nama Yuna Zainal (bukan artis Malaysia itu ya. Dia hanya selebtwit. Tapi sekarang dah jadi selebgram. Eh btw kalau di Malaysia, selebtwit disebut Twit Famous)
Nah... i ni suka sama Yuna. Sebab twit dia masa tu ya... bagus lah walau jarang2. Dan sebab dia cantik. Saya suka bila tengok orang cantik yang bertudung (eh.. saya normal loh 😤😤)
So saya suka ikutin twit Yuna.
Suatu ketika.. kenapa dia ada upload foto dia dibandingkan dengan sebuah gambar wanita tak bertudung (yg saat itu saya pikir adalah dia 😂). But ternyata itu bukan dia. Tapi Neelofa. Ramai yang puji Yuna ni, sebab katanya muka dia macam Neelofa. Memang kadang2 nampak mirip.
Saya akhirnya penasaran sama si Neelofa yang katanya mirip dengan Yuna yg saya suka ni. Saya cari instagram dia buat tengok2 foto2 dia karena penasaran, betul mirip Yuna ke?
Eh... saya jadi suka (instagram) Neelofa juga sebab dia cantik dan muka macam Yuna (atau Yuna yg macam dia? 😅) Saya follow lah. Mau tak mau saya jadi ikutin aktifitas Neelofa.. eh... saya jadi suka betulan sama dia 😂
Mungkin sebab muka dia yg cantik.
Saya cari film dia, dapat Azura (ehh... baru tersadar.. nama macam Fazura pulak 😂). Saya tonton dan saya sukaaaaaaa. Saya sampai nonton ulang Azura itu mungkin dah ratusan kali 😂😂 Entah kenapa suka saja tengok lakonan Lofa.
Makin lah suka sama Lofa. Sejak tu saya jadi pemerhati instagram dia. Semua kegiatan dia saya tahu. Sampai lah masa saat dia pakai tudung.. Masa tu saya ikut deg2an pula ketika dia hijrah 😊
Sejak tu terus2 selalu perhatikan Neelofa. Tiap hari tiap waktu. Tak pernah tinggal. Jadi saya tahu lah apa2 saja yg dia buat. Pilot Cafe tu pun saya penasaran nak tengok... huhu. Tapi tak boleh nonton.. tak tahu nak tengok kat mana.. hmm..
Lalu sampailah dengar kabar Neelofa nak berlakon lagi setelah sekian lama. Judul SHMP. Pertama kali Neelofa upload foto dengan Fattah tu saya ingat. Yakni ketika Fattah pakai baju pilot dan Neelofa sedang hadap dia. Di situ saya dah merasa "wahhh... sapa laki2 kacak ni?? 😍😍"
Seriouslyyy... selama ni Neelofa selalu upload pic sama budak laki2 tak pernah pun saya merasa seperti itu. Selalunya biasa je. Eh.. tapi ketika foto sama Fattah.. tak tahu, macam terpesona 😂😂 Handshome nyaaaaaaaa!! I sampai merasa dia itu pilot sungguhan 😂😂
I jadi ikutin aktifitas mereka... and ngeship mereka... so i jadilah #lofattah fans 😂
Dan i hampir tak pernah tinggal kabar mereka sedikit pun (walau ada hal2 yg i tak paham sebab i tak terlalu mengerti bahasa dan juga i kurang informasi)
Yg jelas i bingung kenapa pada akhir tahun 2016 tetiba je Neelofa bikin statement yg hubungan dia dengan Fattah complicated dan ada orang ketiga? Dan fattah juga tak komen apa2. Dah tuh Neelofa pula bagi statement yg dia tu single or availabe. Aih... peliknya... saat itu saya bertanya2 ada apa antara Lofa dan Fattah.
Tapi habis tu yang Neelofa naik haji tu pula sebelum dia berangkat, tetiba2 je mereka dah baikan (entah sejak bila :/). Yg fattah video call dgn Neelofa depan fans tu.
Lalu saat di tempat haji tu pun Neelofa macam berseri2 malu2 je mukanya. Nampak happy. Dan tau2 je ada pula keluar Wanita Terindah. Hmmmm...
Pulang haji, Lofa dan Fattah berkali2 ada kat meletop, Lofa nampak berseri2 je.. malu2.
Nampak semua baik... so i tak paham kenapa tetiba2 bulan Januri Februari tu jadi terpecah mereka dan tahu2 dah senyap je....
Ada yg kata Lofa pindah ke lain hati dll... but i tak begitu paham...... (i sebetulnya berharap Fattah ada beri kejelasan pasti soal ni pada fans, apa sebetulnya yg bikin hubungan dia dah berakhir. I tahu dia dah kawin sekarang, dah berpunya... Nah justru karena dia dah kawin, i rasa tak ada salahnya untuk mengobati rasa penasaran dan perdebatan di antara fans lofattah selama ni kan? Bukan kita tak move on, saya jujur sekarang lebih suka Fattah dengan Fazura. Cuma, ya rasa penasaran di masa lalu ni kadang2 masih mengganggu 😂 ibarat hantu yg masih gentanyan karena penasaran yg tak tuntas 😂)
Back to story...
Begitu lah awal saya tahu Neelofa dan Fattah😊 (jadi bisa dibilang saya tahu Fattah sebab Neelofa. Sebab kalau bukan karena Neelofa, tak kan lah saya nak tengok SHMP. Kalau tak tengok SHMP, saya tak akan tahu Fattah)
Dan.. saya tak tak akan tahu HSC kalau bukan karena Fattah dan Neelofa. (Sebab masa tu mereka berdua katanya akan main HSC). Karena Neelofa dan Fattah, atau karena lofattah lah saya jadi tertarik sama HSC. Eh... ternyata... Fattah tak nak Neelofa jadi heroin (sebab dah putus). Jadi lah Fazura gantikan. Di sini lah masa saya tahu Fazura.
To be honest, sampai 22 November kemarin, saya masih tak suka Fazura 😂 Mungkin karena saya stand on Neelofa, dan mungkin sebab saya kira Fazura tak akan nak serius dengan Fattah. Saya kira Fazura hanya gunakan gosip mesra mereka untuk naikkan popularitas je (sebab dulu masa dia dengan Ridho tu pun dia macam gunakan gosip dia dengan Ridho). Makanya, begitu mereka kabarkan bertunang dan saya tengok gambar dan video tunang mereka, di situ rasa tak suka saya pada Fazura hilang. Saya dapat tengok ketulusan dia pada Fattah :'(
Sejak itu saya in love sama Fazura dan jadi cari semua tentang dia, dan makin lah saya jatuh cinta pada Fazura. Saya bisa tengok Fazura ni murah senyum sangat. MashaAllah... tak pernah i dapat muka marah dia. Sepertinya ia tak pernah marah 😂😂 MashaAllah. Senyum tu selalu di bibir. Menyejukkan hati yang memandang.
Bicara dia juga selalu sedap di dengar. Tak tahu kenapa. Suara dia sedap, baik saat bernyanyi atau berbicara (Neelofa pula suara dia menyakitkan telinga 😂😂 im sorry neelofa, i sayang you sebab tu i cakap jujur)
Fazura ni... mashaAllah. Senyum tak pernah tinggal dari bibir dia... kata2 yang keluar selalu penuh yg baik2.. juga satu lagi. Pemaaf. I sampai terheran2, macam mana dia boleh selalu maafkan Fattah bila lelaki ni lupa tanggal lahir dia, tak tahu nama Ibu dia 😂😂 Bahkan muka marah sedikit pun tak ada. Dia ni malaikat ke apa?? Bila i jadi dia, mungkin i dah tak tegur Fattah 3 hari 😂😂😂😂 I ni macam Neelofa (macam wanita kebanyakan la) yang merajuk pada hal2 macam tu 😂
So i tak salahkan Neelofa pada sikap dia yang seperti itu sebab itu normal. Yg macam fazura ni lah kan yg sukar dicari pada diri wanita. I pun nak jadi macam Fazura.
sekarang i cuba belajar jadi sosok macam Fazura yg selalu tersenyum manis, kata2 yg keluar dari bibir sedap didengar juga pemaaf dan tak pernah marah. Susaaah 😂😂😂 tapi mesti terus cuba!
Dan satu lagi. Beruntung lah Fattah dapat Fazura dan sebaliknya. Sekarang i dah bisa katakan ini. Sebab i bisa lihat.. walau Fazura lebih tua 7 tahun, tapi dia mau menundukkan diri demi menghormati kedudukan Fattah sebagai lelaki. Ia tak ambil peran Fattah. Ia tahu tempat dia. Ini yang wanita zaman sekarang susah nak terapkan, termasuk saya 😂 Wanita sekarang ni suka menyelak lelaki, dan tak mau kalah atau menunduk. Lelaki tegas, dia pula lebih tegas. Tapi Fazura ni kan i tengok, dia pengalah dan penyabar (sebab kita tahu lah kan Fattah ni pencemburu dan cepat merajuk sebetulnya hihi). Bersama Fazura, Fattah jadi nampak dewasa. Fazura makes him feel confident (ketika dengan Neelofa, i rasa she makes him lost his confident huhu)
So itu je lah yang saya nak cakap. Sekarang ni saya sukaaaaa sangat Fattzura 😊 Especially Fazura. Nak jadi perempuan macam dia 😊 Dia adalah inspirasi saya dalam menjadi seorang wanita (of course tak ada yg sempurna. Tinggal bagaimana kita tiru yg baik2 dari dia, dan jangan tiru yg tak baik)
Same to Lofa. I masih suka dia. I masih support dia. Walau i mesti akui i macam kecewa cara bertudung Lofa dari waktu ke waktu, sebab i tengok tudung dia tu bukan makin berlabuh, tapi makin memendek pula 😅 But i selalu doakan semoga Lofa selalu mendapatkan hidayah dari Allah dan makin baik dari waktu ke waktu 😊)
Fazura ni memang lah kekurangan dia tak pakai tudung. Tapi i perhatikan ia pun tak pernah pakai baju seronok, even waktu dia kat luar negeri. Baju dia selalu sopan je. Dan i tengok lagi, Fazura ni bakal jenis wanita yang patuh pada suami dan bersegera dalam kebaikan inshaaAllah. So i bisa lihat as soon as possible, Fazura ni akan bertudung yang lebih baik dari gaya tudung lofa. Trust me!
Semoga Lofa dan Fazura sama-sama diberikan hidayahNya dan selalu kembali pada jalanNya 😊
Semoga Neelofa mendapatkan jodoh yang sepadan yang sesuai yang mampu membuat dia menjadi sosok yang lebih baik lagi 😊
I sekarang paham kenapa Allah tak nak Lofattah bersatu, sebab mungkin rasa tak sesuai. Keluarga Lofa nampaknya jenis yang bukan cocok dengan tipe keluarga Fattah. Mereka ni keluarga hedon i kira. Cocok dengan menantu macam Sharnaz.
Fattah pula tak akan comfortable bila berhadap dengan keluarga macam keluarga besar Neelofa tu i kira. Memang lah ia dah paling pantas dengan Fazura. Paling sesuai dan terbaiikk!! 👍👍👍Rencana Allah memang yang paling indah! 😊😊
Senin, 01 Mei 2017
My YEAR...
Ada apa dengan MAY ya? hahaha.
Kenapa aku selalu bersemangat untuk ngeblog di bulan MAY? hahahahha (yang lalu biasanya kemudian semangat itu melempem seketika :/)
Sama kayak sekarang. Dari minggu lagu aku bertekad pengen ngeblog lagi dan aku memutuskan untuk memulainya di bulan Mei.
Hmmmm.
Kalau tahun lalu judulnya adalah My MAY, maka sekarang aku memutuskan untuk merangkum kejadian di hidupku selama Januari-May.
Awal Januari, memasuki tahun baru 2017, itu diawali dengan antara baik dan nggak baik.
Maksudku perasaanku aku gak tahu apakah baik atau nggak baik. Karena..... aku berantem dengan Onassa tepat di tanggal 30 Desember....
Setiap berantem dengannya, perasaanku selalu nyesek.... Tapi karena saat itu adalah tahun baru, aku memutuskan untuk 'senang' dan melupakan. Aku berpikir, oke, kalau aku sama dia emang gak jodoh, fine. AKu move on. Walau itu sulit ya....
Dan saat itu juga aku lagi berantem sama adikku sih. Waktu itu sudah 4 hari dan di antara kami masih perang dingin. Padahal aku tahu jelas kalau tak boleh saling diam antara muslim lebih dari 3 hari. Huhu. So, aku mencari momen yang pas untuk mengalah. Yakni 1 Januari. Begitu tahun baru, aku memaafkannya walau ia tak pernah meminta maaf. Dan juga menegurnya duluan.
Yeah, walau dia masih nyindir2 aku di instagram per tanggal 2 dan 3 Januari, ya udah sih ya... aku nggak nanggapin karena kan aku udah bilang aku nggak mau berantem lagi, dan aku mau jadi pribadi yang baru.
Seebnarnya ada satu hal lagi sebagai resolusi aku yang sulittt banget aku terapkan sampai sekarang. Yakni, berbaik hati dan ramah pada suami adikku. Waktu tanggal 1 Januari itu berhasil sih... aku 'berbicara' padanya untuk pertama kalinya, itupun benar-benar aku memaksakan diri melakukannya. Walau sulit buat senyum, tapi at least aku bicara padanya. Dan sepertinya sejak aku menegurnya itu (itupun aku menegurnya cuma 'Do'i, pindah dulu ke dalam' karena aku mau membersihkan ruang tamu). Kayaknya sejak aku negur itu dia jadi 'berani' ke aku. Dalam arti, kalau biasanya dia canggung kalaua da di ruangan yg sama denganku waktu itu, setelah aku tegur itu tiba2 dia jadi 'berani' datang ke ruang tamu waktu aku duduk di sana sambil merokok. Duh... sumpah ya, kalau udah gitu aku jadi gondok banget. Untungnya dia diusir adikku dengan alasan jauh2 dari anaknya kalau merokok.
Ini bener2 suatu hal yang nggak bisa aku terapkan. Sejak hari itu aku kembali nggak menegurnya, karena memang suka untuk berbaik2 ke dia. Dia itu kalau dibaikin jadi ngelunjak. Jadi, ya udah, aku balik ke biasa aja nggak negur. Lagipula kan memang dalam Islam ada batas pada ipar. Dia tetap bukan mahramku.
Rabu, 15 Juni 2016
My MAY
Maksudnya... Aku ingin merangkum apa aja sih yang terjadi padaku di bulan May kemarin. Sebenarnya aku berencana ngepost ini waktu akhir bulan Mei.. Tapi biasalah karena sibuk, malas deng.... 😅 Jadinya gitu deh....
Duh pemirsah... Saya lagi pusing sama hidup saya. Hidup saya tuh sumpah bener kayak roalcoaster (bagaimana sih tulisannya? Kayak begini nggak?)
Ini aja sekarang aku pusing berat. Lagi berantem sama Onassa.... Dan ini adalah beranten terhebat kami rasanya. Nggak sampai maki-makian atau pukul-pukulan sih, tapi dia ngecuekkin aku seharian ini. Dia nggak pernah begini, berarti ini dia memang marah banget.....
He feels so hurt so bad..
Aku ngerasa bersalah sih.... Tapi aku punya alasan sendiri juga...
Ah... Sudahlah....
Kali ini aku nggak tahu sih bagaimana baikannya.. Biasanya kan dia yg selalu ngajak baikan, tapi kali ini dia yg marah banget... Jadi ya ga tau deh ntar bakal baikan atau nggak.. Tapi feeling aku sih pasti baikan, cuma gak tahu kapan. Aku rasa dua hari lagi dia bakal ngontak aku.. Karena dia itu gak pernah bisa lama marah sama aku (walau ini pertama kalinya dia nyuekin aku).
Yang mengejutkan saya, pemirsah... Di saat aku kemarin (sore, 42 menit sebelum waktu buka puasa), si India ngontak aku, pemirsah. What??
Aku ya begitu reaksinya pas dapat 3 chat dari dia berturut-turut. Aku mikir... Kenapa pas banget dia ngehubungi pas aku lagi gonjang-ganjing dengan Onassa? We never know scenario of Allah, yea..
But i just dont care anymore.. Malah rada gondok dapat chat dari dia. Bukan gondok juga sih... Tepatnya males, bingung nanggapinnya gimana. Yang ada aku mikir, ape sih lo? Eike lagi ribut sama laki aye, elu datang lagi chatting-chatting, setelah apa yg lu lakuin ke gue!!
Dia yah bilang 'Assalamu alaikum, happy mubarak. '
Aku balas saja 'Walaikum salaam. Yes, thank you. '
Dia balas lagi 'How are u? '
Me: "Alhamdulillah good"
Him: "What are u doing'
Me: "Lagi nonton youtube aja"
Him: "Udah buka puasa? "
Me: "Belum. Masih 42 menit lagi. "
Him: "Oh undang aku pas buka puasa, aku pasti datang.. "
Pretttttttttt!!
Iya, itu yg tercetus di hatiku saat itu. Pernikahan aja lu batalin, pakai bilang pasti datang kalau diundang buka pyasa, hellloooooo......
Lu aja ngelamar gue, setelah lamaran diterima, tiba-tiba ngebatalin pernikahan... Pernikahan aja lu cancel, dan gak jadi datang, pakai acara bilang pasti datang kalau diundang buka puasa... *keshel*
Aku cuma mutar bola mata, dan gak mau balas lagi. Dia chat lagi 'hallo'. Kebiasaannya masih belum hilang kalau aku gak balas chatnya dia pasti ber 'hallo hallo hallo' ria, kayak nge Ping kalau di bbm. Jadi aku jawab aja: "Yea?"
Trus dia gak balas lagi. Sepertinya dia tahu aku gondok. Ya lagian saya kan bingung mau balas apa..
Udah lah, saya lagi stress sama laki saya, nggak perlu nambah-nambahin, sana pergi sono, cari wanita india yg direstui ayahmu.
Siapa si pria india ini?
Panjang ceritanya, pemirsah...
Yang pasti dia adalah mantan calon suami saya. Kita pernah merencanakan pernikahan yg kemudian ia batalkan secara sepihak karena ayahnya nggak setuju.
Betenya tuh ya... Saya nggak ada perasaan apa-apa sama dia, tapi dia ngejar-ngejar saya dari tgl 8 Desember sampai bulan Maret kemarin. Saya udah cuekkin, jutekin, gondokkin, tetep gigih.... Akhirnya saya luluh dan nerima lamarannya...... Dan what then? Bulan April dia ngebatalin pernikahan.... Waw....... Karena ayahnya nggak setuju. Waw........
Sudah lah, pemirsah. Lupakan pria india nyebelin ini.
Lagipula saya punya tambatan hati sendiri, dan sekarang lagi agreement buat pernikahan, tapi lagi berantem saat ini... 😪
Ini kenapa
Minggu, 29 Mei 2016
Ujian hari ke dua Semester 3 di UT
Oke, langsung aja ya...
Alhamdulilah ujian ini (tgl 15 Mei 2016) berlalu dengan lancar. (Semoga nilainya juga lancar sih 😁😂)
Berangkat dari rumah jam 7 lewat 10-15 menit, nyampe jam 7 lewat 20 menit (ihhh tumben nih cepettt 😂 Ada angin apa yaaa?? ).
Serius ini rekor pertama loh Eka Bhakti Untari datangnya cepat gini gak pakai diburu-buru waktu. Pertama seumur hiduuuppp! (kayaknya..... Atau pertama dalam masa kuliah di UT ini deh)
Yang biasanya begitu turun dari pete-pete (red: angkot) aku langsung naik becak dgn kening berkerut dan perut mules karena merasa becak jalanya luamaaaaa bangettt kayak siput (biasa lah kalau telat rasanya semua jadi kayak siput), sekarang nggak perluuuuuuuu.... Saya tinggal melenggang jalan santai menuju tempat ujian.... Lalalalala~
Tapi, pemirsa, mana ada sih di dunia ini hal-hal yg berjalan mulus kayak jalan tol, at least di hidup Eka. Datang udah lebih cepat setengah jam dari jam ujian. Jalan santai, gak perlu panik...... Tapi nyasar 😂
Yep, pakai acara nyasar duluuu....... Hadeuuhh... 😂 *gara-gara kebiasaan diantar becak nih*
Trus udah gitu, bukan itu ajaaa...
Karena merasa selama 3 semester ini aku kebagian kelas selalu di atas tiap ujian (antara ruang 1-3, pasti diantara itu-itu aja. Kayak minggu lalu aku di ruang 2), ya aku langsung aja naik ke lantai dua, melewati semua kelas di lantai 1. Aku cek daftar nama peserta ujian yg ditempel di pintu kelas ruang 1-4... Kok gak ada.... Pertama ruang 1, gak ada. Ruang 2, gak ada juga. Ruang 3, gak ada juga.. Aku mulai mengkerut heran. Wah... Kok gak ada... Karena aku tuh gak pernah ditaruh di ruangan lain selama ini, pasti antara ruang 1-3. Aku ke ruang 4.. Gak ada juga. Haduuhhh....
Langsung panik aku bergegas turun ke lantai 1, mulai ngiderin kelas-kelas yg aku lewatin dengan pedenya tadi. 4 kelas aku liat daftar namanya.... Tapi gak ada jugaaaa!!
Mulai dah aku bergegas jalan ke sebrang, daerah yg gak pernah aku injak atau lewati selama ini. Karena yg paling ujung adalah ruang 8, aku mulai dari ruangan itu. Aku langsung menarik napas lega begitu mendapati namaku tercantum di sana. Hadehh.... Tumben amat dah dapat di lantai satu.
Aku pun masuk, dan dengan pedenya duduk di bangku kosong barisan dua nomor tiga. (iyess... Duduk sembarangan lagi). Eh, sebetulnya gak ada niat duduk sembarangan, sih. Karena kasus minggu lalu, aku jadi terdoktrin pengen disiplin, termasuk urusan tempat duduk. Tapi dalam ingatanku tuh tertuker antara nomor 8 dan 13. Nomor 8 adalah nomor ruangan, 13 adalah nomor bangku-ku. Tapi dalam ingatanku ketukar, entah kenapa aku ingatnya aku itu nomor 8. Jadilah aku duduk di bangku nomor 8 yg kebetulan kosong. Setelah itu cuma duduk planga-plongo (cieee.. Yg datangnya tumben cepat, masih sempat nikmatin duduk bengong).
Ibu panitia datang dan meminta semua menaruh tas di depan dan begitu juga dengan gadget. "Taruh tas di depan. Dan jangan ada yg pegang gadget. Ayo, hape, tab, semuanya taruh dalam tas dan tas nya taruh di depan."
Seperti yang aku bilang, aku orangnya innocent 😂 Patuh dan taat sama aturan, gak berani macan-macam. Kalau dibilang gini, aku nurut. Dikasih tahu sekali, aku langsung lakuin, masukin semua barang termasuk hape ke tas, lalu taruh di depan. Dalam hati sih aku bersyukur: untung aku gak ujian essay nya pas hari ini. Untung hari ini semua ujianku pilihan ganda... Huhu. Kalau aku sampai kena ujian essay pas gari ini, matik lah saya!!! Maka saya bersyukur banget sama Allah saya ujian essaynya itu kemarin, pas dapat panitia dan pengawas yg 'longgar'.
Aku tata rapi papan ujian, kotak pensil, kartu mahasiswa, KTPU dan tissue di meja, dan kembali planga plongo dengan muka 'sombong'. (gak tahu kenapa merasa kayak sombong aja gitu 😂).
Pas aku iseng cek kartu ujian, aku baru sadar kalau bangku ku nomornya 13. 8 itu nomor ruangan. Dan nomor 13 itu pas banget di meja sebelah. Tinggal nyebrang doang. Tapi aku tengsin, udah rapi-rapu cantik nata meja, dan udah pasang muka 'songong'(agaaiin... Aku gak tahu kenapa musti songong 😂), jadi aku pikir ah ya sudah lah..... Duduk di sini aja.
Ibu pengawas (yg kayaknya galak, tegas, nan disiplin) mulai bagi-bagi soal berurutan dari satu meja lain. Begitu tiba di mejaku, aku udah siap-siap nih pegang kartu mahasiswa dengan muka PD (kalau diperiksa), ia nampak sedikit heran melihatku sambil melirik ke lembar soal yg hendak di baginya. "Ibu duduk dimana?"
Aku langsung... 😳 "Aanngg... Nggg.. Nomor 13" *nunjuk meja sebelah* "Salah ingat soalnya, kirain nomor 8.." *haduh.. Kalau ingat ini maluuuu. Mana belepotan lagi jawabnya*
"Duduk di nomornya ya, Bu. Nanti saya salah kasih soal, gimana?"
Dengan muka mesem bin malu, aku pun hanya meringis sambil menggeser badan bersamaan dengan barang2 ke meja sebelah. Hadeuuh... Tengsinnya....... Mendingan kalau gini daritadi aja saya pindah sendiri.. Huhuhuhu...
Mana dipanggil 'ibu' lagi 😒 Emang tampang saya kayak emak-emak??? Masih perawan ting ting dan masih 23 tahuuunnn 😫😫😫😫
Setelah 'pindahan', tiba juga si ibu di meja saya yg sebenarnya. Ia bagi soal, dan lihat kartu mahasiswa saya sambil liat muka saya, lalu lanjut ke meja berikutnya. Bener kan dugaan sayaaa..... Beliau itu tegas, nan disiplin. Keliatan sih auranya. Well, yang begini sih yang emang bagus buat masa depan bangsa.. But, again... Aku bersyukur dalam hati beribu kali, untungggg ujian essay ku kenanya minggu kemarin, dengan pengawas dan panitia yg 'longgar'. Kalau dapetnya hari ini di bawah pengawasan ibuk ini, udah matik aja deh saya kalau gitu.. 😁😂
Oke, mulai kerjain.. Jam pertama ini ujian Reading IV, beres... Eskpektasi dapat B. Tapi semoga ada mukjizat dapat A 😂
Lanjut ujian jam kedua, Cross Cultural Understanding, beresss.... Ekspektasi dapat B, buta again ngarepnya ada mukjizat dapat A 😂
Jam ketiga kosong, saya melipir ke warkop tempat saya makan minggu lalu, tapi tepos juga saya di sana... Duduk dari jam 11:15 - 13: 45. Berapa jam tuh? Gimana nggak tepos dan kering cobaa. Sampai penjualnya mungkin mulai bosan liat muka saya, makanya walau udah kenyang terpaksa saya pesan makanan 2 kali atau 2 porsi 😂 Penuh penuh deh.. Yg penting penjualnya gak ajdi bete liat saya nongkrong lama padahal makannya cuma mie goreng doang 😂
Ngabisin waktu dengan makan sambil nonton Shin Chan di youtube, trus video call dengan Ibu, bapak, dan adek sampai boseeennn..
Begitu jam 13:40, langsung cabut.
Ujian jam ke 4 ini bikin aku garuk-garuk kening lagi. Pengantar Linguistik Umun soalnya... Gak ngerti 😂 Apa ituuuuuuuu?
Ya gini deh kalau gak belajar, gak ikut tuton, gak baca modul.. Ya jadi gak ada gambaran sama sekali apa itu Pengantar Linguistik Umum...
Ya sudah, jawabnya pakai jurus merem aja... Alias ngeraba-raba 😂
Sampai akhirnya tinggal 5 soal yg belum dijawab karena asli gak tau blas. Sempat nyarriisssss mau biarkan itu kosong gitu aja. Kayak minggu lalu.
Tapi aku pikir lagi, rugiii.... Kalau aku nggak jawab, 100% pasti gak dapat nilai. Tapi kalau aku jawab kan setidaknya masih ada peluang untuk benar dan dapat nilai, dan aku gak mau kehilangan peluang itu 'lagi' kayak minggu lalu 😂
Tapi tetep aja aku stuck di situ, gak tahu mau jawab apa.
Tiba-tiba gak tahu kenapa aku teringat zaman SMP diajarin, kalau pilihan ganda itu biasanya jumlah jawab A, B, C, D itu sama atau hampir sama. Kalau soalnya 40, maka masing-masing porsinya 10. A 10 biji, B juga 10, C dan D pun 10.
Langsung aja aku coba jurus itu. Aku lihat soal ada 40, trus aku hitubg jawabanku yg A berapa, B berapa dst..... Dan ternyata totally jawabanku A = 10, pas. Ada 10 yang aku jawab A. Yang B, 9. C, 9, D, 7. Nah berarti dari 5 soal yang belum aku jawab ada 1 yg B jawabannya, dan ada satu yg C, sisanya D.
Langsung aku cocokkin yg mana yg cocok... Setelah nemu soal yg cocok dijawab B dan C, sisanya tinggal aku buetin D nya dengan mata merem 😂
Selesai deh!!! \(o)/
Well,..... Aku sih gak tahu ya ini jurus bener atau nalah nyesatin. Tapi kalau emang kepepet dan otak udah stuck ya kenapa gak dicoba aja 😂😂😂😂
Aku pun pulang lebih cepat dari jam seharusnya, lebih cepat selesai.
Oh iyaaa.. Aku ingat sekarang kenapa aku buru2 pakai jurus ngasal itu. Aku juga heran tadinya, karena kalau Eka itu gak begitu orangnya. Eka itu tipe yg masa bodo teuing selama waktu ujian belum habis. Jadi kakau tiba2 cepat kelar, apalagu pakai jurus ngasal jawab, padahal waktu masih panjang.... Itu nggak mungkin kalau nggak ada apa-apa. Nah sekarang baru saya ingat sebabnya... Waktu itu saya sakit perutt... (gara-gara makan dua porsi itu). Gak bisa konsentrasi jadinya ngerjain soal.. Dan begitu stuck pada 5 soal, nyaris nyerah 'ah, sudahlah. Bodo amat. Kumpul aja sekarang. Gak tahanlagi nih perut'. Tapis aya gak rela gitu kalau gak dijawab, akhirnya makai jurus itu. Kemudian bergegas beberes dan keluar. Pengen cepat pulang biar bisa boker dengan tenang.
Eh, pas tiba di ujung jalan, malah berubah haluan ke MTC.. Padahal perut lagi grenyes grenyes. Gak mau rugi, mikirnya kapan lagi coba bisa ke MTC belanja DVD? Apalagi aku butuh refeshing otak setelah akhirnya ujian kelarrrr. Jadi lah aku muter jalan ke MTC... Buat borong DVD bajakan.. :/ Yg mana akhirnya saya kabur ke toilet di sana (bayar 1.500), buat numpang ngebom.
Begitu lah kisah saya di semester 3 ini.....
Sampai jumpa semester depan.....
Jumat, 13 Mei 2016
Semester 3 di UT dan ujian minggu pertama
Sebenarnya kesal banget tahu nggak mau mulai nulis ini.... T.T
Soalnya kemarin, beberapa hari yang lalu gitu lah.. Sebenarnya aku sudah mulai nulis postingan ini.. Dan itu panjannggg bangettttttt.... (sekarang ingat lagi jadi kesal lagi kan ╥﹏╥ huhuhu..... Udah ngetik panjang lebar, ngoceh panjang lebar... Hilang gitu aja, ya Allah sakitnya tuh di siniiiiiii *nunjuk dada* 〒_〒) Karena pas aku lagi sedang nulis di sini, di saat yang bersaman Onassa nge-chat aku, ya jelas perhatianku bakal lebih fokus ke Onassa lah... 😅😁 Sampai akhirnya lama-lama aku memutuskan berhenti sebentar fokus di blog ini, karena asliiii... Aku gak bisa multitasking yg mana fokus pada 2 hal di saat yang bersamaan. Dan jelas aku lebih milih Onassa ^^;
Aku mikirnya pasti ntar bisa disambung lagi.... Dengan tanpa aku harus ngesave dulu di draft...... Dodol banget kan?? 😵 Gara-gara biasanya kalau ngeblog di laptop, aku kebiasaan kalau nulis kan otomatis tersimpan di draft. Ternyata kalau ngeblog di tab gak gitu.... Gak bisa tersimpan otomatis kalau nggak kita sendiri yg nge-save manual... X.X
Dan padahal windowsnya gak aku close loh. Cuma aku tinggalin doang. Dan ternyata aku ninggalnya kelamaan.... Ada kali 1 jam lebih ya? (atau jangan-jangan 3-4 jam? 😵). Pas udah kelar chattie-chattie sama Onassa, balik lah aku.. Rencananya mau lanjut nge blog.... Eh.... Hilang doongg tulisan gue yang panjang ituuu 😭😭😭
Nangis darah gak sih????
Dan jadinya langsung males kan lanjutin, karena kudu ngetik ulang. Feel-nya udah gak dapeettttttt.
Nih, sampai sekarang malah masih males.....
Tapi maksain diri....
Well, udah lah ya... Nggak usah ceritain gimana bobroknya aku *lagi* di semester 3 ini.... (sebenarnya di postingan yang hilang itu aku cerita panjang lebar soal ini, makanya sekarang malas kalau disuruh ulangin.. Asli, feel-nya udah gak dapet). Yang pasti.... Aku nggak belajar. Sama sekali. Sama sekali. Sama sekali. Iyep. Sama sekali!
Ikut tutorial online? Nope! At all.
Apalagi ngerjain inisiasi dan tugas. Boro-boro...
Belajar mandiri/baca modul? Apalagiiiii.. Wong semester ini aku kagak beli modulnya sama sekali 😅
Iyes... Asli gak belajar lah sama sekali. Jadi, semester ini pure aku cuma ikut ujian doang.... Pure cuma itu.. 😅 Gak ada ikut tuton, gak ada kerjain inisiasi, gak ada kerjain tugas, gak ada belajar/baca modul. Yah... gak ada bedanya sih sama semester dua. Bedanya kalau semester dua, aku masih lah ikut tuton minggu pertama dan inisiasi 1-2 walau udah tuh seterusnya absent karena terlalu sibuk dgn drama hidup. Trus aku juga pas semester 2 beli modul... walau gak dibaca.. tapi aku masij agak waras dikit mau SMS (sistem kebut seminggu/semalam) sebelum hari ujian.. walau ya sebenarnya gak ada yg bener2 masuk otak.
Nah kalau yg semester 3 ini? Blas kagak ada tuh yg namanya belajar!
Dan aku sekarang benar-benar pasrah sama nilai aku di semester 3 ini. Karena jujur, aku agak pesimis ya...... Aku gaj ikut tuton, gak kerja tugas.. so, kagaj ada nilai dari situ. Nilaiku akan murni diambil dari UAS (yah apa bedanya sama semester 2 sih). Duh.. Jadi mules nih perut😓
Ekspektasi ku sih... Mungkin akan banyak nilai D dan C yg menghiasi nilaiku semester ini. Malah mungkin E juga😖
Who knows....
Walau yah belajar dari semester sebelumnya yg mana aku ngekspektasi bakal dapat banyak D dan juga E, sampai-sampai aku berdoa khusyuk.. Jangan E, donggg... D aja D... Atau C juga gapapa. Tapi jangan E....
But, MashaAllah, Tuhan Maha Baik dan Maha Penyayang... Pas nilai keluar bulan Januari kemarin, aku ternganga.... Nilaiku dihiasi 4 A dan 3 C... MashaAllah..... 😭 Tuhan benar-benar sayang banget sama Eka....
Tapi yang kali ini aku benar-benar pesimis sih kalau bakal ada mukjizat yg sama lagi.... Soalnya aku kayaknya benar-benar nggak tahu diuntung 😔 Udah dikasih hati, mintanya jantung...
Tapi jangan-jangan mungkin juga aku ini kayak nantang diri sendiri.. Kamu bisa gak kamu dapat nilai bagus lagi di semester ini kalau gak ikut tuton sama sekali dan gak baca modul AT ALL? Coba!
Mungkin gitu kali ya.... ^^; Aku kayaknya emang nantangin...
Dan hari pertama ujian ini... Aku pun memulainya juga dengan sama bobroknya kayak bagaimana aku melalui bulan semester ^^;
Ujian minggu pertama kan tanggal 8 Mei 2016... Yang lain sudah pada sibuk urus kartu ujian dari bulan April.... Aku malah masih santai-santai pada seminggu sebelum Ujian... Padahal itu orang udah hectic-hectic nya sibuk woro-wiri dengan masalah kartu ujian. Dan aku? Sibuk nonton. Malah sempat-sempatnya hari Jum'at, H-2 sebelum ujian... Aku pergi nonton ke bioskop... Nonton AADC2 😂 Canggih banget kan sayaahhh?
Jadi ceritanya, sebenarnya aku sudah berencana mau ambil kartu ujian pas hari Rabu, tanggal 4 Mei.. Tapi malas rasanya.. Ngantuk, dan apalagi aku janji sama anak-anak ngajak mereka main.. Rasanya capek kalau pergi ambil kartu ujian lalu lanjut main.. Akhirnya aku batalkan lah niatku.
(Baru ingat.. Sempat-sempatnya eike main pas H-4 menjelang ujian 😂)
Aku waktu itu pikir, ah.. Hari Kamis kan masih bisa..
Trus...... Males ternyata. Nemenin anak-anak main ternyata melelahkan dan bikin pengen aku istrahat full 1 hari. Kupikir, Jum'at kan masih bisa....
Hari Jum'at, pergi lah aku.... Ditemani 3 kurcaci... Dan..... Nihil. UPBJJnya tutup donggg.... Aye lupa kalau waktu itu libur, tanggal merah... Gustiiii 😂😂 Gini nih kalau kuliah online di rumah doang.. Jadi gak aware tanggal-tanggal merah.. 😂
Asli, nihil. Pulang dengan lemas. Lemasnya bukan karena gak bisa ambil KTPU aja... Tapi karena udah jauh-jauh, bayar bentor 50ribu.. Huhuhu.... Keluar duit 50ribu PP (pulang-pergi) tapi gak berhasil bawa pulang KTPU kan nyeseeekkkk.... Apalagi besoknya Sabtu... Kata satpamnya kantor juga tutup kalau Sabtu 😭 Bikin makin lemes walau gak lemas-lemas banget karena toh KTPU bisa dicetak. Jadi, pergi lah aku ke Warnet... Dan di sini baru lemes lah saya.... Karena gak bisa cetak KTPU. Error mulu websitenya.... Mulai lah curhat ke kakak senior di grup di FB. Ternyata malah ada yg senasib dengan saya.. 😅
Nungguin websitenya 1 jam bolak-balik klak klik klak klik, nihil... Akhirnya bete, capek, stress.. Mutusin cabut pergi ke bioskop nonton AADC2 😁😂
Gak tahu sih ini kelewat stress atau kelewat nyante.
Sebenarnya aku berencana ntar pulang nonton jam 8 ke Warnet lagi.. Tapi ternyata merasa capek, jadinya malas...
Untungnya ada salah satu kakak yg nyuruh ke UPBJJ besoknya, katanya buka setengah hari. Besoknya langsung lah aku ke sana lagi dengan harap-harap cemas. Kalau ternyata tutup, pergi ke warnet.. Kalau masih error juga websitenya... Pasrah deh udah.... Gak usah ikut ujian semester ini.
But, Alhamdulillah.. Kantornya bukaaaa!! 😂😂😂 😂 *nangis jingkrak-jingkrak*
Yang jaga kebetulan bapak yg aku familiar banget. Katanya biasanya tutup kalau Sabtu, tapi khusus yg ini sengaja buka, karena siapa tahu ada yg mau ambil kartu ujiannya.. 😂😂😂 *kayak saya dong, Pak? *
Alhamdulillah masalah kartu ujian beres dan mendadak saya jadi semangat 45 nyambut ujian 😂
Well... Walau diawali dengan hal buruk sih.. Malam sebelum ujian Chatting dengan Onassa dengan ending yg tak baik, yg bisa dibilang berantem dan itu bikin aku sakit dan nggak bisa tidur sama sekali. Akhirnya bisa tidur jam 3-an... Dan bangun jam 6 *lagi nggak sholat*. Itupun masih juga aku begitu santai.... Perlengkapan ujuan belum di siapkan...
Pas jam 7:28 aja aku masih sempat santai pakai toner dan cream muka 😂
Akhirnya ya telat lah sampainya. Tapi telat beberapa menit doang sih.
Sempat ditanyain kenapa telat sama yg ngawas.. Ya bokis bokis aja lah, soalnya malas ribet, jadi bilang aja mabuk naik pete-pete (angkot. Tapi di Makassar sebutnya pete-pete). Ya nggak bokis banget lah.. Karena emang aku mabok sih naik angkot... Pusing selama perjalanan.
Di minggu pertama ini aku ada 4 ujian. 3 ujian uraian atau essay, 1 nya ujian pilihan ganda.
Aku kosong di jam kedua.
Dan aku emang udah hapal banget urutan hari ini, jam pertama ujian essay/uraian, jam kedua kosong, jan ketiga uraian/essay lagi, jam keempat still uraian/essay, jam ke lima baru bisa bernapas dah, ujiannya pilihan ganda.
Bayangin gak tuh? Jam pertama uraian... Untung lah ada jeda jam kedua, tapi.... Jam 3-4-5 itu asli gak ada jeda barang semenit puuunn... Langsung cyatt cyatt cyattt.. Beres ujian ke 3 langsung lanjut ambil soal ujian ke 4. Beres yg ke 4, langsung lanjut yg ke 5. Gimana gak gempor tuh otak dan tangan? Pada kretek-kretek...
Begitu masuk kelas, karena telat ya langsung ngerjain soal gak pakai napas. (Sebelumnya disuruh dulu ambil lembar jawaban uraian di ruang pabitia). Dan asli...... Eike speechless.. Dan ini mata nyaris juling mandangin soal..... Kepalaku rasanya sampai muter-muter dan aku cuma bisa mijitin kepala. Asli, gak bisa berkutik. Benar-benar gak tahu harus isi apaan. Soalnya susah beneeerrr. Mata kuliah Translation 3. Disuruh nerjemahin.. Dan ada banyak yg harus diterjemahin. Tema-nya susah lagi-lagi dengan kata-kata berat yg aku gak paham dan belum termasuk dalam kosakata yg aku kuasai -,,- Dan ini juga pertama kalinya aku ketemu/berhadapan dgn Translation. (Tapi bukan ujian menerjemahkan yg pertama. Semester dua kemarin aku dapat mata kuliah English For Translation, dan dengan bangganya saya bilang, saya dapat A, murni tanpa bantuan kamus apapun!!😙) Semester 3 ini aku ambil Translation 1-3 sekaligus, dan Translation 3 nya kena ujian jam pertama di hari pertama.
Nah yg Translation 3 ini ternyata gak sesimpel Matkul English for Translation. Kalau EfT kan cuma sebaris kalimat. Kalau Translation 3 ini PARAGRAF! Berupa paragraf yg harus diterjemahkan. Ada 6 paragraf pula! 3 paragraf harus diterjemahin dari Inggris ke Indonesia, 3 nya lagi Indonesia-Inggris. Dan semua itu mesti diterjemahin dalam waktu 1,5 jam saja! Gimana mau nerjemahin kalau aku aja gak tahu artinya apa.. Disuruh nerjemahin dari Inggris ke Indonesia, lalu adari Indonesia ke Inggris. Susah semuanya dan sukses bikin aku mati kutu dan gigit gigit jari. Oh Tuhan.... Help meeeeeee~ Waktu berlalu lebih setengah jam dengan keadaanku yg cuma bengong diam mandangin soal cerita di naskah ujian.... Sementara kertas jawabanku masih bersih...
Stupid-nya akuuuu...... Kalau ujian menerjemahkan itu kan boleh buka kamus... Tapi aku gak bawa kamus sama sekali, dong.. -_- (Judulnya adalah: lupaaaaa. Lupa beliii. Padahal dari jauh-jauh hari udah nge-put in my mind kudu beli kamus -_- Tapi ya gitu deh... Bukan Eka namanya kalau gak lupa....... ) Jadi mati kutu deh kan.....
Eh tapi tapi, kok aku liat ada yg sibuk dengan hape yah..? Kayaknya lagi buka google translate tuh. Emang boleh? Soalnya setahuku gak boleh. Setahu aku aja sih ya.... Tapi kalau misalkan boleh, ya aku juga mau dong! Rugi dong sayaaa yang lain pakai bantuan google translate sementara aku cuma bisa bengong kayak sapi ompong. Saya gak terima. It's not fair!
Tapi ternyata aku itu emang seorang warga negara yg baik dan benar nan patuh dan jujur banget kayaknya..... Jadi takut banget gitu. Padahal yg lain bisa enteng buka buku diam-diam atau minta bantuan alat elektronik (SMS teman lah, buka google lah, bahkan ada yg foto lembaran soal terus dikirim entah kemana... Mungkin ke seseorang di suatu tempat yg stand by dengan buku modul buat bantu nyari jawaban :/ *suudzon aja si Eka*). Tapi aku? Jiwa batin ini menolakkkk. Aku gak mau curang, dan aku paling gak bisa melanggar peraturan... Huhu. Gak tau aku terlalu lugu apa gimana sih.. :/
Tapi aku mati kutu juga nih ngenerjemahin tanpa bantuan kamus. At least kalau diizinin pakai google translate toh aku tetap nerjemahin sendiri, gak ada unsur kecurangan. Tapi aku takut juga, soalnya setahuku cuma boleh buka kamus, bukan buka google translate. Aku semakin gelisah dan mati kutu, gigit gigit jari, garuk garuk kerudung.. Lirak lirik yg pada buka google translate. Duh, kalau begini terus aku ya nggak bakal bisa ngerjain sama sekali.
Akhirnya nekaattttt........ Aku berdiri dan nyamperin petugas yg ngawas. Gila.... Disiplin banget kan saya... 😁😂 Yg lain pada cuek nyontek buka buku atau buka hape, aku malah minta izin..... 😂😂😂
"Anu, Bu..... Ini kan katanya boleh buka kamus. Boleh nggak kalau pakai kamus elektronik?"
"Iya, pakai saja. Yg penting jangan sampai ketahuan panitia."
Nah loh... Itu berarti kan sebenarnya nggak boleh 😂😂😂 Tapi at least dapat izin dari pengawas. Langsung aja aku balik ke tempat duduk dan dengan cepat sibuk nerjemahin dengan bantuan google translate. Tentunya kalau ada panitia masuk, aku berhenti. Ini sih yg agak menghambat, tiap ada panitia masuk.. 😂 mana aku baru mulai bener-bener ngerjain ketika waktu udah berlalu satu jam, gara-gara kelamaan mikir antara hitam dan putih.
Jadinya ya gak selesai...... Ada 2-3 paragraf yang belum diterjemahkan huhuhu :(. Pengawasnya minta dikumpul, terpaksa kumpul. Aku kan orangnya gitu.. Terlalu 'taat'😁 Haduh... Gara-gara kelamaan mikir, buang-buang waktu 😔 Aku jadi kesal dan gemes sendiri. Tapi bukan Eka namanya kalau kemudian gak langsung pasrah dan melupakan 😂
Begitu keluar ruangan, perutku sakit. Maagku kumat karena laper. Aku memang gak boleh laper (dan nggak boleh kekenyangan). Kalau sampai laper, alamat tuh perut perih... Ya kayak sekarang ini. Aku meringis ringis duduk di kantin yg tutup. Niat hati tadi mau makan mie goreng, ternyata tutup. Terpaksa bengong aja sambil megangin perut. Sempat nanya ke mbak mbak bercadar yg lagi sibuk ketawa sendiri nonton sesuatu di laptop, "Gak ada yg jual makanan di sini ya, mbak?"
"Gak ada. Kan tutup nih kantinnya."
Pertanyaan bloon sih emang 😂 Udah jelas tutup, masih nanya. Maklum, namanya orang lapar, ngarep ada mukjizat.. 😂
"Yah, jadi nggak nggak ada yg jual makanan ya? " Huhu..
"Nggak ada. Tapi kalau di depan ada bakso."
"Oh.. "
Yah bakso.... Saya kecewa. Lagi gak pengen makan bakso.. Apalagi dengan perut mules dan perih gini. Langsung kehilangan selera...
Akhirnya coba bertahan... Nahan perih... Ide gila ini memang. Masa saya berencana nahan perih sampai jam 5 sore? Gilaaaa. Memang tahan???? 😂
Untung tak lama kemudian saya segera waras, mana mungkin saya tahan. Ya sudah, saya beranjak ke depan.. Nyari makanan. Tapi tetap kukuh gak mau bakso. Saya yakin ada yg lain yg bisa di makan.
Saya lewati si tukang bakso.. Terus jalan, dan saya lihat ada warkop, nah di situ tuh pasti ada makanan...
Saya pun mampir. Tapi saya lihat daftar menu di depan kok cuma minuman dan kue... Ya sudah lah, pasrah saya beli kue. Sambil curcol sama ibu yg jual: "Laper, Bu... Kantinnya tutup... Huhu. "
"Ohhh... Kalau gitu gak mau makan mie aja? Mie kuah atau mie goreng pakai telur."
Bengong. "Hah? Ada emang??"
"Ada."
"Oohhh... Yah, ibu baru bilang."
"Kan ada ditulis tuh di daftar menu depan. "
"Ngfak ada, Bu. Tulisnya cuma minuman dan kue. "
"Ada, di sini.. " nunjuk sampingnya yg tempat masak-masak.
Ternyata mie dkk nya masuk dalam daftar menu, tapi gak ditulis di luar.. tapi di dalam. Kalau liat daftar menu di luar, gak ada. Kalau yg di dalam, ada. Ya sudah, langsung dah pesan mie goreng. Awalnya ditanya: "Pakai telur?"
Aku hampir menjawab mantap: "Nggakk!"
Tapi kemudian mikir, halah, makannya aja udah mie, udah nggak bener, ya sekalian aja tambahin telur. Nanggung 😂 Langsung ralat: "Pakai!"
"Pakai sayur nggak?"
Aku hampir jawab mantab lagi, "Nggak!"
Soalnya apa gunanya lagi sayur? Makan aja udah kagak ada bener nya, biar ditambah sayur juga gak bakal ada manfaatnya, cuma bakal jadi sampah. Tapi kemudian mikir, ya sutralah pakai saja, hitung hitung biar gak merasa berdosa banget, huhu. Akhirnya ralat: "Eh, pakaii!"
Jadi lah saya makan mie goreng pakai telur pakai sayur 😂
Begitu jam 11:27, aku cabut. Soalnya ujian berikutnya kan jam 11:30. Gak mau dongg dapat predikat telat lagi 😂😂😂 Maluu uiyyy... Soalnya pengawas yg ini 'berisiiikkkk' orangnya. Aku telat aja bisa sampai kemana-mana beritanya. Kayak yang tadi itu pas jam pertama, nanya di depan orang banyak dengan suara kayak pakai toa, "Eka, kenaa kau terlambat, Eka?" "Eka datangnya terlambat." Diulang-ulang gitu deh terus, cuma gonta-ganti kalimat aja, intinya mah ya sama, pengumuman kalau 'Eka telat'. Beliau sih sebenernya nanyanya gak 'nyakitin', omongan biasa lah sebenarnya, dan dia baik banget kok. Tapi 'berisik' gitu kan saya maluuu 😂 Namanya juga orang Makassar. Tapi saya respect sama beliau, bisa dibilang 'sayang'lah walau gak kenal.
Jadi karena gak mau lagi dapet cap 'tukang datang terlambat'(haduhh... Kayaknya ini stempel sih memang udah melekat sama saya dari saya masih TK. Dari orok malah kali yaaa :( ) saya datang sebelum jamnya. Lah, tapi kok pas sampai di kelas, udah pada mulai ngerjain semuanya... 😂 Saya masuk sambil bingung, ini udah masuk jam ujian ketiga apa masih jam ke-2? Eh.. Baru masuk belum nyampe bangku, disambut sama ibu-nya: "Nah ini dia si Eka! Darimana kau Eka, datang terlambat lagi! Saya cariin, mana ini si Eka gak datang-datang, jangan-jangan ketiduran di mushola."
Haduuh... 'berisik' lagi si ibu... Saya jadi cuma bisa nyengir. Pengen protes sebenarnya, 'lhaaa buu, kan ujiannya jam 11:30. Jadi bener dong saya datangnya tepat waktu! ' tapi ya sudah lah... Saya mah emang gitu, pasrahan orangnya 😂
Saya pun duduk, tentunya disuruh lagi ambil lembar jawaban uraian ke ruang panitia....... Setelah itu mulailah saya bertempur lagi bersama HP Samsung J5 saya (kudu banget ya disebut merk-nya? 😂😂). Kali ini aku bener-bener ngerahin kecepatan menulis seribu jari! Pokoknya gak mau banget kejadian sampai kayak yg jam pertama yg gak selesai :(
Tapi ternyata.. Gagal. Still, aku ketinggalan satu kalimat 😂 Iyaaaaaaa! Tinggal satu kalimat lagi doang!!! Nyesek gak tuh?? Kayaknya ini malah lebih nyesek dari yg jam pertama deh. Secara satu kslimat lagi doaangggggg! Haduuuhhh......
Bodoh banget si Eka emang ya, masa satu kalimat lagi aja gak kekejar 😔
Tapi ibunya sih ngerongrong terus, "Eka, sudah belum? Saya mau sholat Dzuhur." "Tinggal siapa? Tinggal Eka ya? Ayoo.. Waktunya sudah habis. Sudah belum?"
Malah sampai disamperiinn lohhh, bikin aku pasang muka innocent nan memelas, "Iya nih, bu.. Susah banget. Masih belum selesai."
(Trus ibunya tak lupa dong 'berisik' lagi soal terlambat 😂😂 "Eka kenapa kau terlambat tadi, Eka?" Gemeesssss, ajhirnya aku jawav dgn muka meringis "Kan katanya jam setengah 12 masuknya, Bu." Ibunya pun tersenyum: "Iya, itu si Renny juga sama ngeluh telat, bilangnya setengah 12." Tapi ternyata ia masih tertarik sama saya.. "Eka ini gak bisa naik mobil katanya *ngomong ke para hadirin yg lagi sibuk nunduk ngadepin ujian* *lalu balik lagi ngomong ke saya yg juga sibuk nunduk dengan ujian*. Gimana kau itu, gak bisa kau jadi orang kaya gak bisa naik mobil. " Dan saya pun cuma meringis. Haduh, Bu, itu mah nggak usah disebut saya juga tahu. Saya demen kok jadi orang kaya, tapi gak perlu punya mobil. Yg penting banyak duit 😂😂😂😂😂😂
"Atau nanti kalau Eka jadi orang kaya, beli helikopter saja, " selorohnya. Aku lagi-lagi cuma bisa meringis plus nyengir. "Amiinn... " Hahaha.)
Dalem hati sih eike ngusir-ngusir 'aduh, Bu... Sana deh. Saya nggak konsentrasi nulis nihhh' 😂😂😂
Trus ya ibunya karena ngerecokin saya mulu, dan jam ujian habis, trus tinggal saya sendiri, ya saya keburu nggak enak dan tengsin. Jadi akhirnya nyerah dan berdiri setor jawaban yg tinggal satu kalimat lagi ituuu 😂😂 huhu..
Ya sudah lah.. Berdoa saja nilainya bagus.
Gustii... Padahal saya udah ngerahin kecepatan menulis 1000 lohh... Masih juga kepepet waktu, ampuunnn 😩 Emang sempat ngadat tengah jalan sih, gara-gara ada salah satu pengawas kelas kalian masuk dan makan siang bareng pengawas kelasku, aku yg terlalu polos dan innocent ini takut-takut gitu jadinya, nggak leluasa 'nyontek' gadget.. Jadinya sempat aku diam aja matung sampai tuh pengawas selesai makan dan ngobrol dan balik ke habitatnya. Mungkin itu yg bikin aku mepet 'lagi' sama jam ujian.
Saya kemudian pindah tempat duduk, karena yg punya bangku datang. Waktu aku lagi ngerjain soal dia nyamperin tanya, "Duduknya di kursi nomor berapa?" Aku pun tersadar kalau yg aku dudukin adalah bangkunya. Kita kan kalau ujian sudah ada bangku nomor masing-masing. Tapi karena dari semester satu sampai semester dua aku itu gak pernah 'diajarin' disiplin sama bangku alias duduk suka-suka, aku ya jadinya cuek aja. Tadi jam pertama aku pun dudukna sembarangan. Pas jam ketiga nih, karena kulihat bangku depan dekat tembok kosong, ya aku ambil. Asal duduk aja sebenarnya. Ternyata yg punya bangku 'disiplin'. Mau duduk di bangkunya sendiri. Ya dia nggak salah lah. Cuma aku sempat agak sal-ting aja, kebiasaan 'diajarin' duduk suka-suka lalu ketemu yg disiplin jadi gimana gituu.. Hehe. Tapi aku ngangguk sama dia, bilang, "Iya, bentar ya, mbak, " soalnya lagi hectic sama ujian.
Begitu udah setor jawaban, aku langsung bergegas beberes dan pindah. And again, asal duduk lagi aja 😁 Di bangku belakang ya kosong. Main taruh aja tas dan alat-alat bertempur ujian. Tapi mejanya berdebu, terpaksa lah saya bersih-bersih dulu. Tapi kemudian teringat, kenapa juga sih aku asal milih tempat duduk gini. Kenapa nggak duduk sesuai nomorku aja? Tiru dong kakak itu, disiplin! Aku menegur diriku.
Mataku pun mulai jelajatan nyari tempat dudukku (setelah ngecheck di kartu ujian, aku mestinya duduk di bangku nomor 12). Nemu.... Tapi ada orangnya. Ada mas-mas gondrong berkacamata gitu 😁
Ya wis... Tuh kan.. Pada banyak yg duduknya ngasal. Gimana aku jadinya nggak ngikutan asal 😁
Akhirnya aku tetap diam aja di bangku belakang, nunggu soal dan lembar jawaban dibagikan. But again, lembar jawabannya gak ada. Mesti diambil sendiri ke ruang panitia.
"Eka ini uraian mulu, " tukas Ibunya. Haha. Maksudnya, aku seharian ini ujiannya uraian/essay mulu, yg lembar jawabannya selalu gak ada. Aku pun sendiri merasa wonder woman, gileee... Seharian ini aku kerjain ujian essay berturut-turut loh. Apa nggak gempir nih jari dan otak 😂
Pergilah aku turun ke bawah, ke ruang panitia.
Selain saya, ada dua orang lagi (kalau tak salah), satu perempuan, satu lelaki. Begitu tiba di ruang panitia, ternyata habis lembar jawaban untuk uraian. Disuruh balik ke kelas dulu sambil sementara di foto copy. Disuruh bikin coretan dulu di kertas buram. Nahhh.. Kebeneran nih pikirku!! Ada waktu dong saya buat nerjemahin semua soal dengan google translate. Jadi ntar tinggal salin aja sambil dibenerin (karena elo nggak boleh percaya google translate 100%. Jadinya sesat ntar 😂)
Aku optimis ujian essay ketiga ini aku musti berhasil kerjain semua, apalagi sekarang aku ada waktu khusus untuk nerjemahin dulu sebelum nulis.
Elah dalah.... Ternyata nggak, dong. Biar udah pakai strategi nerjemahin dulu dan tinggal salin begitu lembar jawaban datang, tetap ajaaaa....... Nggak keburu!! 😂😂 Sumpeh nggak tahu kenapaaa. Kayaknya karena pada panjang-panjang gitu jawabannya. Ini ujian apa sih? Bentar.. Oh. Translation 2. Kok rasanya lebih berat dari Translation 3 yg jam pertama tadi ya? 😂 Perasaan aja kali yaa...
Tapi walau keburu, Alhamdulilah aku ngerjain semuanya. Walau yah aku makai jam ujian ke 5 😂 Bodo amat dah. Jadi yg lain pas begitu masuk jam ke 5.. Pada ngerjain ujian ke 5, aku masih berkutat dengan ujian ke 4, dah masa bodo teuing.
Ibunya again sempat nyamperin aku. "Sudah?"
Huhu.. "Bentar, Bu. Panjang banget nih soalnya huhu.. "
Ibunya kembali ke meja nungguin sambil ngobrol sama panitua. Iya, ada panitia. Tapi eike udah masuk tahap masa bodo teuing. Hahaga. Gak ada waktu buat mikir banyak!! Jam gue udah habis, kalau pakai acara mikir-nikir lagi matilahhhh sayaaaaa.
"Ini sudah jam ke 5 nih.. Kepake waktumu buat ujian ke 4, nanti tambah ngfak sekesai tepat lagi kau kerjain yg ke 5, karena waktumu kau pakai buat jam ke 4," kata ibunya, dan saya tetep masa bodo tuing wae.
Akhirnyaaa... Setelah nambahin kecepatan nulis 2000 jari, kelar lahhhhh...... Dengan capek dan lega saya maju ngumpulin lembar jawaban.
"Cepat kau, " kata ibu panitua waktu lihat aku ambil soal ujian ke 5. Pilihan ganda! Hip hip hurrayy... Aku nyaris histeris Alhamdulillah.. Akhirnya dapat yg pilihan ganda. Berkutat seharian dengan essay udah bikin aku nyaris sinting.
Ah.. Gampamg mah kalau pilihan ganda... Aku suka aku sukaa... (karena dalam sejarah perkuliahan, gak pernah tuh aku megang rekor ip C kalau ujian pilihan ganda. Gampang soalnya. Kecualiii kalau itu soal 'yg menggunakan bahasa indonesia' kayak semester lalu tuh jan ada Ilmu Seni Budaya Dasar dan Pengantar Statistik Sosial.. ISBD gue dapat D, Pengantar Statistik mukjizat dapat C). Jadi ini mah gampangg... Gampangg.. Pasti cepet aku kerjainnya...
Begitu pikiranku, sampai ketika aku buka soal dan ngedapetin soalnya dalam bahasa indonesia...... Aku bengong. Lalu segera ngecek, ini ujian apa ya... O m g.... Bahasa Indonesia Tatabahasa..... Aku sukses tepuk jidat di tempat. Ya amppuuunnn..... Mati gue.............. Ini jelas-jelas saya bakal mati kutu...... Karena you know lah, bahasa indonesia itu nggak susah kalau ko belajar. Lah ini gue jan kagak belajar sama sekaliii... Ya pasti susah lahhhhhhh. *tepuk jidat lagi* *lemes*
Dengan nggaj semangat aku mulai baca soal demi soal... Dan aku nggak bergeming cukup lama, sementara yg lain sudah sibuk ngebuletin.
Soal boleh pilihan ganda, tapu kalau lo nggak hapal majas-majas, dan segala tetek bengeknya itu, ya udah dijamin pasti lo cuma bisa garuk garuk kening.
Akhirnya aku coba kerjain yg mudah-mudah..... Dan bisa dilihat, begitu selesai ngejawab yg bisa... Buletan gue isinya melompong.. Nggak penuh. Banyak yg lahannya kosong. Tanda banyak yg dijawab. Setelah berkutat sampai lewatin waktu *again*, akhirnya beres semua dijawab (kebenarannya mari kita serahkan saja pada yg di atas). Itu pun aku gak jawab ada kali 5 soal. Ya sudahlah.... :/ Padahal bisa aja kan jawab asal, tapi ya sudahlah... Biar aja kosong... Huhuhu... Haduh, gaktahu deh nih ntar dapat nilai berapa.
Pokoknya yg penting ujian hari pertama berhasil saya lalui walau dengan ya gitu deh.......
So, bye-bye.... Sampai jumpa di cerita ujian hari kedua.....
Rabu, 04 November 2015
Semester 2 di UT
Pengennya bilang GATOT, GAGAL TOTAL, tapi kalau gagal total itu kan berarti gagal secara keseluruhan, sementara aku masih ada harapan untuk nggak gagal walau kecillllllll sekecil kecilnya ^^;
Maksudnya, aku gagal dalam mengikuti semester 2 di UT ini :( Ya, aku merasa gagal....
Tuton di semester 2 ini dimulai dari 31 Agustus sampai seminggu sebelum UAS kemarin (UAS pertama semester ini kemarin, tanggal 1 November 2015) dan selama waktu itu juga aku bisa dibilang tidak ada sama sekali mengikuti tuton atau mengerjakan tugas, BLAS! :(
Aku cuma ikut dua minggu pertama aja, itu pun cuma 5 MK, sisanya... ya kayak bisa dibilang nggak ikut tuton sama sekali aja :(
Ikut tuton kagak, ngerjain tugas juga kagak, ikut kerjain inisiasi juga kagak, belajar apalagi.. :(
Blas, buku-buku kuliah cuma jadi pajangan di kamar, dan materi-materi dari tutor juga gak ada yang aku baca...
Hancur mina, kan namanya?? :/
Sukses semster 2 ku di UT ini berbeda banget dengan saat semester 1. Waktu semester 1, walau sempat nggak ikut/aktif di minggu ke 2-4, tapi apda minggu pertama dan minggu ke 5-akhir aku nggak absen sama sekali dan selalu ngerjain semua inisiasi, ikut diskusi, dan juga kumpulkan tugas. Yah.. walau itu cuma berlaku untuk 5 MK sih... 2 MK saya keteteran.. cuma ikut kerja tugas aja itu pun cuma sekali, dan nilai akhirnya adalah C untuk 2 MK itu ^^;
Tapi al leats, semester 1 itu jauh lebih baik dari semester 2 ini. Karena apapun nilainya pada semester 1, tapi aku tetap bangga, karena aku punya semangat tinggi untuk belajar dan banyak ilmu yang nyerap ke otakku, jadi aku nggak peduli berapapun nilainya. Tapi semester 2 ini?? Aku sedih banget.... karena aku sama sekali nggak ada semangat mengikuti kuliah dan melewati semuanya begitu saja T__T Nggak ada ilmu juga yang aku dapat... (ya iyalah, wong gak ada belajar)....
Makanya aku bilang GAGAL.
Gush.....
Bukan kuliah ku yang GAGAL, tapi hidupku yang GAGAL. Aku merasa nggak berguna banget sekarang, dan itu semua cuma gara-gara cinta dan seorang pria?? Gush, aku merasa kesal dan jijik sama diriku sendiri....
^^;
Iya, kesal dan jijik, karena bisa-bisanya aku membuat hidupku berantakan selama dua bulanan terakhir, dan itu cuma gara-gara seorang pria dan apa yang disebut cinta. I hate this!!
Yang paling bikin aku benci sebenarnya bukan karena penyesalan atau apa, tapi kenapa aku bisa hancur hanya gara-gara masalah cinta dan seorang pria? Aku benci itu! Apalagi kasus ini bisa membuatku jadi orang yang berbeda selama 2 bulan terakhir..
Aku nggak bisa menyalahkan siapa-siapa selain nyalahin diriku sendiri, apalagi nyalahin pria ini... Dan jangan salah, dia adalah pria yang baik. Tidak mungkin dia bisa bikin saya jadi kacau kalau dia seorang pria brengsek ^^;
Hanya saja situasi memang complicated... Tapi aku selalu percaya bahwa Tuhan selalu punya alasan di balik semua situasi dan Ia tentu akan menyiapkan skenario yang jauh lebih baik dari yang kita harapkan...
Kapan-kapan aku akan cerita detail tepatnya apa yang terjadi sama aku sehingga kok bisa-bisanya aku jadi nggak konsentrasi belajar karena stress dan akhirnya menelantarkan kuliahku sama sekali. Tapi nggak sekarang.... Soalnya lagi sibuk minggu-minggunya UAS ^^;
Kemarin UAS pertama sudah berhasil aku lewati, tinggal FIGHT untuk UAS kedua (terakhir) pada hari Minggu besok, tanggal 8 November 2015/ SEMANGAT!!!
Aku berusaha untuk tidak menyesal apda apa yang telah terjadi padaku sekarang. Dan ya aku tidak akan pernah menyesal. Karena aku percaya bahwa dalam segala situasi selalu ada pelahjaran yang ingin Tuhan tunjukkan pada kita. Itu adalah cara Tuhan memperingati dan mengajari kita untuk menjadi hambanya yang jauh lebih baik lagi dari sebelumnya.. :") Dan berarti Tuhan masih sayang sama kita, jadi kita tetap harus bangga dan terus semangat untuk menjadi hambanya yang lebih baik lagi ^^
Dan aku akan tetap bangga apapun hasil nilai yang aku dapat nanti. Aku mengambil segala resiko. Paling tidak aku masih bangga, karena saat mengerjakan UAS aku mengerjakannya dengan jujur dan percaya diri.. tak ada kecurangan. :)
Kamis, 04 Juni 2015
Kost idamaannn, WHERE ARE YOU!!??? T___T
sumpah eike mau nangis nih sekarang. Baru 10 harian aku pindah dari kost sebelumnya ke kost yang sekarang, ternyata aku harus pindah lagi... T_T
Tak harus sih, akunya saja yang pengin pindah. (Walau masih dilema)
YA TUHAN, kenapa kah masalahku dari tahun kemarin ini cuma KOS saja, hah?? Stress saya dibuatnya! :(
Ini kalau saya beneran pindah kos, maka sedikit lagi saya pasti akan mecahin rekor, karena dalam 3 bulan 3x pindah kos.....
Ada yang bisa ngalahin rekor saya itu? Hah?
Kenapa sekarang mau pindah kos lagi? Ada masalah apa lagi??
Gini ya teman-teman... Kos yang sekarang ini, atapnya bocor, dong.... -_- Tak tau apa yang terjadi, tapi katanya, kayaknya tempat penampungan air di atas ke penuhan terus banjir, jadinya bocor yang anehnya kenapa ke atap saya saja?? -_-
Awalnya aku merasa masih bisa tolerir kebocoran ini, karena awalnya cuma bocor di kamar mandi dan sedikit di kamar (yang untungnya di ujung, bukan di tengah atau di tempat aku tidur). Aku sabar-sabarin wae.. Elah dalah, itu kemarin, iya, pas banget kemarin, eh.. sebenarnya kemarin lusa sih awal mulanya. Jadi, kemarin lusa itu tahu-tahu si bocor merembet makin banyak. Kali ini gak cuma di kamar mandi, tapi dah ke lampu tengah kamar dan ke ujung bagian lainnya (ke atas tas-ku, hingga terpaksa aku pindah tas-tasku). Udah was-was nih... ini lampu kena air apa nggak apa-apa? Nggak mungkin nggak apa-apa ah, kan lampu itu ada aliran listriknya -__-. Aliran listrik ketemu air... wah mestinya itu sih bahaya!
Awalnya aku masih santai.... sampai ketika malamnya, itu terdengar suara 'drrt..'drrt'..' dari listrik lampu di atas. Punya colokan panjang? Pernah ngerasain colokannya itu konslet atau rusak? Kalau pernah, pasti tahu deh kalau sebelum rusak/konslet, itu colokan kedap kedip dulu, sebentar nyala, sebentar mati, trus ada bunyi 'ddrrt...teeer...teerr..', nggak tahu deh saya mendeskripsikannya ^^; semacam letupan dari dalam listrik gitu loh. nah, seperti itu lah suara yang aku dengar dari atas, yakni si lampu. Dah was-was nih saya. Trus, saya tidur, pas bangun besoknya, saya liat makin parah aja nih lampu bunyinya terus menerus. Eh, kenapa pas aku perhatikan... tuh lampu BERASAP! Iya, berasap! Bukan asap banyak sih.. sedikit sedikit... Tapi tetap saja yang namanya asap kan kalau keluar dari benda berlistrik, judulnya SEREM!
Aku sudah mikir yang nggak-nggak liat nih asap. Wah ada yang terbakar nih, mati gue! Khayalanku kemarin-kemarin mau kejadian, dong?? Refleks aku cepat cepat berpakaian, lalu membereskan semua barang2 penting, dan langsung lari keluar minta tolong sama ibu yang ngekos di kamar depan untuk ngeliatin kamarku. Dia nyuruh aku lapor ke ibu kost, aku pun lari ke rumah ibu kost.
Tak lama si ibu kost datang (aku pulang duluan, karena nunggu dia kelamaan, aduh.. gerakannya itu loh gak ada panik-[aniknya -_-). Dia tanya, mana yang berasap? Nggak ada tuh... Iya, pas dia datang, lampunya sudah nggak bunyi dan nggak berasap lagi -_- Tapi rasa panasnya masih kerasa.
"Tadi berasap. Nggak tahu nih kenapa sekarang nggak. Tapi masih terasa pansanya."
"Nanti kupanggil tukangku. Masih tidur tukangku jam segini."
Dia sempat liat kamar dan bertanya, "Ini nggak ada yang nempatin kah?" (Aku nggak tahu kenapa dia nanya begini, entah karena ngeliat kamarku 'mungkin' berantakan di matanya kayak nggak ada orang nempatin, atau karena liat banyak kardus bekas pindahanku yang memang belum aku bongkar, atau karena liat sarang laba-laba bekas peninggalan penghuni kamar sebelumnya ^^;)
"Ada. Saya yang nempatin."
"Baru datang kah?" (sambil ngeliatin kardus)
"Nggak.. emang belum saya buka barangnya."
Lalu dia pulang. Aku langsung mikir keras apa yang harus aku lakukan. Mendadak aku stress. Dan kalau sudah stress gini, aku nggak tahu mau ngapain dan jadi nggak betah di kamar. Nggak bakal bisa konsentrasi.. Aku butuh tempat buat ngademin diri dan otak sambil mikir, dan tempat favoritku yang bisa nenangin aku adalah warung tegal tunjuk-tunjuk kesayangan. Aku langsung mandi dan berangkat ke sana sekalian makan siang. Uh.. alhamdulillah, adem rasanya liat ibu warung (ibu Rasilah namanya). Langsung duduk bersiap makan sambil curhat...hehehe...
Intinya, setelah makan di sana, aku dapat sedikit pencerahan.. Ibu Rasilah cerita tentang kos yahng ditinggalin anaknya, dan entah kenapa aku tertarik (padahal dia nggak nawarin). Aku penasaran tanya-tanya. Dari ceritanya sih kedengarannya nyaman ya.... tapi nggak tahu juga, secara biasanya realita itu berbeda dengan kenyataan.. apalagi kalau bu Rasilah. Karena kayaknya versi nyamannya aku dengan versi nyamannya beliau berbeda. Versi 'kamar kos bagus' dengan versi 'kamar kos bagus'nya dia juga kayaknya beda..hehe. Jadi aku mau lihat dulu. Hari Jum'at, hari ini, aku janjian sama dia jam 8 malam mau pergi ke tempat kos itu..hufft...... cuma bisa berdoa minta yang terbaik aja deh sama Tuhan :(
Oh ya, sebelum ke warteg ini, aku sempat searching kost makassar di twitter, dan ada dapat dari seorang presenter (kayaknya) di celebesTv. Aku tanya-tanya dia soal kamar, dia kasih nomor untuk dihubungi. Aku SMS, tapi gak dibalas.. Untungnya pas cerita-cerita sama bu Rasilah soal kos, aku teringat sama SMSku yang nggak dibalas itu.. Jadilah aku telpon ke yang bersangkutan, dan ternyata yang bersangkutan belum baca SMS-nya, dia minta maaf. Kalau dari suaranya dan cara bicaranya, pembantu kos ini 9Mbak Eda namanya) kayaknya baik dan ramah ya. Aku suka.
AKu tanya-tanya kamar kostnya... dan harganya dong 1,4juta-1,9 juta..
DOeeeng!!
Boleh pingsan? ^^;
Aku speechless dan meringis.. hahaha. Padahal katanya di iklan twitter 'Kost murah dan nyaman'.. duh, emang mungkin versi murahnya seorang presenter TV dengan anak pengangguran kayak aku ini beda kali ya ^^; huhuhuh
Aku udah gigit-gigit bibir di tempat hehe..
Tapi kalau dengar dari ceritanya.. dan gambarnya, emang mungkin bagus dan nyaman.. Makanya mahal.
Aku pending dulu deh... masih mikir-mikir huhu (walau bisa saja kalau ternyata kos yang dibilang ibu Rasilah itu nggak banget buatku, bisa jadi aku nekat ngekost di kost yang harganya mau dua juta ini -_-)
Makanya aku cuma bisa berdoa sama Tuhan.. Ya Allah.. Eka memang banyak dosanya, Ya Allah.. Tapi Eka selalu berusaha ingin menjadi lebih baik dan lebih baik. Karena itu cuma Engkau yang bisa menuntun Eka ya Allah.. Engkau yang Maha Mengatur, Maha membolak-balikkan hati, Maha segalanya... cuma pada Engkau Eka menyerahkan hidup ini... semua dan bagaimanya terserah pada Engkau, Eka cuma meminta diberikan yang terbaik, tak perlu yang mewah.. yang penting nyaman dan menjauhkan Eka dari kemudharatan serta membawa Eka jadi lebih cepat pada-Mu. Kalau ternyata sesuatu itu membuat Eka jauh dariMu, maka jauhkanlah. Kalau bisa membuat Eka lebih dekat padaMu dan itu yang terbaik, maka tolong dekatkanlah dan buatlah Eka merasa nyaman....
Panjang ya doanya? Kalah-kalah Baim ^^;
Tapi itu lah doa dari lubuk hatiku terdalam.. Semuanya selalu kuserahkan pada Dia.
Kembali bicara pada Kost Idaman... jujur aku nggak berani berharap banyak pada kost yang akan aku datangi nanti malam.. tapi juga tak salahnya dicoba, kan..
Pindah kos tiga kali ini membuat list tentang kost idamanku jadi semakin panjang kayaknya -_- Semakin ke sini aku jadi semakin rewel dalam mencari kos huhuhu
Mengingat aku sudah membuat sebagian list tentang kost idaman di sini..
Ini dia:
1. Letaknya strategis, tak di pinggir jalan raya sangat, tapi juga tak masuk gang ke dalam -,,- Lingkungannya yang tenang lah.
Kenapa saya tak suka masuk gang sempit..? Entah lah.. saya tak suka yang kumuh-kumuh gitu. Kayaknya malas aja kalau harus menelusuri gang sempit dan melewati sederet rumah dengan berbagai model/bentuk, plus banyak orang seliweran atau nongkrong-nongkrong.
Saya juga tak mau yang di pinggir jalan raya, entah lah.. takut saja. Makanya, asik kan yang tak di pinggir jalan raya sangat, tapi juga tak masuk terlalu dalam. Yang sedang-sedang lah.
2. Berdiri sendiri, bukan masuk dalam rumah. Kan ada tuh (banyak malah) kos yang dalam rumah. Jadi rumah itu punya banyak kamar, nah itu lah kamar kost. malas, ah. Saya tak suka. Penginnya yang berdiri sendiri. Kalau macam rumah susun pun tak apa, yang penting bukan dalam rumah. Dua kali ngekos dalam rumah bikin saya kapok, tak mau lagi!
Cari aman makanya cari yang berdiri sendiri. Jadi tak saling mengganggu.
3. Kamar mandi dalam! Ini penting buat saya! Saking pentingnya, tiap tanya kos, pertanyaan pertama saya adalah 'kamar mandi luar/dalam?', karena kalau jawabannya kamar mandi luar, tak peduli seelite dan sebagus apapun kos dan lingkungannya, saya langsung OGAH.
Malas kan pakai kamar mandi bareng-bareng. Tak bebas. Dan berarti kalau tiap mau buang air harus keluar kamar dulu. Duh, males, deh.
4. Air bersih dan ngalir! Pengalaman di kos pertama yang airnya bermasalah, maka pertanyaan kedua yang saya lontarkan setelah nanya 'kamar mandi dalam/luar?' adalah.. 'airnya selalu ngalir kan? Tak pernah mati kan??'
5. Yang bisa bebas keluar masuk. Ini ada kaitannya dengan poin nomor 2. Kalau kos dalam rumah, biasanya ada pagarnya. Kadang-kadang bisa kekunci juga kita. males saya kalau dah gitu. Makanya penginnya yang bangunan sendiri, jadi suka-suka saya mau keluar masuk, tak ada yang ngunciin, tak ada yang gangguin (diajak ngobrol 3 jam dulu misalnya sebelum bisa masuk kamar lagi :p)
6. Yang nggak pengap, dan sirkulasi udara bagus.
7. Nggak masuk air hujan. Makanya periksa dulu dindingnya, dan tanya juga apakah kalau hujan banjir?
8. Mmm... kapan-kapan dilanjut, deh.
Waktu itu baru sampai 7 kan ya... mari kita lihat, apakah listnya bertambah?
8. Yang nggak bocor!
Tolong ini diperhatikan juga ya sebelum kalian memutuskan pindah. Periksa dulu, daerahnya rawan banjir gak?? Atapnya bocor gak?? Dindingnya bagus gak?? (gak lembab dan gak rembes masuk air) Kalau semua-semuanya sudah diperiksa dan aman, silahkan deh terserah mau pindah atau nggak.
9. Alamatnya jelas. Jadi kalau mau beli barang online atau dapat kiriman, bisa nyampe. Makanya sebaiknya lokasinya yang di pinggir jalan, jangan yang masuk gang...
10. Dekat dengan tempat umum. Misal, rumah makan! ini penting...! Jangan sampai gak ada rumah makan yang memadai..
Kayak yang aku alamin sekarang, di sekitar memang banyak tempat makan.. tapi dong... semuanya nasi kuning! -_- Kayak serempak gitu semua penjual makanan jual nasi kuning, hadeeeh. Ada sih makanan lain beberapa. misal, nasi ayam, nasi goreng, nasi campur... Tetap aja nggak ada yang sehat! -_- Aku nyarinya sayur hijau. masa iya dari sekian banyak warung makan nggak ada satupun yang jual sayur masak. Sayur tumis kek, sayur bening kek... Bagaimana bisa sehat bangsa ini kalau disuguhinya sehari-hari nasi goreng, nasi kuning, mie goreng, gorengan, kue-kue..haduh...
11. Ngg... kayaknya sejauh ini masih ini dulu, sih yang aku tahu.. (entah ada yang terlupa atau nggak, tapi kalau ingat pasti ditambahin).
INTINYA sih, KOST IDAMANKU itu ya yang..
1. Di dekat jalan besar, nggak masuk gang, lingkungan nggak kumuh atau jorok
2. Alamatnya jelas, gampang didapat, jadi kalau beli barang online atau ada kiriman bisa nyampe.
3. Kamar kalau bisa nggak pengap (walau yang satu ini masih bisa ditolerir)
4. Mesti perhatikan benar-benar bentuk ventilasi, gampang diintip atau nggak. Saya kapok diintip makhluk bernama lelaki 3 kali berturut-turut di 3 kamar kost berbeda ini! -_-
5. Air harus lancaarrrrr!
6. Listrik gak dibayar terpisah, please!!
7. Gak kebanjiran kalau hujan
8. Atap gak bocor!
9. Dinding gak rembes air
10. Ini yang terpenting, sih, kamar mandi dalam dan bagus! (kalau kamr mandi dalam tapi jorok saya mah ogah -_-)
11. Gampang keluar masuk kalau saya mau keluar beli makan atau apapun itu.
12. Gak ada yang gangguin! Ini penting banget!!!
13. Akses kemana saja ada. Mau ke ATM ada. Yang penting sih warung makan dan supermarket.
14. lingkungan aman dan nyaman sih inti semua ini.
Dan kalau kali ini gagal juga nemu kost yang tepat, aku kayaknya mau minta tolong beberapa kawan ngebantuin nyari. Yang jauh-jauh aku hajar aja deh sekarang -_-
Kalau nggak ada juga, ya saya ngemis kayaknya sama ibu supaya bisa tinggal di kost seharga 1,4 juta :(
Senin, 11 Mei 2015
Kost idaman....
Karena pusiiinggg nyarinya huhuhu, nggak pernah nemu yang pas! Tadi saya ada lihat lagi satu kos... dan, haduh...... lokasinya oke lah.. bagus banget. Tenang, dan tak jauh dari jalan raya, plus saya familiar juga dengan daerahnya karena saya sering lewat kalau mau pergi beli makan. Tapi, mashaAllah dah... Kosnya terbuat dari triplek dan papan, dah tuh di lantai dua... dah tuh kamar mandi luar -,,- Coret! Ogah saya..
Huaaaaaaaaa..
Kost yang saya kepengin itu (kalau ada sih ya), di daerah yang aman.
1. Letaknya strategis, tak di pinggir jalan raya sangat, tapi juga tak masuk gang ke dalam -,,- Lingkungannya yang tenang lah.
Kenapa saya tak suka masuk gang sempit..? Entah lah.. saya tak suka yang kumuh-kumuh gitu. Kayaknya malas aja kalau harus menelusuri gang sempit dan melewati sederet rumah dengan berbagai model/bentuk, plus banyak orang seliweran atau nongkrong-nongkrong.
Saya juga tak mau yang di pinggir jalan raya, entah lah.. takut saja. Makanya, asik kan yang tak di pinggir jalan raya sangat, tapi juga tak masuk terlalu dalam. Yang sedang-sedang lah.
2. Berdiri sendiri, bukan masuk dalam rumah. Kan ada tuh (banyak malah) kos yang dalam rumah. Jadi rumah itu punya banyak kamar, nah itu lah kamar kost. malas, ah. Saya tak suka. Penginnya yang berdiri sendiri. Kalau macam rumah susun pun tak apa, yang penting bukan dalam rumah. Dua kali ngekos dalam rumah bikin saya kapok, tak mau lagi!
Cari aman makanya cari yang berdiri sendiri. Jadi tak saling mengganggu.
3. Kamar mandi dalam! Ini penting buat saya! Saking pentingnya, tiap tanya kos, pertanyaan pertama saya adalah 'kamar mandi luar/dalam?', karena kalau jawabannya kamar mandi luar, tak peduli seelite dan sebagus apapun kos dan lingkungannya, saya langsung OGAH.
Malas kan pakai kamar mandi bareng-bareng. Tak bebas. Dan berarti kalau tiap mau buang air harus keluar kamar dulu. Duh, males, deh.
4. Air bersih dan ngalir! Pengalaman di kos pertama yang airnya bermasalah, maka pertanyaan kedua yang saya lontarkan setelah nanya 'kamar mandi dalam/luar?' adalah.. 'airnya selalu ngalir kan? Tak pernah mati kan??'
5. Yang bisa bebas keluar masuk. Ini ada kaitannya dengan poin nomor 2. Kalau kos dalam rumah, biasanya ada pagarnya. Kadang-kadang bisa kekunci juga kita. males saya kalau dah gitu. Makanya penginnya yang bangunan sendiri, jadi suka-suka saya mau keluar masuk, tak ada yang ngunciin, tak ada yang gangguin (diajak ngobrol 3 jam dulu misalnya sebelum bisa masuk kamar lagi :p)
6. Yang nggak pengap, dan sirkulasi udara bagus.
7. Nggak masuk air hujan. Makanya periksa dulu dindingnya, dan tanya juga apakah kalau hujan banjir?
8. Mmm... kapan-kapan dilanjut, deh.
Sabtu, 09 Mei 2015
Pengin pindah kos lagi?
Nggak kenal ending kayaknya.
Kayaknya saya baru saja bernapas dari sebuah masalah, datang lagi new masalah. Hhhh.... *barbie pucing*
Sebenarnya masalahnya nggak berat-berat banget sih. Pasti kalau buat orang lain, ini mah bukan masalah. Cuma perkara kecilll. Tapi tak tahu ya, kalau di aku jatuhnya kayak jadi masalah banget huhu ^^; Aku memang orangnya gampang stress sih. Makanya masalah sesepele apapun, kalau di aku pasti kesannya kayak masalah banget. Soalnya aku gampang stress, kepikiran yang nggak-nggak juga, dan sebagainya. Haduh... sifat buruk yang susah dihilangkan sih ini. Kayaknya emang pembawaanku yang suka membesar-besarkan masalah. Atau gampang stress dan tertekan.
Masalahku sekarang gak jauh-jauh dari masalah beberapa bulan lalu. Pindah kos -_-
Iya, aku mau pindah kos lagi! huhu
Oh ya.. aku belum cerita ya kalau aku akhirnya pindah kos juga kemarin setelah dari akhir tahun lalu pusing, stress, dan dilema sendiri gara-gara masalah ini, tepatnya sejak Oktober 2014 lalu itu. Iya.. tadinya mau cerita di blog, tapi karena kemarin sibuk kuliah dan ujian, rencananya aku baru mau cerita kalau sudah selesai ujian. Elahdalah.... malah keduluan kepengin pindah kos lagi sebelum cerita apa-apa tentang kos yang baru ini -,,-
Aku pindah dari kos lama ke kos yang sekarang itu pada bulan Maret tanggal 10-11. Nggak jauh sebenarnya dari kos lama, cuma jarak beberapa rumah saja. Kos lama dan kos baru ini cuma dipisahkan 2-3 rumah.
Nah, kenapa sekarang mau pindah rumah lagi? Eh... i mean, pindah kos lagi..
Aku nggak begitu suka di sini!! :(
Tapi mau pindah juga bingung gimana (ini sih ceritanya macam balik lagi ke bulan Oktober lalu -_-)
Aku bingung mau pindah kemana. Nyari kos itu susah banget yaaa huhu. Bukan susah nemu kosnya. Kos sih bergelimpangan dimana-mana. TAPIII... nyari yang sesuai dengan kemauan kita itu yang susahnya minta ampun!!
Emang apa yang aku gak suka dari kos sekarang?
Oke, aku buat listnya ya..
1. Susah banget mau keluar-masuk
Pertama, kalau keluar, dan aku ketemu sama nenek (si pemilik kos) yang memang selalu ada duduk duduk di teras, pasti ditanya: 'mau kemana?'. Begitu pulang, ketemu dia lagi, ditanya: 'darimana?' lalu disuruh duduk nemenin dia duduk di teras -_-
Oke, kalau cuma duduk nemenin mestinya bukan masalah besar kan ya. Apa susahnya sih nyenengin orang tua? Tapi yang masalahnya... ini nenek sama sekali gak nyenengin. Gak cocok sama aku. Dia sih suka banget sama aku, tapi aku yang gak suka sama dia dan merasa gak cocok. Dia bukan tipe orang yang asik diajak bicara -_- Jadi gimana caranya mau nemenin kalau gitu?
Walau dia bukan tipe yang asik diajak bicara, dia itu suka sangat ngobrol atau cerita-cerita. Dia itu bisa cerita 3 jam nonstop loh! -_-
Nah, loh.. katanya bukan tipe yang asik diajak bicara, tapi kok bisa bercerita 3 jam non stop?
Itu dia. Yang dia omongin tuh ngebosenin dan ngemalesin yang dengar (setidaknya aku ya, gak tahu deh kalau orang lain, tapi sejauh ini semua orang sependapat denganku).
Kalau yang dia cerita atau ngobrol itu topiknya yang seru dan asik plus menyenangkan buatku sih tak masalah.. lah ini yang dia cerita cuma ngomongin orang lain yang jelek-jelek plus muji-muji dirinya sendiri -_-
"Saya gak suka tuh sama menantu saya itu. Saya nih gak bisa dikasarin.. tapi dia kalau ngomong sama orang selalu kasar." or "jangan bicara sama dia *seseorang yang dia gak suka*, gak bagus omongannya tuh. Suka ngomong sembarangan." or "Eh, mereka itu kan muallaf, orang tak beragama. Baru masuk islam." dan banyak lagi yang mana tiap hari suka diulang-ulang macam kaset rusak -_- Sampai hapal mati saya.
Lalu seringnya muji-muji dirinya sendiri. "Saya ini lulus sekolah cepat umur 13 tahun, karena saya bosan sekolah. Jadi saya minta langsung ikut ujian akhir, akrena saya sudah bosan. Dan saya lulus." "Suami saya dulu kuliah 6 tahun di negeri. Habis tu baru dia nikahin saya. Saya langsung dikasih rumah, mobil sama papi (sebutan buat suaminya)." "Saya ini tak bisa kalau liat orang bicara kasar. Karena saya dari kecil tak pernah dididik begitu. Saya saja sama orang miskin kalau bicara baik-baik 'eh sini ki, kenapa ki?' Semakin orang itu miskin, semakin harus kita sayang dan dekati..." Saya tak pernah simpan uang saya. Selalu saya bagi-bagi di jalan kalau jalan-jalan pagi tuh biasa ada banyak pengemis yang nggak ada kakinya.." "Saya tuh udh banyak khatam al-Qur'an. Sebulan bisa 2 kali khatam saya. Ini.." *dia kasih tunjuk saya al-Qur'annya yang penuh coretan di sana-sini, yang ternyata tanggal setiap dia khatam. "Saya tak hapal dah khatam berapa kali, tapi saya catat semua tanggalnya. Nih."
Dan masih buanyak lagiii yang tiap hari itu-itu saja diulang -_-
Bikin aku jadi malas tiap mau keluar sebentar, karena malas ketemu dia. Kalau sudah ketemu dia, susah kita mau masuk karena ceritanya tak habis-habis.
Mungkin kalau kalian cuma baca sepintas gini, kalian bakal mikir aku yang jahat. Apa salahnya sih nemenin si nenek bicara satu jam-dua jam? Kan nggak apa-apa, sekalian berbuat baik sama orang tua.
Iya, aku juga nggak masalah. Asal dia ceritanya bukan cerita tentang dirinya aja, yang keliatan jelas muji-muji dirinya, lalu ngejelekkin orang lain -_- Buat apa aku harus dengan cerita kayak gitu setiap hari selama 3 jam nonstop? -_- selalu ngatain orang dan selalu ngebagus-bagusin dirinya seakan gak ada cacat. Sudah tu tak bisa berhenti pula ceritanya.
2. Ganggu privacy
Aku sudah bilang, aku tipe introvert dan sangat suka berdiam diri di kamar kalau nggak ada hal yang penting banget yang harus bikin aku keluar kamar. Tapi berdiam diri di kamar bukan berarti aku diam saja. Aku membaca buku, aku belajar, aku menulis, aku main game dan nonton film (ini adalah waktu istirahatku setelah belajar dan menulis). Tapi ini nenek, Allahuakbar.... sehari ada kali 3-4 kali manggil-manggil: "Eka, apa kau bikin di kamar? Sini keluar cerita-cerita." Itu dia manggil jam 3-4 sore, padahal siangnya aku sudah nemenin dia duduk di teras dari jam 10-12 siang loh! -_- jam 3-4 sore aku sudah dipanggil-panggil lagi seolah-olah seharian aku gak ada keluar kamar -_-
Sudah tu bukan sekali aja manggilnya. Ada kali 2-4 kali manggil! Yang selalu aku sahut 'nggak nek, lagi ada kerjain tugas' atau kalau sudah malas aku diamin aja.
Bahkan nggak hanya itu. Dia maksa aku untuk tidur di kamarnya saja, yang jelas aku tolak mentah-mentah. Pisah kamar aja, dia di depan, aku paling belakang, aku sudah merasa terganggu sama tingkahnya. Apalagi sekamar, amit-amit -_-
3. Banjir
Ini rumah dan kamarnya mudah kebanjiran kalau sedikiitt aja hujan deras. :/
Aku syok waktu bulan kemarin tengah malam jam 1-an kebanjiran... omaigod..... hampir banyak bukuku yang basah! x_x
Kalau berdasarkan tips dari sini, kalau mau cari kontarakan itu ya yang:
- Keuangan/ dana yang tersedia.
- Ketersediaan air bersih dan listrik yang memadai, karena air dan listrik merupakan kebutuhan yang sangat vital.
- Usahakan ruang yang tersedia sesuai dengan kebutuhan.
- Perhatikan betul kondisi rumah, apakah masih baik atau sudah rusak, bersih atau kotor, bocor tidak, kalau musim hujan banjir tidak , dll.
- Kondisi lingkungan sekitar rumah aman.
- Fungsi rumah kontrakan, hanya tempat tinggal atau digunakan untuk keperluan lain, tempat usaha misalnya.
- Letak rumah, strategis, dekat sekolah, dekat rumah sakit, dekat tempat belanja atau pasar, dekat tempat ibadah, dll.
Dan itu semua hampir sesuai dengan salah satu kos yang kemarin kulihat. Iya, jadi kemarin itu, kalau tak salah tanggal 6 Mei 2015 kemarin, aku ada pergi melihat dua kos. Awalnya kos yang pertama itu aku tahu dari kios majalah, itupun tak sengaja. Sehari sebelumnya, tanggal 5 Mei, aku pergi beli bubur ayam jam 10-11-an gitu. Di dekat bubur ayam itu ada kios majalah. Karena aku memang nggak bisa kalau udah ngeliat kios majalah.. dah pasti aku mampir hehe. Eh, ada lihat tulisan 'ada kost putri blablabla', refleks aku nanyain ke penjualnya itu kost dimana tepatnya? Ternyata bukan si penjual yang punya kos, tapi kenalannya yang nitip 'iklan'. Aku catat lah nomornya. Esoknya, tgl 6 Mei kemarin, aku pagi-pagi kembali ke tempat itu, jam 10-an deh, karena sudah janjian juga sama yang empunya kos mau lihat-lihat dan tanya-tanya. Minta tolong diantarkan sama si penjual majalah yang omong-omong orangnya beda lagi dengan yang kemarin ^^; Sama-sama perempuan berjilbab lebar, tapi yang kemarin lebih cantik dan kayaknya lebih muda, tak tahu yang sekarang ini siapa yang jaga. Mungkin kakaknya.. Untung mbaknya sangat baik hati. Dia ngantarin aku. Tapi aku agak...hm... nggak 'klik' dengan kos-nya setelah lihat penampakan langsungnya. Harganya sih lebih murah dari kos-ku yang sekarang, 600ribu. Kamarnya juga luas. Tapi kamar mandinya... adduuhhh ^^; Kecil banget! Sempit! Dan atapnya itu cuma sejengkal dari kepalaku. Sudah tu, airnya nggak jalan pula. Katanya sih besok bakal diperbaikin... tapi mm.. aku dah malas lah kalau gini. Apalaghi kamar mandi luarnya, masyaAllah.... nggak berbentuk kamar mandi -,,- Jorokk... euhhh.... nggak berbentuk sebuah kamar mandi lah pokoknya. Sulit digambarkan...
Padahal aku suka lokasinya, karena nggak di pinggir jalan raya, tapi juga nggak masuk ke gang banget. Tepatnya dia itu rumah ke 3 / 4 dari depan jalan lah, jadi tak jauh sangat dari jalan raya. Apalagi di depannya pas banget masjid, duh... suka banget sama lokasinya. Jalanannya pun lowong! Suka banget lokasinya! Tapi tidak... kamar mandinya -,,-
Udah lemas nih habis keluar dari sana sambil mikir. Lewat di depan kios majalah, bersitatap sama mbak tadi, aku pun mampir, kebetulan dia juga nanya 'gimana?'. Aku dah lemas aja di sana, terduduk. Lupa deh kita ngobrol apa aja, pokoknya aku habis tu nanya, ada lagi nggak ya kira-kira kos lain..? Eh ternyata ada, Dia jelasin kamarnya itu berderet, bukan satu rumah. Sendiri-sendiri, tapi berderet gitu kamarnya, jadi walaupun kos, kesannya tetap sendiri-sendiri. Aku langsung mau lihat karena yang model begitu yang aku cari. Akhirnya dia mau ngantar naik motor, dan... hm.... lokasinya itu agak jauh ke belakang lagi masuk gang ^^; huhuhu. Jauh banget dari jalan raya. Ya sebenarnya nggak jauh sangat lah.. tapi kan hm.. jalan sepanjang itu juga gempor kayaknya kalau tiap hari bolak-balik hehe.
Kos yang ini ketika aku lihat, lepas dari lingkungannya, aku suka banget sama bentuk kosnya. Walaupun kecil sihhh kamarnya :/
Jadi, kamarnya itu memang berjejer satu sama lain. Ada 6 kamar. 3 di lantai satu, 3 lagi di lantai atas. Sudah terisi 4, dan aku milih yang di bawah. Kebetulan di bawah ada kosong satu kamar, kamar nomor 3 (duanya yang lain sudah terisi). So far aku suka. Model kos begini yang aku cari. Walau kamarnya kecil. Tapi setidaknya WCnya di dalam kamar dan bagus (gak kayak kos yang sebelumnya aku lihat...euuhhh). Harganya 550ribu sebulan itu. So, untuk saat ini, kos ini yang paling mendekati syarat kos idaman. Dana tersedia, ketersediaan air bersih dan listrik yang memadai, ruangan... hm... kecil, sih, tapi so far oke lah, kondisi masih baru dan bersih, tidak banjir kalau hujan, kondisi lingkungan walau aku gak suka karena menurutku ramai dan terlalu dekat satu sama lain (rumahnya), tapi insyaAllah aman. Cukup okelah lokasinya, dekat dengan tempat belanja, pasar dan tempat ibadah. Cuma yang nggak sreknya itu karena letaknya di kedalaman gang sempit huhuhu. Aku paling malas lingkungan yang begitu (gang sempit dan ramai, entah itu ramai orang duduk duduk di depan rumahnya, belum lagi jemuran sana sini. Namanya juga rumah perumahan biasa kan, yang dempet dempet, trus gang kecil, mulai dari rumah yang kecil sampai yang besar, yang super jelek dan kumuh sampai yang elite, campur aduk di sana kayaknya ^^;)
Aduh... aku makin pusing aja.....
Malam ini juga aku ada lihat dua kos lagi. Kali ini masuk gang juga, tapi oke lah.. soalnya gangnya bukan gang sempit yang kumuh gitu kayak sebelumnya. Yang ini gangnya lumayan lebar, mobil saja bisa masuk. Cuma... kosnya aku gak suka. Karena di dalam rumah. Aku sudah ngerasain dua kali kos di dalam rumah dan itu nggak enak -_-. Apalagi dalam rumahnya itu semua isinya anak kos -_- Tambah malas. Apalagiiii... pakai pagar segala. Beuh.. tambah malas. APALAGI... kamar mandinya di luar. Pakai rame-rame dah tuh -_- Malas amat.
Yang kamar mandinya luar, coret!
Yang satu.. kamar mandi dalam.. dan banyak kamar gitu kayak rumah susun. Kost elite kayaknya, karena kalau aku lihat, bersih dan berpagar bagus. Aku sih udah malas juga kalau gini.. cuma kalau suatu saat kepepet, mungkin boleh lah ini dipertimbangkan. Besok aku mau coba tanya-tanya lagi lebih jauh.
Aaaaa... makin ke sini makin pusing!!
Dan satu sih yang aku sadari, walau aku tak tahu penting apa tidak, di kos yang harganya 550 itu, tak masuk cahaya matahari, dong! Kayaknya tak ada sirkulasi udara juga... (kayaknya. Kurang yakin, karena kemarin aku kurang cermat juga memperhatikan).






